Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku Part 15 POV Rahman Betapa senangnya hatiku hari ini, aku seperti merasa terlahir kembali dengan semua anganku. Bagaimana tidak, Maya membelikan aku mobil keluaran terbaru. Mobil yang selama ini aku impikan akhirnya bisa kudapatkan tanpa harus bekerja keras. Tidak salah memang keputusanku meninggalkan anak-anak dan si Aini, karena setelah aku pergi dari hidup mereka, hidupku menjadi lebih baik lagi.
1019.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin

Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin

tanya Anna. Anak itu mengangguk, "tadi di mimpinya, Ibu bilang kalau Rezki harus jadi anak yang kuat, bisa jagain adik. Terus jadi anak yang pinter dan rajin juga, mukanya mirip banget sama Ibu," ucapnya sembari terus menangis. Anna mengelus rambut anaknya yang sedikit gondrong, "gak gitu Sayang. Ibu gak bakal kemana-mana, mungkin itu nenek kamu."
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Ana tumbuh dengan perut sering lapar, tubuh kurus, dan tatapan iri pada anak-anak lain yang bisa sekolah dengan seragam rapi. Sementara itu, setiap kali ibunya menatap wajah Ana, ia hanya bisa menangis. Bukan karena menyesal telah melahirkannya, melainkan karena tak sanggup memberi kehidupan yang layak. Di kala sakit, ibunya sering berbisik, “Nak… kau tidak salah. Yang salah itu ayahmu. Dia hidup bahagia… sementara kita menderita. Suatu hari nanti, kau harus menuntut hakmu. Jangan biarkan semua ini sia-sia…”
10105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Anak Siapa di Rahimku

Anak Siapa di Rahimku

"Doakan usaha Bunda terus lancar ya, Nak. Bunda akan mengumpulkan tabungan untuk menyambut kehadiranmu nanti." Masih dengan senyum yang sama, Senja mengusap perut yang kini mulai sedikit membuncit. Mimpinya sangat tinggi untuk membahagiakan anaknya itu. Entah laki-laki atau perempuan, Senja tak mempermasalahkannya. Yang penting, harus diupayakan kebutuhannya dengan maksimal.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Teriak Leo girang. Alana mengulas senyum tipis, menatap putranya bangga karena hari ini ia bermain dengan Lego nya saja. Tanpa tablet dan tanpa kode-kode rumit. Hanya seorang bocah empat tahun dengan topi bisbol dan setelan baju santai. Kali ini, ibu dan anak itu sedang berada di Central Park Sentara, sebuah taman luas di tengah kota yang jarang dikunjungi kaum elit.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

Frustrasi anak itu mencapai puncaknya karena ia ingin menggambar tapi jarinya bahkan tidak bisa memegang krayon. "Icad, sayang... satu sendok saja, ya. Setelah ini mommy kasih es krim," suara Rebecca parau, matanya merah karena kurang tidur. "Tidak mau!" Richard berteriak, suaranya pecah. "Icad tidak mau! Tanganku sudah mati, Mommy! Buat apa minum obat kalau tetap tidak bisa bergerak?"
798 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Desahan yang Didengar Anakku

Desahan yang Didengar Anakku

Menatap wajah putriku. "Bisa, Mama. Aku kan sudah besar. Masa ngisi baterai hape saja gak bisa," jawab Meysa dengan yakinnya. Aku mengukir senyum seraya mengangguk. Anakku memang sudah besar, aku tak menyadari itu. "Aku isi di kamarku ya, Ma. Sambil ngerjain tugas sekolah," kata Meysa kemudian berlalu dari kamarku.
1025.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 767 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Tanya Alaska lagi. “Ya udah. Habis itu makan kwe tiaw di Gatsu. Oke?” Embun memberi kode anak jaman now, dengan jari telunjuk dan jempolnya membentuk hati. “Oke deh, My Baby.” Alaska membalas dengan kode yang sama. “My Baby, emangnya bedak bayi?” Jam istirahat mereka berakhir. Harus segera kembali bekerja.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Buta

Bukan Cinta Buta

“Anakmu itu butuh sosok yang bisa dia anggap sebagai ayahnya. Dia butuh sosok yang bisa membuatnya bangga.” “Memang kalau tidak punya ayah, dia tidak bisa bangga?” jawab Utami, dingin. Dia bahkan menolak menoleh pada sahabatnya itu, melainkan mengarahkan kedua matanya ke perkampungan yang penuh kerlip di kejauhan. “Aku yang mengandungnya, melahirkannya, dan besarnya. Aku yang tahu apa yang terbaik untuk anak dan keluargaku.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Kukembalikan anakmu, bu!

Kukembalikan anakmu, bu!

Ibu berdiri dan beranjak masuk kedalam Wanita itu beranjak dari kursi. "Tak perlu bu" Ibu terdiam. Berbalik menatapku "Kenapa?" "Ibu lupa, coklat panas adalah minuman yang selalu ibu campur dengan obat itu. Sejak saat itu aku tak pernah lagi minum coklat panas" Dia tertegun. Ada sorot memyesal dalam matanya. Perlahan Ibu kembali duduk. " Ibu benar-benar tak tau Wit, jika obat itu untuk menghilangkan Janinmu. Cucu ibu!"
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai anakmu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status