MasukSaat suamiku memaksa diriku yang sedang hamil delapan bulan untuk menemani sahabat masa kecilnya main loncat bungee, aku tidak membantah ataupun marah. Sebaliknya, aku malah mengangguk setuju. Aku melakukan ini karena di kehidupan sebelumnya, sahabatnya itu sedang sedih. Demi menghiburnya, suamiku berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Sahabatnya pun bilang pada suamiku kalau keinginan terbesarnya adalah ada orang yang menemaninya main loncat bungee. Suamiku yang takut ketinggian langsung menyuruhku untuk menemaninya, aku pun menolak mentah-mentah dengan alasan sedang hamil. Karena penolakanku, sahabatnya itu sedih dan akhirnya memilih pergi ke bar untuk minum-minum. Sialnya, dia malah dijebak di sana, diracuni dan dilecehkan hingga kehilangan kesuciannya. Setelah kejadian itu, dia yang merasa hancur meninggalkan sebuah surat wasiat sebelum mengakhiri hidupnya, [Kalau saja aku nggak pergi ke bar hari itu, mungkinkah semuanya akan berbeda?] Membaca surat itu, suamiku mencekik leherku. “Kenapa kamu nggak mengikuti ajakan Sisil untuk loncat bungee? Apa susahnya tinggal mengikuti dia saja?” Akhirnya, aku mati dicekik oleh suamiku sendiri dan anak di kandunganku yang belum sempat lahir pun ikut pergi bersamaku. Begitu membuka mata kembali, ternyata aku kembali ke hari di mana suamiku memintaku menemani sahabatnya itu main loncat bungee….
Lihat lebih banyakSelama Anton sibuk mencari ke sana kemari, aku sudah mulai bekerja di perusahaan baru di Kota Hokko.Pihak perusahaan sangat terkejut saat melihat resumeku. Bos besar bahkan langsung turun tangan untuk bernegosiasi denganku. Dia bilang selama aku bersedia bergabung, diriku bebas mengajukan syarat apapun.Aku hanya tersenyum tipis dan menjawab, “Aku nggak punya syarat khusus, tapi aku bisa membawakan setidaknya sepuluh proyek baru untukmu.”Bos pun tercengang. Dia memberiku gaji tahunan yang fantastis dan bahkan menawarkan sebagian saham perusahaan untukku.Aku menerimanya. Pada hari kedua bekerja, aku langsung bergerak merebut beberapa proyek dari perusahaan Anton. Termasuk perangkat lunak yang dilaporkan bawahan itu, sebenarnya itu semua adalah ulahku.Karena itu adalah desainku sendiri, sangat mudah bagiku untuk mengotak-atiknya. Saat mereka menyadarinya, semuanya sudah terlambat.Dalam waktu kurang dari sebulan, aku berhasil menarik hampir semua proyek milik perusahaan Anton. Hal
Anton benar-benar tak percaya.“Nggak mungkin! Mana mungkin?! Mana mungkin Sisil membohongiku?!”Tepat saat itu, bawahannya kembali menelepon,“Pak… pak Anton, kapan Bu Fina bisa ke kantor? Perangkat lunak kita diretas, sekarang seluruh jaringan lumpuh, semua pengguna mengajukan komplain!”“Cari tim teknik! Cari bantuan teknik lain! Tanpa Fina, emangnya kalian nggak bisa hidup?!”Anton menutup telepon dengan amarah yang meluap. Dia berdiri dan bergegas keluar dari rumah sakit. Karena lift sedang digunakan, dia pun memilih melewati tangga darurat.Namun, baru turun dua lantai, dia mendengar suara desahan tak senonoh dari sepasang pria dan wanita.“Dokter Ken, aku bahkan sudah menemanimu seperti ini… bisa nggak diagnosa di rekam medisku ditulis lebih parah lagi? Bilang saja… bilang saja kalau aku mau bunuh diri karena tekanan dari si Fina itu….”Suara pria itu terdengar terengah-engah penuh nafsu, tangannya dengan rakus meraba tubuh si wanita.“Dasar wanita nakal, kenapa harus selalu men
Anton sempat menelepon Fina dua kali setelah dibawa ke rumah sakit, tapi tidak ada jawaban.Ditambah lagi, Sisil terus menangis sambil mengeluh betapa sedih perasaannya dan mengancam ingin bunuh diri. Akhirnya, Anton pun sama sekali tak berpikir untuk mempedulikan nasib Fina.Hingga seminggu kemudian, setelah kondisi Sisil stabil, akhirnya Anton pulang ke rumah.Begitu masuk, dia melempar jaketnya sembarangan dan reflek berteriak ke arah ruang tamu,“Kok belum masak?”Namun, yang menjawabnya hanyalah keheningan yang dingin.Anton mulai merasa ada yang aneh. Sambil mengernyit, dia berjalan ke ruang tamu, lalu ke kamar. Setelah berkeliling, barulah dia sadar kalau rumah itu kosong.Dia baru tersadar kalau Fina tidak ada di rumah.Dia mengambil ponsel dan mencoba telepon lagi, tapi kali ini operator menjawab bahwa nomornya tidak aktif.Anton mengumpat pelan. Dia mengira Fina sedang merajuk lagi, jadi dia memilih untuk masa bodoh dan langsung pergi minum-minum dengan temannya.Setelah bebe
Aku menghabiskan beberapa hari lagi di rumah sakit. Selama waktu itu, aku menghubungi perusahan rekanan di Kota Hokko yang pernah bekerja sama dengan perusahaanku dulu. Aku mengirimkan lamaran kerja pada malam hari dan menjadwalkan sesi wawancara untuk bulan depan.Setelah itu, aku pergi ke bank untuk menarik semua tabunganku, menutup semua rekening, lalu membeli tiket pesawat ke Kota Hokko untuk benar-benar meninggalkan kota ini selamanya.Aku dan Anton adalah teman kuliah. Dulu, karena visi kami dalam mata kuliah jurusan sering sejalan, dosen membagi kami ke dalam satu kelompok belajar yang sama.Anton adalah tipe orang dengan kemampuan eksekusi yang kuat, tapi dia kurang dalam hal inovasi dan bakat desain. Setiap perangkat lunak yang dia rancang cenderung ketinggalan zaman dan tak punya daya saing di pasar.Sebaliknya, desainku selalu inovatif dan melampaui zaman, aku bahkan beberapa kali menjuarai kompetisi.Itulah alasan kenapa dia mengajakku merintis bisnis bersama. Masa-masa aw
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.