Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kemudian, darah mengalir dari semua indranya. Namun, Pegasus masih penuh pantang menyerah. Dia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menahan kaki Bonar. "Matilah!" Bonar mengangkat kakinya, lalu menginjak Pegasus dengan keras. Pegasus tidak bereaksi sama sekali, tetapi tangannya masih memegang kaki Bonar dengan erat. Setelah mencoba beberapa kali, Bonar tidak bisa melepaskannya. Bonar sangat marah. Kemudian, terdengar suara krek. Bonar mematahkan kedua lengan Pegasus.
9.372.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

Ia bahkan belum mengenal baik Aaric, dia hanya takut tidak bisa kembali lagi. “Pegasus?” ulang Aaric. “Ya, pegasus!” Airélle meyakinkan. “Pernahkah kau melihat hewan itu?” Aaric mengangguk. “Saat mengunjungi Kerajaan Fantasia, banyak pegasus berwarna putih salju.” ungkapnya, namun tanpa diduga ia melanjutkan. “Seperti rambutmu.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang, Anak Tersembunyi

Cinta Terlarang, Anak Tersembunyi

Ia mengambil tiga Barbie: satu berambut pendek hitam, satu berambut pirang, dan satu lagi berambut putih. “Tiga?” tanya Jayden, mengangkat alis. “Supaya Luna tahu kalau Barbie Sera lebih cantik dari Barbie pelangi!” jawab Sera penuh emosi. Bastian yang sejak awal hanya mengamati, mengambil puzzle bergambar kota Tokyo. “Aku hanya beli satu,” katanya santai. Jayden memeluk kedua anak itu. “Baiklah, tiga Barbie dan satu puzzle. Tapi minggu depan tidak ada mainan lagi. Daddy tidak mau rumah kita berubah jadi toko mainan.”
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

“Benar, Abang. Pekerjaan Ayah dan Bunda sangat penting. Nanti, kami akan membelikan hadiah untuk Abang dua dan Adik saat berada di sana.” “Apa itu Barbie, Yah?” tanya Semesta. “Ayah … Ayah, Adik mau dibelikan Barbie yang banyak. Barbie yang punya rumah besar. Dia juga punya banyak teman.” “Tentu saja. Ayah akan membelikan satu set Barbie besar untuk Adik. Lalu bagaimana dengan Abang dua?” “Kami mau mainan terbaru yang ada di sana, Yah. Mobil-mobilan lego, apa pun, Yah. Yang baru.” Sagara mewakili Samudra menjawab. “Benar kan, Bang?”
10147.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
I'M Not Your Barbie Girl

I'M Not Your Barbie Girl

"Charlotte, kau free sore ini?" "Sore ini? Kenapa?" "Idemu berhasil. Anak-anak Tuan Alan berhasil membujuk ayahnya untuk melakukan seperti rencanamu. Jadi mereka akan membuat ini adalah seperti acara makan malam untuk ulang tahun salah satu cucunya, tapi ini sebenarnya acara untuk lamaran ulang romantis. Jadi kau dan aku satu-satunya orang luar yang diundang ke acaranya selain keluarga dan teman-teman mereka. Ini idemu dan semua ini bisa terjadi karena idemu... Kau bisa?"
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

Ia bahkan tidak tahu, Brisya menyukai karakter apa. Ragu, Haris meraih Barbie princess yang mencuri perhatiannya. Rambut Barbie itu berwarna coklat, sama persis dengan rambut Brisya. Melihat Barbie itu mengingatkan Haris pada adik kecilnya di Panti. Ia tersenyum lega dan membawa boneka itu ke kasir.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai barbie and the magic of pegasus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status