Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Pada hari pernikahan kami, ayahnya Kevin bunuh diri di kamar kami dengan meninggalkan wasiat berisi tuduhan bahwa aku yang telah membunuhnya. Sejak itu, Kevin sangat membenciku. Dia berkata, “Laras Pradipta, kamu seharusnya hidup sengsara untuk menebus semua dosamu.” Sesuai keinginannya, kemudian hari aku menjadi gelandangan tanpa rumah. Aku kehilangan akal sehat sekaligus suaraku. Hidupku bahkan tak lebih baik dari seekor anjing. Namun, dia malah menyesal.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Suamiku dan Selingkuhannya

Suamiku dan Selingkuhannya

Tiga hari setelah satu bulanan anakku, suamiku, Raka, mengatakan bahwa dia harus melakukan perjalanan dinas. Dia meninggalkanku, membuatku menjaga anak kami sendirian. Tiga hari kemudian, aku baru sampai rumah sakit dan melihat teman masa kecil suamiku yang bernama Indah mengunggah foto keluarga. Dia juga menambahkan tulisan di bawah foto yang dia unggah. "Foto liburan bahagia kami bertiga sekeluarga." Aku terkejut saat melihat Raka tersenyum lebar dalam foto itu, jadi aku menuliskan komentar tanda tanya. Dalam hitungan detik, Raka menelepon dengan nada menuduh. "Dia ibu tunggal, aku merasa kasihan karena nggak ada laki-laki yang menjaganya. Aku cuma nemenin dia foto saja, kenapa reaksimu berlebihan sekali?" Malamnya, Indah kembali memamerkan foto kalung emas. "Setelah mengambil foto keluarga, dia maksa ngasih aku kalung emas." Aku tahu bahwa Raka membeli ini agar Indah tidak marah. Namun, kali ini aku berniat meninggalkannya.
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

Ayah membawaku ke sebuah pesta yang diadakan oleh seorang bibi. Saat makan kue, aku tanpa sengaja memakan ceri yang ada di lapisan tengahnya, lalu segera memuntahkannya. Karena dulu pernah mengalami alergi parah sampai seluruh tubuhku merah dan hampir meninggal, aku masih mengingat rasa itu dengan sangat jelas meskipun usiaku waktu itu masih kecil. Namun, bibi itu terlihat sangat kecewa dan berkata, "Seperti tradisi saat Imlek, kalau menemukan koin di dalam pangsit itu berarti membawa keberuntungan. Aku sengaja menyembunyikan ceri di dalam kue ini. Tapi ternyata Keenan nggak menghargainya." Ayah tidak mau mendengar penjelasanku dan langsung mengusirku keluar untuk berdiri di halaman sebagai hukuman. Aku selalu mendengar Ibu berkata bahwa akhir-akhir ini suhu sangat panas dan aku harus tetap berada di dalam rumah. Ternyata, cuaca memang panas sekali! Tubuhku mulai terasa sangat gatal dan aku merasa sulit bernapas. Aku ingin mencari Ayah, tetapi tidak peduli seberapa keras aku mengetuk pintu, Ayah tetap tidak mau membukakannya. Melalui jendela kaca yang besar, aku bisa melihat Ayah hanya melirik ke arahku dengan tatapan dingin dari dalam rumah. Dia benar-benar tidak mau membukakan pintu untukku.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Sistem Yang Memberiku Keadilan

Sistem Yang Memberiku Keadilan

Ketika aku kembali ke Keluarga Virera sebagai anak perempuan mereka yang telah lama hilang, aku malah mengenakan pakaian bekas adik angkatku, dan sopir keluarga hanya datang untuk menjemputnya. Namun, mereka justru merasa bersalah terhadap anak perempuan yang telah mereka besarkan selama ketidakhadiranku. Jadi, ketika pemerintah meluncurkan Sistem Perlakuan Adil, mereka mendaftarkan seluruh keluarga sebelum aku sempat menyadarinya. Ayahku menghela napas lega. "Sistem ini akan menegakkan keadilan yang tidak bisa diganggu gugat, dan Bianca tidak akan pernah menderita lagi." Ibu menggenggam tanganku, suaranya tidak memberi ruang untuk bantahan. "Kau kembali ke rumah ini dan mencuri semua yang sudah menjadi miliknya. Itu tidak adil buat Bianca." Kakakku bahkan tidak berusaha menyembunyikan rasa jijiknya. "Aku hanya mengakui satu adik. Kau sudah mendapatkan lebih dari yang pantas kau terima. Jangan coba-coba berulah." Aku menyantap makanan sisa, sementara dia memiliki koki pribadi. Aku berkeringat tinggal di dalam gudang, sementara dia tidur di kamar yang dirancang khusus. Aku hampir tertawa. Ketika Sistem tersebut mulai beroperasi, justru merekalah yang hancur berantakan.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Kisah Pernikahan

Kisah Pernikahan

Namaku Bi Xiaonuan. Tahun ini usiaku 29 tahun. Aku sudah menikah selama tiga tahun dan tinggal bersama suamiku, Shen Zeyan, di sebuah kompleks apartemen kelas atas yang tenang di pusat kota.
115.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Dari lima keluarga besar di kota Hu Nan, Keluarga Wu adalah yang terhebat dalam melahirkan Cultivator terbaik di kerajaan Han. Setiap keturunan bahkan dipastikan menjadi pendekar dan cultivator yang hebat. Dunia Persilatan dan Kultivasi pun memandang hormat Keluarga Besar Wu. Namun, ada yang masyarakat tidak ketahui.... Wu Tian--putra bungsu Keluarga Wu--terlahir dengan dantian dan meredian yang rusak. Energi qi tidak dapat mengalir di tubuhnya, sehingga remaja 15 tahun itu menjadi aib besar yang ditutupi keluarga Wu. Bahkan, orang tuanya pun tidak mau memperhatikannya. Sayangnya, suatu peristiwa terjadi dan membuat Wu Tian diusir dari Kediaman Keluarga Wu! Dengan penuh tekad, Wu Tian pun berjanji meski tak punya kemampuan sama sekali, "Aku akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari kalian ... aku juga akan membelah langit dalam keabadian!" Semua orang jelas meragukannya. Namun, Wu Tian dengan langkah pasti menuju Hutan Terlarang yang belum pernah diinjak oleh cultivator terkuat di bumi. Lantas, bagaimana kisah Wu Tian dalam membuktikan dirinya juga bisa menjadi cultivator, bahkan Immortal yang hebat?
10119.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Sang Gula Kelapa di Langit Kahuripan

Sang Gula Kelapa di Langit Kahuripan

Tiara Triangelina
Konon, di jaman Kerajaan Kahuripan ada seorang pangeran dari Sunda Galuh yang melepaskan haknya sebagai Putra Mahkota dan memilih menjadi seorang Wiku, kemudian mengembara ke Kahuripan. Sepanjang pengembaraannya, ia lebih suka memberi pertolongan kawulo alit dengan kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit dengan ramuan dedaunan tanpa mau menerima upah. Karena kebersihan dan kesucian hatinya, hatinya diibaratkan sangatlah putih dan suci. Ia mempunyai adik seperguruan. Seorang putri Mahkota Kahuripan yang karena situasi sedari kecil sudah dikepung bahaya maka dididik keras agar memiliki ilmu untuk membela diri dan berpakaian seperti laki-laki sampai remaja. Ternyata ia sangat berbakat menjadi orang sakti Mandraguna dan sedari kecil sudah menunjukkan keberaniannya. Karena ia seorang yang berani maka diibaratkan ia berjiwa merah. Pada jilid-jilid awal ditunjukkan mereka baru pulang dari Sunda Galuh menuju ke padepokan gurunya dan bermalam di sebuah kabuyutan. Mulai dari sana mereka menjumpai peristiwa yang menyingkap gerombolan besar yang akan memberontak kepada kerajaan. Apalagi kemudian ada utusan dari kerajaan yang hendak menjemput kepulangannya. Ternyata dari penuturan sang putri mahkota mengisyaratkan bahwa hati mereka sudah saling tertarik semenjak menerima pelajaran di kelas. Hanya karena sang putri mahkota belum jujur bahwa ia seorang wanita maka perasaan mereka masih terpendam. Apakah sang putri mahkota akan mengungkap jati diri yang sebenarnya?
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Angin Malam Menyadarkannya

Angin Malam Menyadarkannya

Setelah menjalin hubungan selama enam tahun, tepat ketika Bella Lesmana bersiap menikah dengan Martin Praba, adik kandungnya yang telah hilang selama dua puluh tahun akhirnya ditemukan kembali. Bella berusaha sekuat tenaga untuk menebus semua kehilangan dan penderitaan sang adik, tetapi Raisa Lesmana sama sekali tidak tergerak. Dia bahkan memfitnah Bella sebagai wanita pencemburu, merebut kasih sayang kedua orang tua mereka, dan diam-diam mengincar tunangan kakaknya sendiri. Semua orang mulai memihak Raisa dan berdiri di sisi berlawanan dengan Bella. Bahkan Martin pun ikut membujuknya, "Dia sebentar lagi bakal menikah ke Keluarga Daryata. Sudah seharusnya kita kasih kompensasi buat dia." Karena itu, Martin menemani Raisa mengambil foto keluarga, membelikan kalung edisi terbatas yang seharusnya menjadi milik Bella, bahkan meninggalkannya seorang diri di jalanan terpencil hingga hampir menjadi santapan kawanan serigala. Meski sudah sampai sejauh itu, Martin masih merasa dirinya berutang pada Raisa. Baru pada hari pernikahan, Martin mengetahui bahwa orang yang akan menikah ke Keluarga Daryata bukanlah Raisa, melainkan Bella. Martin mengejar dan berusaha mati-matian menghentikan iring-iringan pengantin, tetapi tetap tidak mampu membuatnya menoleh sekali pun.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Sebelum acara pernikahan, aku sudah hamil lebih dari dua bulan. Hendra yang saat itu sedang setengah mabuk, mengelus perutku sambil bercanda, “Ria, aku…aku belum siap jadi ayah. Gimana kalau… kita tidak usah punya anak dulu?” Hatiku yang sudah mati menjawab dengan tenang, “Boleh.” Di kehidupan lampau, aku bersikeras ingin melahirkan anak ini, sedangkan Klara Sartika justru mengalami keguguran yang membuatnya sulit hamil. Karena hal ini, Hendra mulai membenciku. Bersikap dingin terus setelah menikah denganku. Bahkan, putra yang susah payah kulahirkan itu pun merengek ingin menjadikan Klara sebagai ibunya. Setelah itu, aku mengalami kecelakaan mobil dan pendarahan parah. Tapi sepasang ayah dan anak itu pun hanya melewatiku dengan tatapan dingin. Hanya demi bergegas menemani Klara melahirkan. Di lantai atas, aku mati kehabisan darah. Di lantai bawah, mereka sedang bersenang-senang menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Jadi di kehidupan baru ini, aku akan mementingkan diriku sendiri. Aku menelepon direktur dan berkata, “Aku bersedia ikut serta dalam penelitian ke daerah kutub.”
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai bahasa sunda keluarga besar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2223242526
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status