Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Tepat di malam menjelang pernikahan. Rangga Respati tiba-tiba memintaku menunggu selama sebulan. Alasannya? Dia ingin menemani cinta sejatinya yang menderita penyakit mematikan untuk mewujudkan keinginan terakhirnya yaitu berkeliling dunia. Di saat yang bersamaan, ibuku mendadak didiagnosis menderita gagal jantung. Satu-satunya keinginan Ibu yang tersisa adalah melihatku mengenakan gaun pengantin hasil jahitan tangannya sendiri dan melepas kepergianku menuju pelaminan. Aku memohon dengan sangat kepada Rangga. Aku memintanya untuk setidaknya menyelesaikan upacara pernikahan kami dulu sebelum dia pergi. Dia setuju. Namun, di tengah-tengah prosesi pernikahan, dia justru kabur bersama Arum Maharani. Foto mereka berdua yang sedang berciuman mesra di bandara seketika meledak dan menjadi trending topik. Saat melihat foto itu, Ibu langsung mengembuskan napas terakhirnya karena syok. Sementara itu, mereka berdua sudah bersiap terbang menuju romansa di Kota Prames. Arum mengunggah sebuah postingan di media sosialnya: [Melakukan hal paling nekat bersama orang yang paling dicintai.] [Doakan kami, ya.] Dengan perasaan mati rasa, aku mendekap abu jenazah Ibu. Jariku gemetar saat mengetikkan sebuah komentar di sana. [Semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan.]
Maikling Kwento · Romansa
3.7K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri. Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali. Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah. Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong." Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar. Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit. Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati." Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar. Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri. Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar. "Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit." Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat. "Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup." Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku. Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."
Maikling Kwento · Romansa
5.0K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Maikling Kwento · Mafia
7.7K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Tiga bersaudara Keluarga Satria, yang selama ini menganggap aku berharga di hidup mereka, justru tidak ada di sampingku saat aku tersiksa oleh tumor otak ganas. Dokter mengatakan prosedur operasi bisa menyebabkan hilang ingatan. Aku yang tidak ingin melupakan mereka, langsung menelepon dan memohon bantuan. Namun yang kudapat justru makian tanpa ampun. “Diana, hari ini ulang tahun Santi. Bisakah kamu berhenti membuat masalah?” Aku menahan sakit hingga pingsan. Saat sadar di rumah sakit, aku melihat pesan dari Santi di ponselku. [Diana, para kakak memberiku tiga jimat keselamatan untuk melindungiku.] Di foto itu, jelas terlihat jimat-jimat yang dulu kudapatkan dengan cara bersujud selangkah demi selangkah, berlutut di tengah hujan selama tujuh jam. Semua itu kulakukan demi keselamatan tiga bersaudara tersebut. Saat itu juga aku benar-benar menyerah. Aku pergi seorang diri ke luar negeri untuk menjalani operasi dan memilih melupakan mereka. Hingga suatu hari, aku melihat tiga pria asing berlutut di depan rumahku, memohon maaf dengan gila-gilaan.
Maikling Kwento · Romansa
2.1K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku

Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku

Di pesta pertunangan, hanya karena aku menolak karangan bunga duka dari kertas persembahan yang diberikan oleh adik tingkatku, Doni Arkana langsung mengubah tempat pertunangan itu menjadi rumah duka. Dengan mengenakan pakaian berkabung, Doni menyerahkan sebuah keranjang bambu berisi uang kertas persembahan kepada Coni Suryandi, dan berkata dengan penuh niat jahat, "Yang Coni bilang memang benar, pernikahan itu seperti kuburan cinta, jadi ini justru sangat cocok." Uang kertas persembahan berserakan di lantai, mengubur sepuluh tahun kisah cinta di antara kami. Tetapi ketika mempelai pria di pernikahan itu bukan lagi dirinya, dia justru menangis dan memohon agar aku tidak pergi. Aku tersenyum dan bertanya kepadanya, "Baru sekarang datang untuk melayat? Apa nggak terlambat?"
Maikling Kwento · Romansa
1.8K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

"Nolia, kakakmu sudah bertunangan dengan kakak iparmu, jadi jangan lagi mencoba merusak semuanya. Kami sudah membelikan tiket pesawat untukmu, beberapa tahun ke depan tetaplah di luar negeri, tunggu sampai kakakmu selesai menikah barulah kembali." Melihat ekspresi di wajah orang tua yang menyiratkan seakan "demi kebaikan kamu", Manolia baru sadar bahwa dirinya telah terlahir kembali. Dia terlahir kembali pada hari ketika orang tuanya memaksanya pergi ke luar negeri dan benar-benar memutuskan hubungan dengan Wendrino.
Maikling Kwento · Romansa
25.0K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Menjelang malam pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta lamanya. [ Orang yang selalu ingin kunikahi, tetap hanya kamu. ] Hari pernikahan semakin dekat. Aku melihatnya sibuk ke sana kemari, menyiapkan segalanya sesuai dengan selera cinta lamanya. Aku membiarkannya begitu saja. Sebab, aku tidak lagi menginginkan pernikahan ini ... ataupun dirinya.
Maikling Kwento · Romansa
12.1K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Untuk ke-99 kalinya tunanganku, Javier, menutup teleponku. Aku menyeret diriku menuju gereja keluarga sambil menggenggam erat hasil diagnosis gagal ginjal stadium akhir di tanganku. "Pastor, aku ingin melepaskan diri dari Keluarga Pramudya dan membatalkan pertunanganku dengan Javier Laksmana." Belum sempat kata-kata itu benar-benar meninggalkan bibirku, orang tuaku tiba-tiba menerobos masuk bersama adik angkatku, Tasya. Ayahku, seorang penasihat mafia, tidak ragu sedikit pun. Dia menamparku keras, tepat di depan pastor. "Tunanganmu adalah seorang pewaris Mafia yang dihormati di dunia kita, dan kamu memilih untuk menghina dia!" "Kamu mencoreng nama keluarga kita di depan seluruh organisasi!" Ibuku merebut hasil diagnosis dari tanganku, lalu mencibir setelah sekilas melihatnya. "Berpura-pura sakit demi menarik perhatian lagi, ya? Apa yang kamu inginkan kali ini?" Adik angkatku, Tasya, berpegangan pada lengan kedua orang tua kami. Suaranya tersendat oleh tangis. "Aku minta maaf, Kak… Kakak boleh mengambil tempatku di gala. Tolong… jangan buat Ibu dan Ayah susah lagi!" Aku mengusap darah yang menetes dari hidungku, lalu dengan tenang mengulangi perkataanku kepada pastor, "Aku bukan lagi putri Keluarga Pramudya. Aku tidak layak menjalin pertunangan dengan Keluarga Laksmana." "Aku akan mati dalam tiga hari. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan sebelum itu."
Maikling Kwento · Mafia
9.5K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel

Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel

Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Read
Idagdag sa library
Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Kontraksi itu seakan merobekku menjadi dua. Penglihatanku pun mulai kabur. Suamiku, Rendi, adalah Sang Ketua, seorang pemimpin keluarga mafia yang menguasai Kota Celion, menggenggam tanganku. Mata gelapnya menyala dengan penuh cinta. "Sebentar lagi, Sayangku. Kau akan segera bertemu bayi kita." Keringat mengalir deras di wajahku. Aku masih ada kekuatan untuk tersenyum padanya. Lalu, seorang perawat masuk. Dia memegang sebuah jarum suntik. Kupikir itu untuk menghentikan rasa sakit. Namun, tangan Rendi terlepas. Dia mundur selangkah. Jarum itu menancap di lenganku. Aku mendengar suara Rendi yang dingin seperti baja. "Berikan dia suntikan dengan hati-hati. Dia harus bertahan sampai tengah malam. Tidak boleh semenit pun lebih cepat. Tunggu sampai Karin melahirkan terlebih dahulu." Saat itulah, aku baru tahu kalau dia berpikir aku menikahinya karena uang. Dia menunda persalinanku. Semua demi aturan Keluarga Ferano yang gila, bahwa putra pertama yang lahir adalah pewaris berikutnya. Rasa sakit menyiksaku. Aku mencoba meraihnya. Air mata mengalir di wajahku. Aku memohon padanya untuk berhenti. Dia hanya menggigit bibir dan suaranya sedingin es. "Kakakku sudah mati. Karin mengandung satu-satunya ahli waris. Kau harus melakukan apa yang diperintahkan. Kau dan anakmu tidak boleh mencuri hak warisnya." Obat itu masuk ke pembuluh darahku. Remasan hebat di perutku terasa seperti tangan tak terlihat, dan tiba-tiba saja … berhenti.
Maikling Kwento · Mafia
2.3K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
PREV
1
...
454647484950
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status