Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
OBSESI SANG ANTAGONIS

OBSESI SANG ANTAGONIS

Clara tak pernah menduga, kecelakaan mobil itu menjadi gerbang menuju takdir yang lebih mengerikan. Begitu membuka mata, ia bukan lagi dirinya melainkan Karin Domanic, tokoh antagonis yang dibenci semua orang dan ditakdirkan mati mengenaskan demi jalan cerita orang lain. Hanya satu yang ia inginkan: menjauh dari semua pemeran utama, menghindari takdir, dan bertahan hidup. Namun dunia itu seolah memiliki rencana lain. Sosok pria yang seharusnya menjadi ancaman terbesar, yang awalnya mencintai pemeran utama wanita, kini perlahan memusatkan obsesinya pada Clara. Tatapannya tak pernah lepas, langkahnya selalu mengikuti, dan senyumnya menyimpan rahasia yang perlahan mengubah arah cerita. Akankah Clara menghindari bencana yang pernah ia baca? Atau justru menemukan cinta yang tak pernah ditulis dalam buku… meski dengan harga yang tak terduga?
10989 viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
BALAS DENDAM CANTIK

BALAS DENDAM CANTIK

Apa dikiranya aku bodoh diam saja dikhianati? Tidak. Aku memang sangat mencintainya, namun aku bukan wanita bodoh yang pasrah atas kelakuan suamiku. Ini adalah pembalasanku, yang tak akan pernah terlupakan olehnya bahkan semenit pun. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Kudekatkan gunting ke arah belalai Mas Yoga dengan dada berdebar. Tatapanku terus tertuju ke arah itu dengan tak tega. Kuhela napas dalam. Kenapa aku harus terus menggunakan perasaan sementara Mas Yoga sudah begitu jahat? Janji manis yang dulu ia ucap hanya akan bersamaku sampai tua, kini hanya tinggal janji. Gunting di tanganku bergerak semakin dekat ke arah sasaran. Maaf Mas, tapi ini adalah salahmu.
9.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 356 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO

TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO

Isabela Manik, pengusaha paling bersinar di kota Athena, hidup dengan kejayaan yang membuat banyak orang iri. Namun pada puncak kariernya, publik dikejutkan oleh berita kematiannya yang mendadak. Bella mengira segalanya berakhir dalam sebuah pengkhianatan pahit—hingga saat matanya tertutup… ia justru terbangun kembali ditubuh orang lain. Ia kini adalah Zenia Ramlan, gadis desa sederhana yang dijadikan tumbal pernikahan dengan Kenzo Alberto, pewaris keluarga Alberto yang lumpuh. Dianggap tidak berguna, Namun dengan ingatan, kecerdasan, dan insting bisnis Isabela Manik, Zenia perlahan mengguncang dunia korporat. Keputusan-keputusannya yang tajam membuat publik kembali menoleh—otomatis membuat namanya melambung tinggi. Di sisi lain, Kenzo yang selama ini menjaga jarak justru mulai memperhatikan Zenia secara diam-diam. Kekaguman tumbuh, berubah menjadi ketertarikan halus yang tak bisa ia cegah. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia ingin melindungi seseorang. Namun Bella tidak pernah melupakan tujuan awalnya: membalas dendam atas kematiannya. Dengan kekuatan baru dan posisi yang jauh lebih strategis, ia menapaki jalan berbahaya untuk mengungkap siapa pengkhianat yang merenggut nyawanya dahulu. *** Pintu besar itu terbuka. Di baliknya, seorang pria di kursi roda memandang tanpa emosi, seolah kehadiran Zenia tidak lebih dari angin yang lewat. Namun Zenia hanya tersenyum. Senyuman kecil yang tidak pantas dimiliki gadis yang baru saja dijual keluarganya. Senyuman yang menyimpan dendam, luka… dan bahaya. “Halo, suamiku.” Suaranya lembut, tapi ada sesuatu yang membuat udara diruangan itu menegang. Kenzo Alberto mengangkat alis. Ada kilatan tajam di mata gadis itu—bukan kepasrahan, bukan ketakutan. Sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuat naluri bertahannya menyala. Zenia melangkah mendekat, perlahan, lalu berhenti tepat di depan pria itu. Jari-jarinya menyentuh ikatan kimono satin hitamnya… dan melepaskannya begitu saja. “Jadi,” ucapnya pelan, “apa kita bisa mulai sekarang… malam pertama kita?” Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Kenzo Alberto kehilangan kata-kata. Entah ia yang berhalusinasi… atau gadis ini memang bukan Zenia Ramlan yang semua orang kira.
10904 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Ketika Kepala Keluarga Karsa menjadi sasaran serangan bom bunuh diri. Suamiku, Daren Karsa, yang menjabat sebagai kepala pengawal, sedang membawa sekelompok pengawal untuk mengantar teman masa kecilnya, Freya Hastanta, menonton peragaan busana. Alih-alih menekan cincin sinyal darurat, aku dengan perut hamil menerjang ke arah kepala keluarga dan menahan ledakan dengan tubuhku. Di kehidupan sebelumnya, aku menekannya. Daren meninggalkan Freya dan bergegas kembali, menyelamatkan kepala keluarga, sehingga dia menjadi tangan kanan kepala keluarga. Namun, Freya marah karena Daren pergi, lalu menyeberangi jalan tol dan tertabrak mobil hingga tewas. Di permukaan Daren tidak mengatakan apa-apa, tetapi pada hari aku melahirkan, dia mengirimku ke tempat pelelangan bawah tanah. "Di sisi kepala keluarga ada begitu banyak pengawal yang melindunginya, kenapa kau justru memaksaku untuk kembali? Bukannya itu demi gengsimu sebagai istri tangan kanan kepala keluarga?" "Kalau bukan karena kau, Freya nggak akan mati. Semua penderitaan yang dia alami, harus kau bayar berkali-kali lipat!" Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri organ-organ tubuhku dilelang satu per satu, bahkan tali pusar anakku pun tidak luput. Akhirnya, aku mati karena infeksi saat pengangkatan organ. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari saat kepala keluarga diserang.
12.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 496 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
Pasangan yang Tak Pernah Dipandang Sepadan

Pasangan yang Tak Pernah Dipandang Sepadan

"Seratus miliar. Dalam satu minggu, kamu harus ke luar negeri dan menjauh dari anakku selamanya." Mauria duduk di seberang Valerie, wajahnya yang terawat menampilkan rasa meremehkan tanpa disembunyikan sedikit pun. Kalau dulu, Valerie pasti akan membalas dengan mata memerah, "Aku pacaran sama dia bukan karena uang." Namun sekarang, dia hanya mengangguk dengan tenang, "Baik." Mauria jelas tertegun sejenak, lalu mencibir dengan sinis, "Lumayan tahu diri." Dia menekankan kata "tahu diri" itu dengan sangat berat, seolah sengaja menegaskan perbedaan status antara Valerie dan Bendy yang bagaikan langit dan bumi. Valerie menundukkan pandangannya tanpa berkata apa-apa. Dia mengambil cek itu, lalu berbalik dan pergi.
3.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 84 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
Menggaet Kembali sang Istri

Menggaet Kembali sang Istri

"Quinn, aku bilang aku akan menjaganya seumur hidup, nggak akan pernah meninggalkannya sendirian. Bisakah kamu jangan bersikap nggak masuk akal!" Akta nikah di tangannya menyengat mata Quinn James, "Apa aku nggak masuk akal?" Setelah perceraian, dia tetap bersikeras, "Begitu kamu memasuki rumahku, kamu akan menjadi milikku seumur hidup." Dia mengeluarkan akta cerai, "Yovan, tapi kita sudah bercerai." "Kamu bisa pergi ke Biro Urusan Sipil untuk memeriksa nama siapayang tercantum sebagai pasangan sahmu!" Dia membawanya pulang dengan paksa, "Dulu, suamimu adalah aku, sekarang juga aku dan kelak juga aku!" Menindas istri terasa menyenangkan, mengejar istri dengan berapi-api.
6.939.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel

Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel

Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
5.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 141 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

Dia mewarisi sebuah peternakan tua yang sunyi, tempat legenda dan rahasia lama bersembunyi. Di antara kuda-kuda liar, satu selalu berbeda mata gelapnya penuh misteri, langkahnya menegangkan, dan aura yang membuat semua orang menjauh. Sejak hari pertama, ada sesuatu tentang kuda itu yang tak bisa dijelaskan. Seseorang… atau sesuatu… seakan menunggu, memperhatikan, dan menantang batas keberanian. Hanya dia yang merasa terikat pada makhluk itu, penasaran hingga tak bisa menoleh ke lain arah. Setiap malam di peternakan terasa berbeda. Angin membawa bisikan, bayangan bergerak, dan hati berdetak lebih cepat dari yang biasa. Sesuatu yang kuat, liar, dan memikat menuntun dirinya ke tarikan yang sulit dijelaskan antara takut, ingin, dan penasaran yang membara. Rahasia lama, legenda yang terlupakan, dan perasaan yang tak bisa dihindari mulai menyatu. Satu keputusan bisa mengubah hidupnya. Satu malam bisa mengubah segalanya. Dalam dunia ini, cinta bisa muncul di tempat yang tak terduga… dan rasa penasaran bisa menjadi awal dari sesuatu yang tak terlupakan.
251 viewsOngoingIdinagdag sa Library 6 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
The Alpha Heiress: Lycan's True Mate (INDONESIA)

The Alpha Heiress: Lycan's True Mate (INDONESIA)

“Aku menahanmu,” tangan bebasnya kembali menemukan pinggangku, menjagaku agar tetap tertambat. “Aku tidak akan melepaskannya kecuali kamu yang memintaku.” Napas tercekik di tenggorokanku tetapi aku tidak menjauh, pandanganku masih terkunci padanya. Tetesan air melekat pada bulu matanya dan rambutnya yang basah tersisir ke belakang, memperlihatkan wajahnya, sementara netra birunya memantulkan cahaya bulan. Sial. Dia terlihat begitu menawan, tampan, dan benar-benar tanpa pertahanan di hadapanku. Aku bertanya-tanya apakah aku juga terlihat sama di matanya. Dengan lembut, air mengepak di bahu kami, terasa sejuk di kulitku yang menghangat karena mendamba sentuhannya. Mata kami masih saling mengunci, wajah kami hanya berjarak beberapa inci saja. Aku menginginkannya. Aku begitu menginginkannya hingga aku tidak ingin berhenti menginginkannya. Tarikan di antara kami telah menyiksaku cukup lama, dan sekian lama pula, aku telah melawannya. Menahannya. Namun sekarang, aku sudah selesai melawannya. Tanpa peringatan, aku menangkup wajahnya dan menubrukkan bibirku ke mulutnya, memejamkan mata dan masa bodoh dengan konsekuensinya. Dia menarik napas tajam—suara yang mengalirkan adrenalin hasrat layaknya api liar di sekujur tubuhku—sebelum dia menarikku erat ke dekapannya, bibirnya membalas ciumanku dengan kelaparan yang seketika mengobarkan api yang membakar pembuluh darahku. Tanganku bergerak naik dan mencengkeram rambut basah padatnya, menarik helaiannya dan memancing erangan nikmat darinya. Dia menginginkanku. Dia mendambakanku sama besarnya dengan aku mendambakannya. Dan aku senang kami berdua berada di halaman yang sama dalam godaan ini. ~ Mereka mencuri kekuatanku, membantai orang-orang yang kucintai, dan membunuhku. Namun sekarang, aku kembali untuk membalas dendam—dan sang Pangeran Lycan adalah milikku!
60 viewsOngoingIdinagdag sa Library 2 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Nahla Farisya
"Mari kita bercerai saja!" Ucapku tegas. Pria dihadapanku menatapku datar. Seolah apa yang ku ucapkan adalah lelucon sampah. Tak ada angin dan hujan aku meminta cerai. Padahal sandiwara-sandiwara ini sudah terasa memuakkan.
Sikat na Kabanata
9.74.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang arah mata angin sekarang
Read
+Library
PREV
1
...
2223242526
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status