Menggenggam Awan
Bisa-bisa, Wuri yang akan disungkurkan Awan.
“Hm, apa tidak lebih baik, kamu tidur di rumah kita saja, sayang?” tanya Wuri lembut.
“Oh, hm..” Awan bangun, rambutnya yang sudah mulai memanjang terlihat acak-acakan, “tolong, kacamataku.” Pinta Awan seraya menunjuk kaca mata yang terlipat di atas meja. Wuri tertegun sejenak, perlahan ia meraih frame kacamata milik Awan yang terletak di atas sebuah kartu bertuliskan undangan baby shower, sekilas Wuri membaca tulisan di kertas selembar itu, “Jennifer dan Vaz.” Baca Wuri dalam hati.
Bab Populer