Airey
Carol memeluk putranya yang kehilangan lengan akibat kecelakaan sambil menunggu bantuan di bandara. Tiba-tiba, dia menerima kabar bahwa pesawat itu telah disewa secara mendadak oleh seseorang.
"Nggak bisa! Tolong bantu beri kelonggaran ...." Carol menggenggam tangan petugas sambil memohon. "Lengan anakku putus. Aku harus membawanya pulang ke negara kami untuk menjalani operasi dalam waktu tiga jam!"
Kantong es yang berisi lengan putus itu dipeluk erat di dadanya. Meski tubuhnya menggigil kedinginan, dia sama sekali tidak mau melepaskannya.
Petugas itu memasang ekspresi serba salah. "Maaf, Bu. Pak Brad membayar tiga kali lipat untuk menyewa seluruh pesawat ini demi mengadakan pesta perayaan untuk muridnya. Dia sudah berpesan agar jangan ada siapa pun yang mengganggu."
Pak Brad?
"Brad yang mana?" tanya Carol.
Petugas itu menjelaskan, "Pianis terkenal, Pak Brad."
Brad, suaminya.