LOGINTiga bersaudara Keluarga Satria, yang selama ini menganggap aku berharga di hidup mereka, justru tidak ada di sampingku saat aku tersiksa oleh tumor otak ganas. Dokter mengatakan prosedur operasi bisa menyebabkan hilang ingatan. Aku yang tidak ingin melupakan mereka, langsung menelepon dan memohon bantuan. Namun yang kudapat justru makian tanpa ampun. “Diana, hari ini ulang tahun Santi. Bisakah kamu berhenti membuat masalah?” Aku menahan sakit hingga pingsan. Saat sadar di rumah sakit, aku melihat pesan dari Santi di ponselku. [Diana, para kakak memberiku tiga jimat keselamatan untuk melindungiku.] Di foto itu, jelas terlihat jimat-jimat yang dulu kudapatkan dengan cara bersujud selangkah demi selangkah, berlutut di tengah hujan selama tujuh jam. Semua itu kulakukan demi keselamatan tiga bersaudara tersebut. Saat itu juga aku benar-benar menyerah. Aku pergi seorang diri ke luar negeri untuk menjalani operasi dan memilih melupakan mereka. Hingga suatu hari, aku melihat tiga pria asing berlutut di depan rumahku, memohon maaf dengan gila-gilaan.
View More“Kamu sudah lama tahu Diana sakit. Obat yang kamu jatuhkan di depan kami hari itu adalah obat khusus untuk Diana! Santi, kami sudah memperlakukanmu sebaik itu. Kenapa kamu tega memperlakukan Diana seperti ini?”Wajah Arka dan Nando pun berubah drastis. Mereka segera merebut dan membaca berkas hasil penyelidikan itu. Setiap kali membalik satu halaman, warna wajah mereka semakin memudar. Di bagian akhir, tubuh mereka bahkan gemetar tak terkendali.Saat melakukan semua itu, mungkin mereka merasa wajar. Namun ketika semuanya dicatat dengan rinci, barulah mereka menyadari betapa dalam luka yang telah mereka torehkan padaku.Aku menatap dingin wajah mereka yang penuh penyesalan, dan hanya merasa geli. Saat masih ada kesempatan untuk menyayangi, mereka tidak menghargainya. Kalau sekarang menyesal, untuk siapa penyesalan itu?Aku pun mendorong kursi rodaku, hendak pergi. Namun Santi yang tergeletak tidak jauh dariku tiba-tiba bangkit dan menerjang ke arahku sambil berteriak histeris, “Bukankah
Santi bergegas menghampiri mereka dengan wajah penuh kekhawatiran dan bertanya, “Kakak-kakak, kalian pergi ke mana saja beberapa hari ini?”“Aku benar-benar khawatir pada kalian! Apa Kak Diana sudah kembali? Di mana dia sekarang?”“Aku tahu dia marah karena kalian baik padaku, tapi pergi dari rumah tanpa sepatah kata pun seperti ini sungguh kekanak-kanakan. Kakak-kakak jangan marah, ya.”Mendengar perkataan Santi, ketiga bersaudara itu tidak lagi menunjukkan ekspresi menyalahkan seperti biasanya, malah terlihat agak marah.Santi sedikit panik, tanpa sadar memasang raut wajah menyanjung. “Lagipula Kak Diana sedang sakit, wajar kalau dia jadi agak temperamental.”Wajah Arka langsung berubah. Ia tiba-tiba mencengkeram kerah baju Santi. “Bagaimana kamu tahu Diana sakit? Apa yang sudah kamu lakukan padanya?”Ekspresi Santi sempat terdistorsi sesaat, lalu ia kembali memasang wajah menyedihkan itu.“Kak Arka, aku juga baru tahu. Temanku sedang magang di rumah sakit, dia bilang Kak Diana punya
Beberapa orang itu saling tarik-menarik dengan sangat kacau, namun tetap berusaha mencari celah untuk menerobos masuk ke ruang rawat inap. Keributan yang mereka buat menarik perhatian pasien di kamar-kamar sekitar, akibatnya banyak orang keluar untuk menonton.Aku yang tidak tahan, akhirnya berkata dengan wajah dingin, “Biarkan mereka masuk.”Para pengawal pun berhenti bergerak dan melepaskan tangan mereka.Candra melotot ke arah para pengawal dan berkata dengan angkuh, “Kami ini Keluarga Satria. Siapa tahu nanti salah satu dari kami akan menikahi Diana. Kalian berani bersikap seperti ini pada kami, awas nanti dipecat!”Mendengar itu aku justru tertawa dingin karena kesal. “Pamer kuasa di depan kamarku? Aku bahkan tidak kenal kalian, atas dasar apa aku harus menikahi kalian?”Nando lebih dulu berlari ke hadapanku, mencoba menggenggam tanganku, tapi aku menghindar. Matanya jadi merah, seolah baru saja menanggung penderitaan besar.“Diana, aku sudah tanya dokter. Dokter bilang operasi in
Raut wajah Nando berubah, ia langsung berdiri dan berjalan keluar. Arka dan Candra pun menyadari hal itu, lalu segera bergegas menuju bandara. Mereka harus segera berada di samping Diana, dan menemani Diana melewati masa tersulit untuk menebus dosa mereka kepadanya.…Saat kesadaranku kembali setelah operasi, waktu sudah berlalu tiga hari. Bibi mengenakan pakaian steril dan berjaga di sampingku. Begitu melihatku bangun, air matanya langsung jatuh.“Diana, sakit tidak?”Aku menyeringai sambil tersenyum. “Kalau masih bisa hidup, berarti tidak sakit.”Bibi tertawa kecil sambil menangis, lalu berkata, “Diana pasti panjang umur!”Operasinya sangat berhasil. Dokter mengatakan aku mungkin akan mengalami kehilangan ingatan, tetapi untuk sementara semua orang yang kulihat masih kukenal. Meski memang terasa ada beberapa hal yang tidak bisa kuingat, aku juga tidak berniat mengingatnya kembali. Bahkan, aku merasa melupakan semuanya justru membuatku lebih bahagia.Setelah melewati masa kritis, aku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.