Adinda
sergah Giyo.
Degan berat hati dia menurunkan kekasihnya dari atas pangkuan kokohnya. Lalu membuka kan pintu depan. Seorang pemuda kira-kira berusia 16 tahun berdiri dengan keretek di tangannya. Remaja itu tersenyum pada Giyo, yang terlihat muram karena suasana romantisnya dirusak.
“MASUK!” perintah Giyo.
“’Loh, ada Kakak juga ternyata,” ujarnya seakan terkejut melihat Adinda duduk di atas kursi dengan kedua kaki yang dinaikkan, seraya menggeser layar telepon genggamnya.
الفصول الرائجة