Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Unperfect Marriage

Unperfect Marriage

bigelbul
“Kenapa?” tanya Bigel saat Hasbi memilih tidak bersuara lagi, tapi fokusnya selalu pada leher Bigel. “Apa yang Mas lihat?” Hasbi menundukkan kepalanya dan seraya mendekat hingga membuat batasan tipis antara wajahnya dan juga wajah Bigel. “Aku, rindu ini.” Bigel tidak dapat berkutik untuk sesaat, tapi sekaligus jantungnya berdebar tidak karuan. Menurutnya, bukankah ini kesempatan agar Hasbi semakin terikat padanya? Cup! Bigel mencium bibir Hasbi lebih dulu, sekilas untuk membuat adrenalin pria itu semakin menggebu-gebu memakan Bigel. “Bigel.” “Jika lebih dari ini, kau mungkin tidak jadi ke kantor lagi.” “Tidak masalah,” sungutnya dengan napas turun naik menerpa permukaan wajah Bigel. “Yakin? Bagaimana jika aku menginginkanmu untuk diriku sendiri setelah ini?” *** Hasbi memejamkan matanya sebentar, laru menatap lembut pada Irasya. “Pulanglah, kepalaku sedang pusing untuk mencerna semuanya. Kita bicarakan nanti saja. Ada yang lebih penting untuk aku urus saat ini.” Ketika Hasbi hendak berbalik, Irasya menahan lengannya lagi dengan kuat. “I-itu Bigel, kan? S-sesuatu yang penting?” Tanpa ragu, Hasbi mengangguk sebagai jawaban. “A-aku hamil, anakmu, Hasbi.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Kontraksi itu seakan merobekku menjadi dua. Penglihatanku pun mulai kabur. Suamiku, Rendi, adalah Sang Ketua, seorang pemimpin keluarga mafia yang menguasai Kota Celion, menggenggam tanganku. Mata gelapnya menyala dengan penuh cinta. "Sebentar lagi, Sayangku. Kau akan segera bertemu bayi kita." Keringat mengalir deras di wajahku. Aku masih ada kekuatan untuk tersenyum padanya. Lalu, seorang perawat masuk. Dia memegang sebuah jarum suntik. Kupikir itu untuk menghentikan rasa sakit. Namun, tangan Rendi terlepas. Dia mundur selangkah. Jarum itu menancap di lenganku. Aku mendengar suara Rendi yang dingin seperti baja. "Berikan dia suntikan dengan hati-hati. Dia harus bertahan sampai tengah malam. Tidak boleh semenit pun lebih cepat. Tunggu sampai Karin melahirkan terlebih dahulu." Saat itulah, aku baru tahu kalau dia berpikir aku menikahinya karena uang. Dia menunda persalinanku. Semua demi aturan Keluarga Ferano yang gila, bahwa putra pertama yang lahir adalah pewaris berikutnya. Rasa sakit menyiksaku. Aku mencoba meraihnya. Air mata mengalir di wajahku. Aku memohon padanya untuk berhenti. Dia hanya menggigit bibir dan suaranya sedingin es. "Kakakku sudah mati. Karin mengandung satu-satunya ahli waris. Kau harus melakukan apa yang diperintahkan. Kau dan anakmu tidak boleh mencuri hak warisnya." Obat itu masuk ke pembuluh darahku. Remasan hebat di perutku terasa seperti tangan tak terlihat, dan tiba-tiba saja … berhenti.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli

Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli

Setelah didorong oleh cinta pertama suamiku dari tangga, aku mengalami keguguran anak kedua dan akhirnya mati di sudut tangga rumah sakit pribadi milik Grup Dariawan. Menjelang ajal, putraku yang berusia enam tahun menangis sambil memohon pada ayahnya untuk menyelamatkanku. Untuk pertama kalinya, Ridwan hanya mencibir. "Sekarang ibumu pintar ya, pakai anak untuk berlagak pura-pura menyedihkan demi menipuku." Setelah itu, dia malah menepis tangan anakku dan pergi tanpa belas kasihan sedikit pun. Kedua kalinya, anakku mengatakan aku terus mengeluarkan banyak darah. Ridwan hanya berkata dengan jengkel, "Jangan berlebihan, cuma keguguran saja, bukan masalah besar. Dia itu memang paling manja!" Ridwan bahkan mengusir anakku, lalu memerintahkan dokter agar tidak boleh ada seorang pun yang merawatku. "Semua gara-gara aku terlalu memanjakannya. Kalau nggak merasakan penderitaan, dia nggak akan pernah tahu kesalahannya." Terakhir kalinya, anakku berlutut di depan Mariana sambil terus-menerus memohon. Ridwan murka dan memerintahkan pengawal untuk melempar tubuh mungil anakku yang penuh luka keluar dari ruang rawat, serta membiarkannya menjadi bahan tertawaan. "Kalau berani mengganggu Mariana lagi, aku akan segera mengusir ibumu dari Keluarga Dariawan dan dia nggak boleh bertemu denganmu selamanya!" Anakku merangkak kembali ke sisiku dengan meninggalkan bekas darah yang panjang di lantai. Kali ini, keinginanmu tercapai ... aku dan anakmu sudah menjadi mayat yang dingin. Seumur hidup, takkan pernah lagi bertemu denganmu.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Garis Keturunan yang Tercemar

Garis Keturunan yang Tercemar

Aku hamil delapan bulan. Satu kontraksi serasa seperti sebilah pisau yang merobek tubuhku. Namun suamiku, Darren sang bos mafia, menolak membawaku ke rumah sakit. Anggi, istri dari mendiang kakaknya, juga sedang menunggu waktu melahirkan. Untuk membuka jalan agar dia bisa melahirkan lebih dulu, Anggi menunjukkan apa yang disebut-sebut sebagai bukti perselingkuhanku, bersikeras bahwa anak yang kukandung tidak memiliki darah Keluarga Pandita. Karena pewaris Keluarga Pandita haruslah cucu laki-laki pertama yang lahir. Darren memercayainya. Dia mengurungku di sebuah gudang anggur tua yang terbengkalai. "Jangan sedetik pun kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Dengar baik-baik. Kamu nggak akan melahirkan anak haram itu sebelum aku memastikan sendiri garis darahnya." "Anak Anggi berdarah murni. Aku harus memastikan anaknya menjadi cucu laki-laki pertama keluarga ini." Aku berusaha mati-matian untuk menjelaskan semuanya. "Air ketubanku hampir pecah! Aku mohon, bawa aku ke rumah sakit! Dia anakmu! Aku bersumpah demi nyawaku!" "Aku nggak akan pernah memperjuangkan posisi pewaris! Aku cuma ingin bayiku selamat!" Darren menendangku dan melirikku dingin. "Siapa yang tahu kalau nanti kamu berubah pikiran? Jangan khawatir. Aku akan kembali setelah Anggi melahirkan. Saat bayi itu lahir, aku akan melihat sendiri siapa ayahnya." Beberapa saat kemudian, ketika dia menatap bayi yang menangis di pelukan Anggi, barulah dia teringat padaku. Namun, salah satu anak buahnya datang melapor dengan suara gemetaran. "Bos, Nyonya ... dan anaknya .... Mereka berdua sudah meninggal."
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Nyonya, Tuan Presdir Sedang Mencari Putrinya

Nyonya, Tuan Presdir Sedang Mencari Putrinya

Flora hancur. Ia pergi membawa luka dan sebuah rahasia besar—bahwa ia tengah mengandung anak Nathan yang kini berusia empat bulan dalam kandungannya. Tak ingin anaknya tumbuh dalam lingkungan penuh kebencian, Flora memilih untuk diam dan menghilang. Ia pindah ke sebuah desa terpencil bersama neneknya yang bernama Marlina, yang kini sudah rentan berusia 72 tahun, lalu melahirkan seorang bayi perempuan cantik dan manis yang ia beri nama Nayla, dia putih bermata khas seperti ayahnya. Flora Andini, seorang wanita yang kini berusia 24 tahun dan tubuh mungil itu harus membesarkan Nayla dengan penuh kasih sayang, menjalani kehidupan sederhana sebagai petani, meskipun hidup dalam keterbatasan, namun damai. Tiga tahun berlalu. Kehidupan Flora tampak tenang meski sering kali dihimpit kesulitan ekonomi. Nayla, putrinya, tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas dan manis. Namun, takdir kembali mempertemukannya dengan masa lalu. Perusahaan Marshall Group membuka sebuah proyek besar di dekat desa tempat Flora tinggal. Nathan turun langsung untuk meninjau proyek tersebut dan tanpa sengaja ia melihat Flora bersama Nayla. Seketika hatinya terusik—wajah Nayla terlalu mirip dengannya. Terlalu familiar untuknya. Didorong oleh rasa penasaran yang besar, Nathan meminta asistennya untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan itu mengguncang hatinya: Nayla adalah anak kandungnya. "Nayla anakku, bukan anakmu! Ia bukan bagian dari keluarga Marshall!” seru Flora di malam itu, setelah Nathan mengembalikan Nayla yang sempat menghilang selama hampir 24 jam. Peristiwa itu membuat Flora dan neneknya panik bukan main. “Dia anakku, Flora! Kau tak bisa terus mengelak!” Nathan membalas dengan nada tinggi. “Bagaimanapun, darahku mengalir di tubuh Nayla. Ia adalah darah dagingku!”
652 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
A BABY GIRL OF BILLIONAIRE

A BABY GIRL OF BILLIONAIRE

Di_evil
"Bayi ini adalah anakku. Dan, kau adalah wanita yang sudah mengandung darah dagingku." Rosen Green langsung mempererat dekapannya pada sosok kecil Jassie, dalam gendongannya. Kepeningan di kepala menghantam Rosen semakin besar saja. Bahkan, membuatnya tak bisa berpikir. "Miss Rosen, apa kau tidak ingat kita pernah tidur bersama? Walau hanya satu malam?" Rosen segera mengangguk. "Aku masih ingat, walau aku lupa kapan tepatnya." "Tapi, sungguh. Aku tidak pernah mengandung seorang bayi. Aku belum hamil sama sekali." "Bagaimana bisa aku punya anak darimu?" Rosen melengkingkan suara karena rasa terkejutnya sendiri. "Aku yakin kau bukan orang gila, Mr. Ryder." "Bayi ini diletakkan di depan pintu rumahku, bukan aku yang melahirkannya. Aku juga tidak per--" "Kau bebas mengelak sekarang, Miss Rosen. Aku tidak akan memaksamu mengakui jika bayi ini adalah anakku, kalau kau merasa berat." "Aku akan tetap bertanggung jawab atas bayiku. Bagaimana pun juga, dia akan menjadi pewaris utama bisnis-bisnisku." "Sebagai ibu dari bayiku, kau akan mendapatkan bagian juga, Miss Rosen. Asalkan kau mau sepakat membesarkan bayi kita bersama-sama." Rosen kembali terkejut. "Kau akan mengajakku menikah?" Dilontarkan kesimpulannya. Tanpa menunggu jawaban Ryder Davis, kepala digeleng-gelengkan. "Tidak. Aku tidak bisa." "Aku tidak melahirkan anakmu, Pria Gila!" …………. Kehidupan Rosen Green berubah total, setelah ada seorang bayi perempuan ditinggalkan di depan rumahnya. Rosen mendapat tuduhan dari Ryder Davis, bahwa ia sudah hamil dan melahirkan bayi pria itu. Memang, mereka berdua pernah tidur bersama dan terlibat percintaan panas satu malam. Namun, Rosen belum pernah mengandung sama sekali. Ingin dielaknya prasangka Ryder, akan tetapi saat pria itu menawarkan kesepakatan yang sayang ia lewatkan. Rosen memutuskan bersandiwara. Ryder tak hanya memberikan kehidupan mewah padanya. Namun, mereka kembali cocok berbagi kehangatan di atas ranjang, bersama.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Anak Kembar yang Kau Tinggalkan

Anak Kembar yang Kau Tinggalkan

"Anak saya baru berusia enam belas tahun, dan dia hamil! Saya minta pertanggungjawaban nak Diaz!"  Seorang lelaki berumur kisaran empat puluh tahun terduduk dengan wajah kusut dan tatapan penuh luka juga kecewa. Karena anak gadisnya yang selama ini dia jaga telah terenggut kesuciannya oleh kakak kelas di sekolahnya. "Anak saya menghamili putri, Anda?" Ibu dari Diaz tersenyum smrik dengan tatapan meremehkan. Dia tidak akan menyangkal, sebelumnya Diaz memang sudah mengakui kesalahannya yang menodai seorang gadis demi taruhan bersama teman-temannya. Ibu Diaz menatap gadis muda yang terduduk dengan kedua tangan gemetar, saling mengait dan bertumpu di paha. wajahnya kusut dengan mata sembab. Penampilannya begitu sederhana, memakai kaus pendek dengan bawahan rok selutut. Rambutnya sebahu yang tergerai semrawut, namun tidak mengurangi aura cantik dan manisnya.  "Baik, kami akan bertanggung jawab!" Ibu Diaz mengambil sebuah amplop dari dalam tas yang sudah dia siapkan.  "Amplop ini berisi uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Saya memberikannya secara cuma-cuma, terserah kalian akan gunakan untuk biaya menggugurkan kandungan atau untuk melahirkan anak itu! Yang jelas, Diaz tidak akan menikahi anak Anda!" tegas Ibu Diaz. "A--apa?  Bagaimana mungkin Anda tega melakukan ini? Bagaimana pun benih yang anak saya kandung adalah cucu, Anda!"  "Hey, Orang Miskin! Kamu pikir saya tidak tahu? Kalian menuntut tanggung jawab agar anak saya menikahi dia demi keuntungan kan? Jangan mimpi bisa hidup enak karena menjebak orang kaya untuk menikahi anakmu! Sekarang pergi!" usir wanita itu dengan wajah garang dia bahkan menyuruh seorang satpam untuk menyeret si gadis dan bapaknya keluar rumah.  "Pergi!" titah satpam dengan mendorong mereka sampai terjatuh di pelataran rumah.  "Bapak? Ba--pak, kenapa, Pak?" Gadis itu menangis histeris ketika melihat bapaknya tiba-tiba sesak napas lalu tak sadarkan diri.  "Bapaaak!" 
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status