Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Juna melirikku yang memeriksa isi kantong plastik itu. Kacang tanah goreng? Aku mengerutkan keningku. “Buat kamu, bawalah pulang,” ujar Juna. “Dari?” tanyaku. Kacang almond panggang sudah sejak lama tak pernah kumakan. Kacang tanah sebagai penggantinya pun semakin langka karena para petani penghasil kacang terbaik dari Mue dan Malamba sudah binasa.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Jadi selama ini, dia tidak pernah menyentuh produk kacang sedikit pun. Kemarin, saat makan kepiting, dia memang melihat kepiting tumis dengan kacang di dalamnya. Gorengan tumis itu memiliki rasa yang kuat dan semua jenis merica juga bumbu berat menutupi kacang yang ada dalam campuran bumbu. Dan saat itu dia benar-benar rakus hingga mengurangi kepekaannya terhadap kacang! Benar-benar... cari mati!
107.9K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as pemecah kacang
Read
+Library
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

cemoh Bu Titin. "Iya Mira. Jangan sombong! Nanti kena karma tahu rasa!" Bu Inem kembali berkicau. "Mang Bejo! Cepat bungkus belanjaan saya. Ibu-Ibu di sini kepo." Segera Mang Bejo membungkus semuanya, kemudian memberikan padaku. Aku sendiri dengan cepat meninggalkan mereka.
5.6K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Sesekali Ummi mengambil kacang dan menyelipkan beberapa biji di tanganku sambil berkata, “Makanlah.” Dengan sungkan aku memakannya. Kacang yang suka dibilang kacang ketawa ini rasanya gurih dan lezat sekali. Kulitnya sangat keras tapi isinya renyah. “Kamu tahu enggak kalau kacang pistachio ini harganya selangit? Coba tebak, berapa kira-kira?” tanya Ayu kemarin setelah dia menemani Madam berbelanja.
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 980 Times as pemecah kacang
Read
+Library
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Bumbu kacang diracik pas dan isiannya memakai suwiran daging sapi. Sambil makan, sambil mereka memperhatikan paduka Anang. Makin diperhatikan, makin sadar mereka bahwa memang ada yang tak biasa. Wajah penjual cilok yang mereka puja-puji ini tidak punya lekukan di atas bibir. "Kok bisa gitu ya?" bisik Emak yang banyak kutu kepada Emak bertubuh gempal. Yang dibisiki hanya meninggikan kedua bahunya, tanda tak paham.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Orang yang mengirim pesan ini memilih untuk mengirim pesan saat ini, tujuannya sangat jelas. Benar saja, Suwanto meletakkan setengah mangkuk sisa nasi yang belum dihabiskannya. “Jennifer, aku titip temanku untuk membeli beberapa suplemen untukmu dari luar negeri, dia bilang suplemen itu tiba hari ini, aku akan pergi mengambilnya.” Nada bicara Suwanto yang alami dan lembut, tidak tampak ada sedikit pun kekurangan. Tiba-tiba terpikir olehku bahwa dia tahu aku memercayainya. Oleh karena itu, dia pasti memakai banyak alasan serupa dalam beberapa tahun ini.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Zhou Yiran bergeser mendekat, lalu mengintip ke dalam toples. "Abang, kok, dihabiskan?" protes Zhou Yiran. Dimas menunduk guna mengamati isi toples yang memang hanya tersisa remahan. "Buka bungkus cadangan," lanjutnya sembari meletakkan toples ke meja. "Basreng, habis." "Adanya, apa?" "Kacang yang asin itu. Warnanya putih, kayak aku." "Kacang Bogor?"
101.3K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Satu Gadis Tiga Lelaki

Satu Gadis Tiga Lelaki

“Nggak cuma rempeyek kacang tanah, di rumah ada rempeyek kacang ijo sama produk baru kami; keripik tempe. Semua dijamin enak-enak. Jadi mau beli yang mana? Nggak mahal kok cuma lima ribuan aja sebungkus.” “Kamu cerewet banget!” ketus Zafran lirih. “Nggak bisa diam sebentar lalu dengerin aku bicara?” Erin mengerjap terkejut. “Loh, salahnya aku di mana? ‘Kan kamu nunjukin rempeyek kacang yang udah hancur jadi aku tawarin yang baru. Kalau nggak mau beli, ngapain tunjukin itu? Aku juga tau kali, kalau rempeyek punyaku itu udah hancur.”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as pemecah kacang
Read
+Library
SANG PENANTANG WURAKE

SANG PENANTANG WURAKE

Dua benda ini sudah kudapatkan, aku pun keluar dari toko, selanjutnya akan ke lapak-lapak para penjual Sembilan Barang Pokok. Sebenarnya tadi Zarima minta dicarikan minyak telon juga. Sudah kulihat, botol kecil harganya delapan ribu rupiah. Hanya saja, terpaksa aku lewatkan karena harus mendahulukan yang betul-betul dia butuhkan. "Kacang tanahnya berapa satu liter, Bu?" Sekarang aku sudah berdiri di depan salah satu lapak sembako, dan kacang tanah inilah salah satu yang sangat dibutuhkan oleh Zarima.
359 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Ini saja sudah termasuk dalam kategori wah. "Ini apaan? Dikit banget kacangnya," ucap mas Bima mengangkat bungkusan kerucut berbungkus plasik bening. Si kacang mete. "Pelit! " celetuk Santi si bungsu. Sifatnya tak jauh beda dari kakak dan ibunya. "Memangnya kenapa? Itu sudah umum di tempat kami. Sudah pantas, " ujar ibu mertuaku.
9.573.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as pemecah kacang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status