Imamku dari Seoul
tanya Sabiya.
"Oh, itu suara Tuan Shin, Nyonya," jawab Bi Susan tersenyum bahagia.
"Ha?" Sabiya belum mengerti.
"Setiap pagi, sebelum berangkat kerja atau saat ingin sarapan, dia pasti melantunkan shalawat badar," tambah Bi Susan kagum.
"Bohong!" kata Sabiya tidak percaya.
Tibalah mereka berdua di ruang makan. Sabiya yang semula tidak percaya pun mendengar dan melihat langsung bahwa Shin sedang mengambil piring sambil bershalawat merdu, membuat hati bergetar.
Hot Chapters