Criana
Aku pura-pura manis, padahal hatiku sangat dongkol sekali padanya.
“Benar?” Dia memastikan dan belum sepenuhnya percaya.
“Benar, sudah ya. Aku ngantuk banget ini. Besok kan kita ada meeting pagi," kilahku.
“Oh iya, ok deh. Selamat tidur, mimpi indah ya. Bye bye!” Akhirnya Randi percaya.
“Hem bye!” responku.
Panggilan ditutup, aku merasa lega. Randi … Randi, ada-ada saja tu anak.
Hot Chapters