Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk
Hannah Limanta punya sahabat yang masih di bawah umur. Sahabatnya itu berkata, ayahnya hidup menahan diri dari godaan, lebih suci dari biksu, dan kemungkinan besar tidak berfungsi dalam hal itu.
Sahabatnya juga berkata dia butuh seorang ibu.
Saat itu Hannah baru putus. Mantan pacarnya sudah bertunangan.
Dengan gegabah, Hannah menyetujui permintaan sahabatnya, yaitu pergi kencan buta.
Kabar baiknya, Hannah dengan spontan mendaftarkan pernikahan dengan ayah sahabatnya.
Kabar buruknya, kesuciaan ayah sahabatnya itu palsu. Malam pertama setelah urus pernikahan, pria itu langsung berulah dalam keadaan mabuk.
Sahabatnya berseru kaget, "Ayahku sudah berfungsi lagi? Memang sahabat sejati! Kamu hebat!"
Setelah menikah, Hannah belajar menjadi istri yang baik, tetapi pria itu malah memanjakannya seperti anak sendiri.
Baiklah, punya suami dengan aura daddy yang kuat juga ada banyak manfaatnya.
Bisa masak, penyayang, serta punya anak perempuan yang paham situasi dan ingin membantunya menguras harta suaminya.
Hingga suatu hari, Hannah menemukan album foto suaminya, yang isinya semua foto dirinya.
Dengan geram, Hannah menanyai pria itu, "Kamu foto aku diam-diam?"
Jacob Siregar menjawab, "Ya, aku sudah lama diam-diam menyukaimu."
Hannah terbengong. Baru setelah dicium sampai pusing, Hannah sadar dirinya sudah lama terjebak dalam perangkap lembut pria itu.
...
Mantan pacar Hannah membatalkan tunangan dan ingin berbaikan.
"Kamu sudah mencintaiku sepanjang masa muda kita, aku nggak percaya kamu tega meninggalkanku!"
Hannah mencemooh, "Mantan yang baik harusnya hidup seperti sudah mati. Kak, pertemanan sejak kecil itu kebohongan terpalsu. Kita nggak usah bohong lagi, oke?”
Axel Gunawan matanya memerah. Panggilan kak itu langsung menceburkannya ke dalam neraka!
Hannah, aku menyesal. Menyesal sekali, sampai hampir mati.