Mabuk Janda
"Colok sendiri pakai alat pemuas, kalau tidak sama lelaki yang lebih mudah. Entah itu tukang becak, kuli, atau yang lain."
Aku berdecak mendengar penuturan wanita ini. Memang kalau kebutuhan sudah mendesak, apapun akan dilakukan supaya bisa tersalurkan. Apalagi sepertinya wanita itu tidak malu-malu untuk menunjukan birahinya terhadap laki-laki. Kalau sudah begini, tidak perlu ditarik ulur, langsung sikat saja, batinku.
"Terus ibu maunya saya gimana?" Aku bertanya ke intinya. Wanita itu tidak menjawabnya langsung. Dia menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat. Kemudian beringsut duduk di sampingku.