Short
Bukan Lagi Budak Cintanya

Bukan Lagi Budak Cintanya

Par:  JinuComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapitres
0Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Semua orang di pergaulan kami tahu kalau aku sangat bucin pada Nathan hingga titik menyedihkan. Tiga belas tahun mengejarnya, aku memaksa diriku belajar habis-habisan, dari seorang anak haram keluarga kaya yang bahkan tak lulus SMP, hingga berhasil meraih gelas master ekonomi dari kampus bergengsi, hanya demi menarik hati ibunya dan menjadi istri Nathan. Namun setelah menikah, aku tak lagi mencampuri urusan perusahaan Nathan, apalagi memasak untuknya. Saat dia bergadang mengerjakan draf proposal demi cinta idamannya, aku malah asik mengajak teman-teman keliling dunia. Saat dia menemani cinta idamannya menonton peragaan catwalk di Pars, aku santai di rumah merayakan ulang tahun kucingku. Itu semua karena aku sadar bahwa pernikahan bisnis tidak akan pernah mendatangkan perasaan tulus. Semuanya hanyalah khayalanku semata. Di kehidupan sebelumnya, aku membantunya menangani konflik internal perusahaan, tapi dia malah mengerutkan kening dan membentak, “Kamu terlalu jauh mencampuri urusanku.” Aku belajar memasak sup demi penyakit lambungnya, tapi dia malah memberikan semuanya pada si cinta idaman yang sedang lembur, sambil berkata acuh tak acuh, “Dia lebih capek daripada aku.” Hingga di hari aku kecelakaan, dia masih sibuk menyalakan kembang api di seluruh penjuru kota hanya demi membuat cinta pertamanya tersenyum. Aku berlutut memohon padanya, tapi dia malah menatapku rendah dari atas. “Yuna, hubunganmu dan aku hanyalah sebuah transaski.” Begitu membuka mata kembali, aku sudah berada di pesta pertunangan kami. Dia pergi di tengah acara demi menghibur si cinta sejati yang baru saja putus cinta. Kali ini, aku tak mengejarnya. Aku malah mengambil mikrofon di depan semua tamu undangan dan berkata, “Mohon maaf semuanya, pertunangan aku dengan Nathan dibatalkan.”

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Mikrofon itu pun kuletakkan kembali ke tempatnya dengan perlahan, menimbulkan bunyi dentuman pelan yang berat.

Seketika, seluruh ruang perjamuan hening mencekam.

Ratusan pasang mata serentak tertuju padaku, penuh keterkejutan, kebingungan dan ada juga yang menatap senang seolah sedang menonton pertunjukan drama.

Wajah Ayahku langsung memerah. Dia melangkah cepat ke atas panggung, lalu dengan suara rendah yang ditekan kuat-kuat, dia mendesis dari sela giginya, “Yuna, kamu sudah gila?!”

Ibu Nathan, calon mertuaku, wanita yang di kehidupan sebelumnya sangat hobi mengkritikku, saat ini wajahnya tampak kaku.

Wajahnya yang terawat itu penuh amarah, menatapku tajam seolah ingin mencabik-cabikku dengan tatapannya.

Aku menatap semua yang ada di bawah panggung dengan tenang.

Wajah-wajah itu, ada yang kukenal dan ada yang asing. Di kehidupan sebelumnya, mereka juga sering menatapku dengan cara seperti ini saat menjadikanku bahan tertawaan.

“Yuna! Cepat turun dari sana dan minta maaf pada semua orang!”

Ayahku gemetar karena marah. Tanagannya terjulur hendak menarikku dengan paksa.

Aku langsung menghindar. Tatapanku melewati sosoknya dan tertuju pada pintu masuk ruang perjamuan.

Nathan sudah kembali.

Sosoknya yang tinggi muncul di pintu. Jasnya tersampir asal di lengan, dasinya sudah dilonggarkan dan alisnya masih berkerut, tampak kelelahan setelah menenangkan orang lain.

Begitu melihat kekacauan di panggung, serta tatapan aneh para tamu, seketika rasa lelah itu digantikan oleh ekspresi dingin.

Dia melangkah lebar ke arahku, tatapannya sangat tajam bagaiku pisau tertuju padaku.

“Yuna! Drama apa lagi yang kamu mainkan?”

Suaranya tidak keras, tapi penuh dengan nada kesal dan menghakimi seperti biasanya.

Di kehidupan sebelumnya, setiap kali aku menunjukkan ketidakpuasan karena urusannya dengan Karin, dia selalu menunjukkan ekspresi begini. Seolah-olah akulah pihak yang sedang mencari masaah.

Aku menatapnya, tidak ada rasa panik untuk menjelaskan seperti dulu, tidak ada juga tangisan sedih.

Aku hanya mengulanginya sekali lagi dengan datar, “Nathan, pertunangannya batal. Hubungan kita berakhir.”

Usai bicara, aku mengangkat ujung gaunku. Tanpa peduli pada teriakan murka Ayahku dan makian Ibu Nathan, aku langsung berjalan turun dari sisi lain panggung.

Suara sepatu hak tinggiku yang beradu dengan lantai marmer yang mengilap terdengar sangat jernih. Langkah demi langkah, rasanya seperti sedang menginjak-injak diriku yang dulu begitu rendahan di hadapannya.

Nathan membeku di tempat. Untuk pertama kalinya, aku melihat ekspresi terkejut di wajah tampannya.
Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
9
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status