Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hello Mommy

Hello Mommy

Tak mau berbagi dengan siapa pun. “Mama kenapa sudah di rumah?” Kafi yang sedang makan teringat dengan sesuatu. “Mama tidak enak badan tadi. Jadi akhirnya pulang.” “Apa mau Kafi antar ke dokter?” tanya Kafi. “Tidak perlu. Tadi Mama sudah minum obat. Mungkin hanya butuh istirahat saja.” Kafi mengangguk mengerti. *** Hari libur seperti ini rumah cukup ramai. Pagi-pagi Gemma sudah bermain dengan Rivans di taman belakang. Menemani adiknya yang sedang berjemur itu.
9.961.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
My Light

My Light

Namun, tidak memungkinkan beberapa dari mereka masih ada—sekadar untuk mengobrol. Benar saja, saat melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Masih agak ramai, parahnya lagi keluarga yang amat tidak ingin ditemui oleh Rafan masih ada. Rafan terus berjalan, mulai menganggap sekitarnya tidak ada siapapun.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
My Imagine

My Imagine

Ia duduk di kursi di depan Herra. "Perkenalkan nama saya Bulan Salka. Saya juga seorang pengguna aplikasi 'My Imagine', tapi sekarang tidak lagi," jawab wanita bernama Bulan itu. "Kamu juga menggunakannya? Terus bagaimana kamu tau kalau itu adalah Imagine?" tanya Herra kembali.
96.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Because I'm Pregnant

Because I'm Pregnant

Tidak lupa pula Nasya mengembalikan kunci apartemen pada sang pemiliknya, karena mulai saat ini ia akan tinggal bersama Ayah dan Ibu di kampung halaman. Melewati salam perpisahan dengan tetangga sebelah apartemen, semuanya berjalan lancar. Dia tersentak ketika merasakan getaran di ponsel yang ia pegang, pesawat belum lepas landas jadi masih bisa untuk melakukan panggilan sebentar saja. "Halo Ibu?" "Apa kamu sudah lepas landas? Ibu sudah menyiapkan banyak makanan." Suara sang Ibu terdengar begitu semangat.
9.728.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 691 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
The Gray Silhouette of Love

The Gray Silhouette of Love

Tempat yang bisa menyapu pikiran keruhku akan semua toxic cinta ini. "At home?" aku mengirim pesan itu. "Ya" balasnya cepat. Aku tersenyum ceria. Aku menemukan tempat untuk berteduh dari panas ini. "See you soon" *****
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai i'm home
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Wika Cahaya
Bagi para reader "d-grey sillhouette of love" karena bab awal unlock yg terlalu panjang hingga babnya jd malah, bisa langsung loncat ke bab 35... yang chapternya sudah lebih pendek. Thank for your support guys! Bless you all.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Nafkah Nasi Aking

Nafkah Nasi Aking

(POV Risa) Bosan rasanya selama sepekan lebih aku hanya berdiam diri di rumah. Aku ingin berjualan lagi, namun bu Imah melarangku karena khawatir jika aku masih belum sembuh total. Di dalam rumah, aku menyibukkan diri dengan aktivitas yang aku bisa. Aku menyapu rumah, dan menyiram tanaman bunga kesayanganku. Tin ….
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Home

Home

--- "I let my heart close and I know it's not the right thing to do. But I'm afraid, afraid of what could happen if i let you enter my home." quotes by floribel. ---
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Maaf, Ma. Tadi Aira masih di jalan pulang.” “Mama tidak butuh maaf kamu.” Nadanya dingin. “Arsen di mana? Kenapa pesan Mama tidak dibalas?” Aira memilih kata-katanya dengan hati-hati. “Tadi Arsen masih ada urusan kantor, Ma. Sekarang baru sampai apartemen.” “Oh.” Satu kata, datar. “Kalau begitu, nanti suruh dia balas chat Mama.” Ia menambahkan, lebih pelan tapi tegas, “Jangan biasakan mengabaikan grup keluarga.”
10650 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

Pagi menyapa dengan suasana yang ganjil di kediaman Adrian. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela ruang makan terasa tidak mampu menghangatkan atmosfir dingin yang menyelimuti meja makan. Arini duduk dengan tenang, jemarinya dengan anggun mengaduk teh hangat di hadapannya. Pipi kirinya yang membiru kini tertutup oleh lapisan concealer yang tebal, namun denyut perihnya masih terasa setiap kali ia menggerakkan bibir.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai i'm home
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status