Samaran Terakhir
Ia berada di dunia putih yang tak memiliki batas, tanpa suara, tanpa arah, tanpa jejak.
Namun, ada satu hal yang ia tahu dengan pasti:
Ia seharusnya tidak ada di sini.
Langkahnya meninggalkan garis tipis di permukaan putih itu, seperti tinta di kertas baru. Tapi setiap langkah terasa asing. Seolah kakinya bukan miliknya. Tubuhnya bergerak, tapi jiwanya tertinggal di tempat lain di naskah yang telah dibakar, dalam cerita yang tak ia ingat lagi.