Castle
Dia tampak senang memiliki teman baru, sama halnya denganku.
"Namaku Jane."
Kami berpisah, setelah ibu kami menghampiri kami. Aku melambaikan tangan kearahnya, dan dia membalasnya. Besoknya aku akan menemuinya lagi. Aku sudah berjanji padanya.
Namun, rencana itu semuanya sirna. Malamnya keluargaku semuanya dibunuh oleh beberapa orang. Mereka utusan dari kastil yang ingin menguasai daerah ini. Padahal ayahku membangun rumah ini dengan tujuan agar terhindar dari penduduk lain. Dengan kata lain, ayahku mengasingkan diri dari orang lain. Rumahku berada di dalam hutan, sangat sulit untuk masuk kesini. Setelah menaiki kereta kuda, kami akan berjalan kaki sampai rumah. Jalan yang ditempuh untuk sam
Hot Chapters