BATARI
Lavanya Varshamodel gerbang dalam ruang tamutanda kepiting masuk kamarasmara di balik pintutanda rumah dilempari batu
"Tapi urusan pribadiku dengamu... baru saja dimulai."
Batari menaikkan sebelah alisnya, bibirnya membentuk garis tipis yang sinis. "Aku tidak punya waktu untuk obrolan pribadi, Elio. Aku harus pergi sekarang."
"Aku tahu kau berencana langsung terbang ke Bali untuk memburu targetmu," bisik Elio, suaranya merendah, tepat di hadapan wajah Batari hingga deru napas hangatnya menerpa kening gadis itu. "Tapi semalam, tim investigasi khususnya di Manila mengirimkan sebuah berkas rahasia. Sesuatu yang kutemukan tentang ibumu, Isabel. Fakta yang akan mengubah seluruh caramu memandang mendiang Robert Wijaya selama ini."
Beliebte Kapitel