Hukum yang Tak Tertulis
Bima tampak merenung, lalu berkata lirih, “Kalau gitu… saat aku diam waktu temanku dibully, berarti aku melanggar hukum tak tertulis, ya?”
Ari tidak langsung menjawab. Ia menatap Bima lekat-lekat, memastikan anak itu tidak sedang merasa disalahkan, tapi sedang belajar mengenali suara nuraninya.
“Kamu tidak salah, Bim. Kamu sedang belajar. Tapi ya, kadang diam itu bentuk persetujuan diam-diam. Hukum tak tertulis kadang hanya bisa ditegakkan oleh keberanian hati.”
Hot Chapters