Mag-log in"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard." Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?" Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily. Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!" Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat. Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang. "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta." Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir." Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu?"
view more私は今、窓口で200万円を越える大口現金取引の対応をしている。400万円……私の銀行員としての年収を遥かに上回る額で、指先が震え手に汗が滲んだ。札束の重みが掌にずっしりと伝わり、息を潜めながら一枚一枚丁寧に数える。顧客の視線が背中に刺さるように感じ、ミスは許されない緊張が全身を支配する。こんな大金を日常的に扱う世界があるなんて、入行した頃は想像もしていなかった。
「こちらの申込用紙にお名前、ご住所、連絡先と……あと……、なんでしたっけ?」
隣の同僚に聞いても素っ気ない態度で「係長にでも聞いてくれば?」と顎でしゃくった。私は慌てて立ち上がり、椅子は大きな音を立てて床に倒れた。クスクスと失笑が頭上から降ってくる。私は同僚にウケが宜しくない。葛城株式会社社長夫人という肩書も、ここではただの新入り扱い。一人の私を妬み、要するに虐められている。大人のイジメは陰湿だ。誰も表立って敵対しないのに、視線と小さな仕草でじわじわと追い詰めてくる。400万円の札束を前に震えていた指が、今度は恥ずかしさで熱くなった。
「運転免許証かマイナンバーカード……パスポートでも結構ですので、お顔が確認出来るものを」
男性はマイナンバーカードを差し出した。卯月真広、30歳。夫の忠則と同い年なのに、どこか落ち着いた大人の色気がある。いや……ただ単にマザコンの忠則がいつまでもガキっぽいだけなのかもしれない。
「ご職業は?」
「会社員だ」端正な顔立ちに深く澄んだ湖のような声色が重なる。思わず聞き惚れてしまい、頷くのが遅れた。
「失礼ですがご利用目的をお伺いしても宜しいですか?」
「売買……」 「はい?」卯月様は一瞬視線を逸らし、すぐに「自動車を購入する」と訂正された。声が少し上ずっている。400万円もの現金を車購入のためだけに持ち歩くものだろうか。ちょっと怪しい。胸の奥に小さな棘のような違和感が刺さった。
「ありがとうございます」
100万円の入った封筒がカウンターに山積みになる。次々と積み重なる札束の山が、まるで私を嘲笑うようにそびえ立つ。彼は持参したアタッシュケースを開くと、ぞんざいに札束を掴んで放り込み、ガチャンと蓋を閉めた。金属の音が静かな窓口に響き、周囲の視線が一瞬こちらに集まる。私は精一杯の笑顔を作ったが、脇の下には汗が滲んでいた。早くここから立ち去って欲しいと心から願った。
ところが卯月様はグラサンを掛け、私の顔をじっと覗き込んだ。レンズ越しの視線が鋭く、まるで心まで見透かされるようだった。
「あんたが葛城美穂子さんか?」
「は、はい。私が葛城でございますが……なにか不手際でもございましたでしょうか?」心臓が耳元でどくどくと鳴り、息が浅くなった。背中に冷や汗が一筋、ゆっくりと伝うのがわかる。
「いや、確認したまでだ」
取引が終わると、営業課長が係長と連れ立ちカウンターから飛び出してきて、卯月様に深々と頭を下げた。「ありがとうございました」私は黒いカラスのようなスーツの背中が遠ざかるまで、息を詰めて見送るしかなかった。この取引の違和感が、胸の奥で重く沈殿していく。なぜ私の名前を知っていたのか。その一言が、頭の中で何度も反芻される。
銀行の窓口が閉まり、シャッターがガラガラと下ろされ1日の終わりを告げる。私はインカムを外し、緊張で凝り固まった首をゆっくり回す。
窓口業務の同僚たちは挨拶もなしに椅子から立ち上がり、さっさと更衣室へ向かった。他の行員や上役には満面の笑みで「お疲れ様です」と会釈するのに、私には視線すらくれない。
私は彼女たちにとって見えない存在なのだろう。孤独感が胸を鋭く刺す。今日の卯月様の取引、あの「確認したまでだ」という一言が頭から離れない。誰かに話したいのに、誰も振り向いてくれない。この支店で、私は本当に一人きりだ。
そして案の定、ロッカールームの扉には一枚の落書きが貼られていた。黒いスーツ姿の男性とポニーテールの女性がキスをしている。幼稚すぎて言葉も出ない。卯月様と私を重ねたつもりなのだろう。嫉妬と嘲笑が混じった下品な落書きに、胸がざわつく。
私はコピー用紙を引き剥がし、力を込めてグシャグシャに丸めた。ゴミ箱に投げ込むとき、指先が震えた。そこには私の悔しさと、誰にも見せられない涙が積み重なっている。
同僚たちのクスクス笑いが背中に残り、今日の違和感と屈辱が1つに絡みつく。
Setelah memastikan bahwa luka Alice tidak serius, Liana menyerahkannya kepada Kian dan langsung pergi ke ruang kerja. Dia baru keluar setelah tengah malam.Dari tadi, Kian telah menunggu Liana di luar. Melihat Liana masih marah, dia berkata dengan khawatir, "Liana, biarkanlah aku melakukan sesuatu.""Kamu sudah membantuku dengan menjaga Alice. Ini adalah sesuatu yang harus kulakukan sendiri." Liana tidak ingin melibatkan Kian.Kian pun memeluk Liana dalam diam.Tidak ada perusahaan yang benar-benar bersih. Dalam lima tahun terakhir, Liana telah membantu menangani banyak urusan perusahaan. Terutama setelah Emily kembali, waktu yang dihabiskan Leonard di kantor tidak sampai dua jam sehari. Dia selalu menangani semua dokumen yang diperlukan dari jarak jauh. Jadi, sangat mudah baginya untuk menimbulkan sedikit masalah bagi Leonard.Kian meliburkan Liana dari pekerjaan perusahaan, juga mencoba menyelesaikan pekerjaan dengan cepat setiap hari agar bisa pulang untuk menemaninya. Dia memindahk
Sesampainya di rumah, Liana sudah lumayan sadar dari mabuknya. Dia memperhatikan Kian menidurkan Alice, lalu duduk di depannya."Kalau sedih, nangis saja." Kian membuatkan air madu untuk Liana, lalu dengan penuh perhatian membuka sebungkus tisu baru.Liana tidak ingin menangis. Tidak ada yang perlu ditangisi. Dia hanya ingin bertanya, "Kamu yang suruh Alice panggil kamu papa?" Kian mengangguk. "Emm. Aku nggak tahan lagi lihat orang itu, tapi kamu melarangku ikut campur. Jadi, aku cuma kepikiran solusi itu. Kalau kamu nggak senang, aku akan suruh Alice jangan panggil aku begitu lagi." Solusi apanya! Itu jelas-jelas adalah pukulan psikologis.Kata-kata Alice mengenai "Papa nggak pernah buat Mama sedih" terus berputar di pikiran Liana. Dia menatap Kian yang lembut dan penuh perhatian, lalu berujar, "Kamu suka dipanggil begitu, sedangkan dia juga bersedia panggil begitu. Ya biarkan saja dia lanjut panggil begitu."Untuk sesaat, Kian masih belum tersadar. Setelah beberapa detik, dia terli
Liana yang tadinya bersandar pada Kian sambil tersenyum tiba-tiba bersikap dingin dan menjaga jarak ketika melihat Leonard. Melihat hal ini, hati Leonard dipenuhi perasaan campur aduk, seperti bumbu yang tidak sengaja ditumpahkan. Dia masih tidak percaya bahwa Liana benar-benar mampu merelakan hubungan yang telah mereka jalin selama lima tahun."Liana, kamu benar-benar sudah yakin? Kamu mau kita jadi orang asing?" tanya Leonard."Leonard, kalau otakmu bermasalah, pergilah ke rumah sakit. Apa aku terlihat seperti orang yang ingin melanjutkan hubungan ini?" Nada Liana dipenuhi dengan rasa jijik yang tak tersembunyi. Apakah dia belum menunjukkannya dengan cukup jelas, sehingga Leonard masih tidak percaya bahwa dia ingin memutuskan semua hubungan dengan Leonard?Leonard merasa hatinya bagai disayat pisau. "Lalu, apa arti kebersamaan kita selama lima tahun terakhir? Kamu bilang kamu menyukaiku dan mau bersamaku. Kamu selamatkan aku dari kecelakaan, juga merawatku waktu aku sakit.""Selain i
Rumah Kian tidak jauh dari perusahaan, hanya sekitar sepuluh menit berkendara. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi didekorasi dengan sangat hangat.Alice sangat menyukai sofa besar di ruang tamu. Dia berguling-guling di atasnya dan enggan untuk bangun."Mama, boleh nggak kita tidur di sofa malam ini?" tanya Alice dengan penuh harap."Boleh. Aku akan ambilkan selimut untuk kalian," jawab Kian. Kemudian, dia masuk ke kamar untuk mengambil selimut.Setelah berguling-guling di sofa lagi, Alice berseru dengan sangat kuat, "Terima kasih, Paman Kian! Paman Kian benar-benar baik!" Liana memandang Alice. Ketika baru mengadopsi gadis kecil ini, Alice masih sangat pemalu dan selalu menempel padanya, juga merasa tidak aman tanpa dirinya. Akhir-akhir ini, Alice dirawat dengan sangat baik dan menjadi jauh lebih berani. Kadang-kadang, ketika Liana sibuk, dia akan pergi mencari Kian sendiri."Kamu suka sama Paman Kian?" tanya Liana mencubit pipinya.Alice mengangguk tiada henti. Kemudian, dia berb
Liana berbalik dan pergi dengan tegas.Leonard tidak bisa masuk ke gedung perusahaan dan hanya bisa menunggu di lantai bawah.Kian secara khusus menyuruh sopirnya menurunkan Alice dari tempat parkir samping, sekaligus memberi tahu Liana, "Leonard sepertinya lagi cari tempat tinggal di kompleks apart
"Terima kasih," kata Liana kepada Kian.Kian menatapnya. "Liana, barusan ....""Seperti yang kamu lihat. Aku dan Leonard sudah hidup bersama selama lima tahun, juga punya seorang anak. Terima kasih atas perhatianmu selama beberapa hari terakhir. Besok, aku akan sewa pengasuh. Kamu nggak perlu antar
Mobil berhenti di lantai bawah. Kian keluar lebih dulu, lalu berjalan ke kursi belakang dan membuka pintu. "Kamu gendong Alice saja. Aku akan bantu kamu bawa barang-barangnya ke atas. Boleh?" tanya Kian.Liana melirik kursi belakang yang penuh barang dan menghela napas. "Belanjaannya terlalu banyak
Dengan adanya peluncuran produk baru di perusahaan akhir-akhir ini, Liana yang merupakan asisten Kian menjadi sangat sibuk. Kadang-kadang, dia bahkan tidak sempat menjemput Alice dari TK tepat waktu.Kian tidak sengaja mendengar Liana berbicara dengan guru di telepon. Dia meminta maaf dan mengataka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu