Di Antara Keajaiban
frianniyacerpen tentang perjuangan meraih mimpicerita pendek tentang desa
Sambil menyambut aryo.
“Selamat pagi putra kesayangan pak lurah! Saya clara arlita xenasya, sudah siap menjadi beban sepedaan anda” Ucapku dengan aryo setelah aku membuka pintu.
“Hayukkk... ke puskesmas aja yuk. Gak usah ke pantai, sepertinya telingamu lebih butuh kesembuhan dari pada otakmu. 10 menit lebih aku teriak-teriak, kok gak ada yang bukakan pintu ya, sepertinya ada yang mau nyari masalah sama anak pak lurah!” Omel aryo denganku sambil tertawa.
Beliebte Kapitel