Hajatan di Rumah Ibu
“Nan, tolong bantu Ami bersiap ke sekolah nanti, ya! Ibu minta tolong. Oh iya, tadi Ibu sudah bikin sarapan untuk kalian. Jangan lupa dimakan! Maaf, Ibu cuma bisa masak nasi goreng, sisa nasi tadi malam. Enggak apa-apa, kan?”
“Enggak apa-apa, Bu. Adnan suka nasi goreng buatan Ibu. Hati-hati di jalan, Bu!” ujar Adnan dengan senyum kecil, sebelum menyalimiku. Malik pun ikut-ikutan menyalimiku dengan hangat.
Sebelum benar-benar melangkah pergi, aku kembali mengingatkan mereka agar tidak bermain api saat aku tidak di rumah, juga untuk mengunci pintu dan tidak membukanya untuk orang asing.
Hot Chapters