Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Setelah aku menolak mendonorkan hati untuk kakakku, ibu dan ayah malah mengirimku ke tempat tidur anak konglomerat Kota Jakata. Katanya, pria itu sosok yang dingin dan sulit didekati karena sudah punya pujaan hati. Semua orang menunggu kehancuranku, tapi tidak ada yang menyangka kalau dia justru akan memanjakanku setinggi langit. Selama tiga tahun menikah, dia selalu suka bermesraan denganku di berbagai tempat. Saat aku pergi ke kamar mandi pun, dia akan mengikutiku dan menekanku di atas wastafel. Kami juga tidak pernah pakai pengaman, tapi aku tidak kunjung hamil. Sampai akhirnya aku mengira diriku hamil dan pergi ke rumah sakit untuk periksa, lalu tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan dokter. "Andi, tiga tahun lalu kamu nyuruh aku mindahin sebagian hati Cintaya secara diam-diam ke kakaknya, sekarang kamu malah nyuruh aku bohongin dia kalau dia mandul bawaan. Kok kamu tega banget sih berbuat sekejam itu sama wanita yang cinta kamu?" "Mau gimana lagi, hati Chika nggak bagus kondisinya. Kalau dia nggak bisa punya anak, aku takut dia bakal menderita di keluarga suaminya nanti, cuma hati Cintaya yang cocok sama dia." Suara pria yang sangat akrab itu terdengar dingin dan asing. Ternyata cinta dan perlindungan yang selama ini sangat aku percayai hanyalah penipuan belaka. Kalau sudah begini, aku mending pergi saja.
11.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 437 fois en tant que adudu pakai kacamata
Read
+Librairie
Nona CEO Looking for Love

Nona CEO Looking for Love

Hayu Ayaka
Kesuksesan yang datang di usia muda, membuat Isyana Akleema bergelimang harta. Jabatan sebagai seorang CEO wanita muda berbakat, membawa dirinya masuk dalam jajaran perempuan terkaya dan paling terpengaruh di Indonesia. Sayangnya, hal tersebut membuat ketakutan tersendiri dalam diri sang ibu. Dia meminta dan memaksa Isyana untuk menemukan jodohnya. Setelah terdesak sekian purnama, Isyana akhirnya memutuskan untuk mencari cintanya sendiri. Berbekal alamat dari sang ibu, dia bertekad tinggal lagi di desa neneknya, dan mencari cinta Pemuda di sana. Namun, bukannya bertemu jodoh. Dia juga justru bertemu laki-laki tampan blasteran Indonesia—Kanada yang mendapat julukan bule kampung. Laki-laki itu begitu menyebalkan di mata Isyana. Awal bertemu, sudah membuat Isyana terkenal warga kampung dengan masuknya ia ke dalam selokan irigasi pertanian warga. Hal tersebut membuat Isyana kesal bukan main. Terlebih hari kedua di desa, pagi-pagi buta pemuda itu mengetuk pintu rumah Nenek Isyana untuk melamar kerja sebagai sopir pribadi. Asher Kalandra Miller, begitu nama dari pria bule tersebut. Dia tidak bisa mengendarai motor, oleh sebab itu saat tahu ada warga yang memiliki mobil, dia tidak segan untuk melamar sebagai sopir. Berharap diterima dan dia ada pemasukan selain dari pensiunan sang ayah. “Aku ingin melamar.” “Ah iya Nenek terima, maharnya bagaimana?” “Ah, harus ada mahar?” “Loh, nikahi cucu saya harus pakai mahar. Masa gratisan?” “Bukan menikah Nek. Tapi jadi sopir cucu Nenek, boleh?” Apa Asher diterima menjadi sopir Isyana? Dapatkan Isyana menemukan cinta sejatinya? *** IG : @ayakalibrary
104.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 127 fois en tant que adudu pakai kacamata
Read
+Librairie
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
4.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 118 fois en tant que adudu pakai kacamata
Read
+Librairie
Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suasana lounge hotel bintang lima itu riuh, namun suara ketawa Rhea adalah yang paling nyaring. Dengan segelas wine di tangan kanan dan gaun hitam yang memamerkan bahu mulusnya, Rhea sedang menjadi pusat perhatian. ​"Kalian tahu kenapa pria suka pakai dasi?" Rhea mengerling nakal ke arah teman-teman kantornya. "Supaya kalau mereka terlalu banyak bicara di ranjang, kita punya pegangan untuk menarik mereka lebih dekat... atau membungkam mereka." ​Ledakan tawa pecah. Pria-pria di meja itu menatap Rhea dengan tatapan lapar sekaligus kagum. Mereka menjuluki Rhea sebagai 'Si Singa'—wanita energik yang bicaranya berani, mesum dalam konteks bercanda, dan seolah-olah sudah khatam urusan ranjang. ​Namun, saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, senyum itu memudar begitu Rhea melangkah masuk ke mobilnya. ​Di rumah, suasana hening. Rhea masuk ke kamar, menemukan Gavin sudah menunggunya. Tanpa kata-kata romantis, Gavin menariknya ke tempat tidur. Rhea mencoba membalas, mencoba menjadi 'Singa' yang diinginkan dunia, namun Gavin hanya fokus pada area sensitif Rhea dengan tangannya. Dingin. Terburu-buru. ​Rhea mendesah, namun matanya menatap langit-langit kamar yang kosong. Saat ia hampir mencapai puncak, Gavin menarik tangannya. Pria itu mencium keningnya sekilas—ciuman yang terasa seperti formalitas—lalu berbalik membelakangi Rhea. ​"Mas... tidak bisakah malam ini kita... melakukannya?" bisik Rhea parau. ​"Aku capek, Rhea. Lagipula, bukankah ini sudah cukup membuatmu puas?" jawab Gavin tanpa menoleh. ​Rhea terdiam. Di luar dia adalah predator, tapi di kamar ini, dia hanyalah mangsa yang kelaparan akan kasih sayang yang utuh. Ia tidak tahu, bahwa di balik punggung Gavin, sebuah rahasia besar tersimpan di dalam ponsel yang disembunyikan suaminya di bawah bantal.
210 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 7 fois en tant que adudu pakai kacamata
Read
+Librairie
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
1.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 33 fois en tant que adudu pakai kacamata
Read
+Librairie
Dernier
1
...
67891011
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status