LOGINClara tak pernah menduga, kecelakaan mobil itu menjadi gerbang menuju takdir yang lebih mengerikan. Begitu membuka mata, ia bukan lagi dirinya melainkan Karin Domanic, tokoh antagonis yang dibenci semua orang dan ditakdirkan mati mengenaskan demi jalan cerita orang lain. Hanya satu yang ia inginkan: menjauh dari semua pemeran utama, menghindari takdir, dan bertahan hidup. Namun dunia itu seolah memiliki rencana lain. Sosok pria yang seharusnya menjadi ancaman terbesar, yang awalnya mencintai pemeran utama wanita, kini perlahan memusatkan obsesinya pada Clara. Tatapannya tak pernah lepas, langkahnya selalu mengikuti, dan senyumnya menyimpan rahasia yang perlahan mengubah arah cerita. Akankah Clara menghindari bencana yang pernah ia baca? Atau justru menemukan cinta yang tak pernah ditulis dalam buku… meski dengan harga yang tak terduga?
View MoreKarin sudah memutuskan satu hal: mulai sekarang, menghindari Brayen Alexander adalah prioritas hidupnya.Setelah tahu siapa sebenarnya laki-laki itu — pewaris keluarga Alexander dan tokoh antagonis utama dalam cerita ini — ia tidak ingin berurusan lagi walau cuma satu detik.Sejak keluar dari ruang baca pagi itu, langkahnya berubah seperti agen rahasia yang tengah menyelinap di markas musuh. Ia menunduk sepanjang jalan, sesekali mengintip ke ujung koridor untuk memastikan tak ada siluet tinggi berambut hitam di sekitar.Siren yang berjalan di sebelahnya hanya bisa mendesah panjang. “Kau benar-benar berlebihan.”“Berlebihan?” Karin berbisik panik, suaranya hampir tak terdengar. “Aku baru aja nyerang musuh utama, Siren. MUSUH. UTAMA. Kau pikir aku masih punya nyawa kalau dia dendam?”Siren menatapnya datar. “Dia cuma laki-laki, bukan iblis.”“Belum tentu,” balas Karin cepat. “Tatapannya waktu tadi aja udah cukup bikin aku mimpi buruk seminggu.”Begitu sampai di depan kelas berikutnya, K
Brayn tidak langsung pergi setelah kalimat terakhirnya. Ia malah menarik kursi di depan Karin dengan gerakan tenang, nyaris tanpa suara, lalu duduk.Siren menatap adegan itu dengan mata yang langsung berbinar geli. Karin, di sisi lain, hanya bisa menegang seperti patung yang baru saja dilumuri lem.“Eh—tunggu, kenapa kau duduk di sini?” tanya Karin cepat, nada suaranya melengking setengah oktaf lebih tinggi dari biasanya.Brayn menautkan jari-jarinya di atas meja, menatapnya datar tapi dengan sorot yang berbahaya tenang. “Karena ini tempat kosong,” jawabnya kalem, seperti hal sepele. “Atau kau keberatan, Nona Domanic?”Nada “Nona Domanic”-nya terdengar seperti sindiran yang dibungkus sopan santun.Karin menelan ludah, bahunya menegang. “B..bukan masalah, sih… cuma biasanya meja ini udah ada yang duduk...”“Bagus,” potong Brayn pelan. “Berarti aku bisa duduk di sini.”Siren menutup mulutnya dengan tangan, berusaha keras menahan tawa yang hampir pecah. Matanya berpindah antara Brayn dan
Karin. Nama itu meluncur di kepalanya seperti pukulan keras baginya. “Sialan…” gumamnya dalam hati dengan wajah yang langsung memucat. “Dari semua manusia di dunia ini… kenapa harus dia orangnya?!” Seketika, potongan-potongan ingatan menyerbu tanpa ampun, mulai dari pesta pertama kali mereka bertemu, tatapan dinginnya di kelas kemarin, dan semua umpatan, cubitan, bahkan dorongan kecil yang pernah ia layangkan pada laki-laki itu tanpa tahu siapa dia sebenarnya. Karin menunduk cepat, jemarinya refleks menutupi sebagian wajah sambil pura-pura merapikan poninya. Namun tetap saja gerakannya itu kaku seperti robot yang salah program. "Astaga… aku udah nyerang tokoh antagonis utama! Tokoh antagonis!" "Bukan figuran, bukan pemeran pendukung… tapi ANTAGONIS!" Tubuhnya langsung kehilangan tenaga. Ia bersandar ke kursi dengan bahu yang merosot lemas sementara matanya menatap kosong ke depan. “Bisakah aku mengulang waktu saja?” bisiknya sangat pelan, nyaris tidak terdengar. “
Suasana kantin masih terasa tenang ketika Karin dan Siren larut dalam percakapan mereka yang setengah serius, setengah sarkastik. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Pintu kantin terbuka dengan suara denting halus, dan seketika itu suasana langsung berubah. Beberapa mahasiswa perempuan yang tadinya sibuk sarapan mendadak saling berbisik, lalu menoleh ke arah pintu. Suara kursi berderit dan bisik-bisik kecil mulai mengisi udara. Siren mengangkat pandangan, hanya sekilas tapi cukup untuk melihat dua sosok yang baru masuk. Dua laki-laki tampan memasuki ruangan, langkah mereka tenang tapi penuh wibawa. Yang pertama, berambut hitam legam dengan postur tegap. Wajahnya dingin tanpa ekspresi, tatapan matanya lurus ke depan, seolah tak peduli pada keramaian di sekelilingnya. Dan justru ketidakpedulian itu membuat auranya semakin menekan, seakan siapa pun yang melihatnya otomatis menahan napas. Di sampingnya, berjalan laki-laki berambut cokelat keemasan. Sorot matanya tajam tap
Langkah Karin terasa ringan saat ia melangkah keluar dari gedung fakultas. Langit sore berwarna keemasan, memberikan sedikit ketenangan setelah hari yang cukup melelahkan. Ia hanya ingin pulang, beristirahat, lalu menyingkirkan segala hiruk-pikuk kampus yang sejak tadi menguras tenaganya. Namun, ba
Suasana aula mulai riuh setelah panitia mengumumkan jeda istirahat. Kursi berderit, suara langkah bercampur dengan obrolan mahasiswa baru yang saling berkenalan. Karin merapikan buku catatannya, bersiap berdiri. Namun begitu ia mendorong kursi ke belakang, ada sesuatu yang membuatnya terhenti. Ker
Karin melangkah masuk ke kawasan kampus dengan langkah yang tenang namun mantap. Udara pagi yang masih basah oleh embun menyentuh kulitnya, membawa aroma dedaunan yang baru saja tersapu angin. Di sekitarnya, halaman kampus sudah ramai oleh mahasiswa baru yang sibuk dengan pendaftaran, obrolan riu
Minggu depan akan menjadi awal baru bagi Karin. Awal yang selama ini ia tahu akan datang, namun tak pernah benar-benar ia rasakan sedekat ini. Meski sempat dilanda keraguan, akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, seperti yang tertulis dalam novel. Keputusan itu buk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews