Short
Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

โดย:  Blessyจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24บท
4.9Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard." Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?" Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily. Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!" Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat. Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang. "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta." Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir." Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu?"

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard."

Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?"

Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily.

Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!"

Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat.

Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang, "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta."

Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir."

Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu? Aku tahu kamu mencintai Leonard. Dengan adanya anak kalian, cepat atau lambat, dia akan alihkan perhatiannya padamu."

Bahkan Melisa yang jarang bertemu dengan mereka juga tahu betapa dalam cinta Liana terhadap Leonard. Namun, Leonard malah menganggapnya sebagai wanita licik yang hanya menginginkan keglamoran istri orang kaya.

Rasa pahit muncul di hati Liana, tetapi dia tetap teguh pada pendiriannya. "Kai itu keturunan Keluarga Hadinata. Aku percaya kamu dan Leonard akan memperlakukannya dengan baik. Jadi, aku nggak berniat untuk kembali lagi."

"Baiklah, aku akan aturkan kepergianmu sesuai kesepakatan."

Setelah menerima jawaban positif, Liana akhirnya menghela napas lega. Akan tetapi, kepahitan di hatinya tidak dapat ditekan lagi. Hubungannya dengan Leonard adalah ikatan tragis yang terjalin lima tahun lalu, semata-mata karena dorongan kepentingan.

Saat itu, Leonard dan Emily sedang berada di masa-masa pacaran paling indah. Namun, Emily malah menikah kilat dengan seorang konglomerat di Negara Talvera. Leonard tidak percaya Emily akan mencampakkannya. Dalam perjalanan mengejar Emily yang akan pergi ke luar negeri, dia mengalami kecelakaan mobil dan baru sadar setelah perawatan intensif selama sebulan.

Melisa melarang Leonard untuk bertemu dengan Emily lagi, juga menunjukkan kepadanya video pernikahan Emily.

Leonard tenggelam dalam keputusasaan yang menyakitkan. Dia kecanduan alkohol, suka mengemudi secara ugal-ugalan, dan kehilangan berat badan secara drastis. Intinya, dia seolah-olah tidak menghargai hidupnya.

Berhubung khawatir akan keselamatan putranya, Melisa pun menemukan Liana yang memiliki sedikit kemiripan dengan Emily. Dia secara pribadi menemui Liana dan memintanya untuk menandatangani kontrak.

Tugas Liana adalah mencari cara untuk membuat Leonard berada di sisinya, dengan masa kontrak lima tahun. Dalam lima tahun itu, bukan hanya kariernya yang akan terjamin, tetapi ada juga tim medis terbaik yang akan menangani transplantasi hatinya.

Liana mengidap penyakit hati turunan, tetapi dibesarkan di panti asuhan sejak kecil. Hidupnya yang sulit membuatnya memiliki keinginan kuat untuk bertahan hidup. Jadi, dia setuju.

Setelah menandatangani kontrak dengan Melisa, Liana mulai meniru gaya berpakaian Emily, menciptakan berbagai kesempatan untuk pertemuan tak terduga, bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Leonard dari kecelakaan mobil.

Leonard sebenarnya adalah orang yang sangat setia.

Awalnya, Liana berpikir dirinya tidak akan dapat memenuhi permintaan Melisa. Namun, setelah dia melindungi Leonard dari kecelakaan mobil, lalu memulihkan diri di rumah sakit karena mengalami patah tulang, Leonard tiba-tiba setuju untuk bersamanya.

Saat itu, Liana tidak terlalu memikirkannya. Dia hanya merasa bahwa kegigihannya akhirnya berhasil meluluhkan hati Leonard. Dengan pengaturan Melisa, akta nikah mereka memang palsu, tetapi Liana juga merasa bahwa dirinya bahagia.

Sebulan setelah pernikahan mereka, Liana mengetahui bahwa Leonard setuju untuk bersamanya bukan karena merasa terharu atas kegigihannya, melainkan karena Emily telah mengumumkan kehamilannya di media sosial hari itu.

Liana mengingatkan dirinya untuk tidak menaruh harapan dan hanya perlu memenuhi kesepakatannya. Namun, ketika dia hamil, Leonard sangat gembira, juga menemaninya berhari-hari. Kebahagiaan dan rencana Leonard untuk masa depan anak itu terasa begitu tulus.

Selain itu, Melisa juga mengabarkan bahwa donor hati yang cocok untuk Liana telah ditemukan. Jadi, Liana pun melahirkan anak tersebut.

Awalnya, Liana berpikir bahwa menjalani hidup datar bersama Leonard seperti ini juga cukup baik. Namun, semua itu hancur tiga bulan lalu.

Emily kembali setelah bercerai. Bukan hanya cinta Leonard yang bersemi kembali, tetapi bahkan putra kandungnya juga dengan cepat tertarik pada Emily dan membencinya.

Awalnya, Liana tidak mengerti kenapa lima tahun kebersamaan mereka tidak berarti apa-apa bagi Leonard. Begitu Emily kembali, keberadaannya langsung menjadi sebuah kesalahan.

Liana pernah mempertanyakannya dan meributkannya, tetapi semuanya sia-sia. Perlahan, hatinya pun tenggelam makin dalam dan bagaikan direndam dalam air asin. Sekarang, yang tersisa hanyalah kekecewaan.

"Apa yang kamu lihat?" Tiba-tiba, terdengar suara dingin seorang pria.

Pada saat ini, Liana baru menyadari bahwa ayah dan anak itu telah pulang. Dia menyingkirkan semua pikirannya, lalu mematikan layar tablet dan menjawab dengan santai, "Produk yang direkomendasikan asisten penjualan. Kamu dari mana? Kenapa pulang selarut ini?"

Ketika Leonard berjalan mendekat, Liana segera mencium aroma parfum samar yang sangat lembut. Itu adalah aroma parfum favorit Emily.

"Acara bisnis," jawab Leonard dengan singkat sambil melonggarkan dasinya.

Melihat Leonard yang berbohong dengan santai, Liana juga tidak mempermasalahkannya. Sebaliknya, dia menatap putranya. "Kai, acara minum-minum nggak cocok untuk anak-anak. Kalau Papa ada acara seperti itu lagi, telepon saja aku. Aku akan jemput kamu pulang. Oke?"

Kai mengikuti ayahnya dengan sikap sok dewasa. Dia masih terlalu muda untuk menyembunyikan emosinya. Saat ini, dia memasang tampang tidak sabar terhadap ibunya.

"Aku mau ikut Papa. Ma, bisa nggak kamu jangan terlalu banyak ikut campur?"

Bibir Liana berkedut. Hatinya terasa makin perih. Dia tidak memiliki orang tua. Setelah Kai lahir, dia pun mencurahkan seluruh energinya untuk Kai. Dia bukan hanya menyayangi Kai, tetapi juga mengawasinya dengan sangat ketat dengan harapan Kai bisa tumbuh dengan baik.

Liana melarang Kai makan ayam goreng dan bermain game sampai larut malam, juga menyuruhnya membaca buku di luar pelajaran dan berlatih kaligrafi. Namun, di bawah hasutan Emily dan ketidakpedulian Leonard, semua itu menjadi kesalahan Liana.

Liana mencoba memperbaiki pemikiran Kai. Namun, setiap kali, hasil yang didapatkannya justru bertolak belakang.

Jika itu dulu, Liana pasti akan menceramahi Kai sebentar. Namun, setelah mendengar Kai mengatakan dirinya menginginkan Emily menjadi ibunya hari ini, Liana tidak ingin peduli lagi.

Setelah berganti pakaian, Kai marah lagi. "Mama, apa yang kamu lakukan seharian? Kamu bahkan belum rapikan mainanku!"

Kai mungkin lupa bahwa sebelum pergi bersama Leonard pagi ini, dia yang secara khusus menyuruh Liana untuk jangan menyentuh mainan-mainan itu. Liana meliriknya dan langsung memanggil pembantu untuk merapikan mainan itu. Dia tidak ingin lagi melakukan segala sesuatu secara pribadi.

"Kerjaannya cuma kasih perintah ke pembantu, sama sekali nggak kayak seorang mama, juga nggak selembut dan sebaik Bibi Emily! Andai saja Bibi Emily itu mamaku!"
แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
24
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status