Phoenix
Aku menahan lapar di ranjang yang dingin demi menjaga kesucian pernikahan kita. Tapi kau... kau malah mendesah di bawah tubuh pria bangka?!"
Yohan hanyalah menantu buangan dari klan pedagang yang bangkrut. Saat istrinya, Lian, berada di puncak kejayaan di ibu kota, Yohan justru diasingkan ke Paviliun Nirwana yang bobrok.
Di tempat terpencil itu, Yohan harus menahan gempuran godaan gila setiap hari. Ibu mertua tirinya yang kesepian, sepupu iparnya yang agresif, hingga bos wanita dominan yang ingin membelinya—semuanya terang-terangan menyerahkan tubuh mereka. Yohan menepis itu semua demi sebuah kata 'Setia'.
Hingga sebuah batu kristal perekam dan satu panggilan telepon di tengah badai menghancurkan segalanya. Istrinya terbukti menghangatkan ranjang pejabat tua demi melancarkan bisnis!
Kewarasan Yohan putus. Kesetiaannya mati malam itu juga.
"Kau yang lebih dulu menghancurkan sumpah ini, Lian. Jangan salahkan aku jika saat kau pulang, semua wanita di sekitarmu sudah berlutut di bawah tubuhku."
436