TERPAKSA BERBAGI CINTA
Budhe indah alias mertuaku mendekat, ia nampak cemas sembari diikuti ibuku di belakangnya, mereka membawa bayi Sabrina dan meletakkannya di sampingku, bayiku yang setengah lelap menggeliat, dia kembali tertidur seakan paham bahwa orang yang berada kini di sampingnya adalah ibunya.
"Kamu bisa bangun dan menyusui tidak?" tanya Ibu dengan penuh keprihatinan
"Sepertinya tidak, bahu saya sakit," jawabku lirih.
"Kalau begitu kita perlu dot dan pompa asi," balas ibu dengan gerak cepat, mengambil ponselnya lalu meminta Mas Azlam yang baru saja keluar untuk pergi ke super market terdekat.
"Ibu, Budhe ...terima kasih atas perhatiannya ya," ucapku yang tidak tahu harus bagaimana untuk mengungkapkan ter
Hot Chapters