Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!

Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!

"Kau sudah hamil anak Pangeran. Anugerah apa yang kamu inginkan?" Tanya Pangeran Alexander. Dalam hati dia yakin pasti Allea ingin meminta di nikahi atau jadi selirnya. "Hamba hanya ingin, Yang Mulia menyembuhkan penyakit Ayah hamba. Itu saja," jawab Allea polos. "Itu saja, kamu tidak ingin sebuah pernikahan, harta, kedudukan atau apa?" Tanya Pangeran sekali lagi. "Tidak ... hamba yakin itu saja." "Eh, tidak ... hamba ingin satu hal lagi." Pangeran mendengarnya penuh dengan semangat. Ia yakin kali ini Allea pasti meminta di lamar. "Hamba ingin, setelah melahirkan anak ini biarkan saya dan Ayah pulang ke kampung hidup dengan tenang. Karena demi Tuhan, saya tidak pernah berniat naik ranjang Yang Mulia dengan cara curang. Saya hanya gadis desa penjual kue yang kebetulan lewat dan tidak tahu kenapa hamba di suruh ke kamar Pangeran," terang gadis itu polos. Pangeran Alexander yang biasa di puja para putri bangsawan di tolak oleh gadis desa perasaannya jadi kecewa dan malu. "Baiklah ... aku akan mencari tabib terbaik untuk mengobati Ayahmu. Setelah kau lahirkan putraku kau boleh pergi kemanapun!" Ucapnya kecewa. "Terima kasih, Pangeran!" Allea langsung bersimpuh di hadapan Yang Mulia Pangeran. Namun Pangeran justru acuh meninggalkannya. Baru kali ini dia merasa di tolak wanita.
Zaman Kuno
557 viewsOngoing
Read
Add to library
Bercerai Setelah Hilang Ingatan

Bercerai Setelah Hilang Ingatan

Elena, seorang wanita cerdas menjadi bodoh setelah bertahun-tahun terjebak dalam cinta sepihak bersama dengan suaminya. Dia meninggalkan dunia cemerlangnya sebagai seorang nona muda kaya hanya untuk mengejar cinta dari suaminya, Marco Sebastian. Di malam hari jadi pernikahannya, Elena datang ke kantor sang suami untuk memberi kejutan. Namun siapa yang sangka jika di malam itu bukan suaminya yang terkejut, namun dia yang mendapatkan kejutan hebat. "Setelah hari-hari yang aku habiskan untuk mengejarmu, ternyata ini yang kau lakukan di belakangku! Kau bilang wanita itu hanya sekretarismu, tapi ternyata wanita ini tidak lebih dari seorang pelacur untuk menyenangkanmu! Aku membencimu, Marco!" teriak Elena penuh kemarahan, menatap suaminya dengan pandangan penuh kebencian, sebelum akhirnya berlari meninggalkan suaminya yang tertegun, dengan kue anniversary yang hancur berserakan di lantai. Elena berlari tanpa arah, didorong oleh rasa frustrasi dan sakit hati yang mendalam. Pikirannya yang kosong membawanya pada pemikiran untuk menabrakkan diri ke mobil yang melintas di jalan, sebagai cara untuk mengakhiri semua kekacauan dan rasa sakit yang dia rasakan dalam hidupnya. "Aku tidak ingin mencintaimu lagi, Marco!" lirih Elena menangis, sebelum tubuhnya terpental keras di atas jalanan aspal, dengan darah yang mengalir setelah dirinya tertabrak oleh mobil.
Romansa
101.5K viewsOngoing
Read
Add to library
Transformasi Sang Tuan Putri

Transformasi Sang Tuan Putri

Ini adalah event penting bagi Lusiana. Semua orang bertepuk tangan dan mengambil gambar. Dia menerima buket bunga mawar dari seorang penggemar, dengan anggun berjalan di atas karpet merah, bibirnya mengukir senyum menawan. Ketika dia berjalan dan mencium aroma mawar dari penggemarnya tiba-tiba kepalanya terasa berputar. Lusiana melihat wajah orang itu dan sosok itu sudah pergi dari kerumunan dengan senyum aneh di bibirnya. "Apa yang terjadi padaku? Kepalaku sakit sekali!" Lusiana merasa pandangan matanya menjadi gelap, dia tidak bisa melihat apa-apa dan tubuhnya jatuh di atas karpet merah. Secara ajaib tubuhnya menghilang, dia dilupakan dan seperti tidak pernah ada di dunia modern. *** Di zaman kuno, seorang putri raja sedang sekarat meregang nyawa, tubuhnya sudah membiru, kedua matanya cekung dan lehernya bengkak. "Lebih baik aku mati, dengan begini aku tidak perlu mendengar orang-orang menghinaku, pria yang satu-satunya aku percaya juga berkhianat, dia memilih adikku sendiri, aku tidak akan melihatnya lagi setelah malam ini!" Semua tabib sudah dipanggil untuk mengobatinya tapi hasilnya nihil. Nyawanya sudah di ujung tanduk. Lusiana sang putri mati dan setelah dua puluh menit dinyatakan meninggal dunia tiba-tiba napasnya kembali. Sang putri bangun dan duduk di atas ranjangnya. Semua orang kaget dan mengira Lusiana adalah hantu. Lusiana sang tuan putri menjadi sangat berbeda setelah meminum racun, dia menjadi sosok yang dingin dan acuh. "Aku hidup kembali untuk membalas dendam! Aku bukan lagi Lusiana sang putri gendut yang lemah dan tidak bisa apa-apa! Aku adalah Lusiana sang artis terkenal dan bermartabat! Hahahaha!" Mendengar tawa kerasnya dan ucapannya, semua orang berpikir Tuan putri sudah tidak waras, tapi semua tindakannya di masa mendatang sangat menakjubkan! ✨ Perjalanan seorang putri dalam menemukan versi terbaik dirinya, baik dari segi karakter, kedewasaan, maupun kekuatannya.
Historical
101.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Sebuah video unik viral dalam satu malam. Di dalam video itu, di puncak gunung yang diselimuti kabut, pacarku, Adriel Mahendra, berlutut dengan satu lutut dan dengan ekspresi yang lembut. Di tengah sorak-sorai, cincin di jari perempuan itu berkilau yang menandai dirinya sebagai calon istri Keluarga Mahendra. Dalam hitungan jam, video itu menduduki puncak berbagai daftar tren. Orang-orang menyebutnya sebagai lamaran paling romantis tahun ini. Isabel Santoso kemudian menulis pesan di akun media sosialnya. [Aku sudah menunggu pernikahan ini begitu lama, dan akhirnya sekarang benar-benar terjadi! Terima kasih!] Kolom komentar langsung dipenuhi seruan antusias. [Pewaris keluarga mafia dan wanita biasa? Suka banget!] [Seperti cerita di novel.] [Aku iri banget.] Aku mendatangi pacarku untuk meminta penjelasan. Tapi bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, aku mendengar suaranya berbicara dengan sahabat dekatnya di ruang kerja. "Emangnya aku punya pilihan lain?" kata Adriel dengan nada suaranya yang sedikit kesal. "Kalau aku tidak menikahinya, ayahnya akan menjualnya." Temannya ragu sejenak. "Tapi bagaimana dengan Karina? Dia sudah bersamamu bertahun-tahun. Apa kau tidak khawatir dia bisa hilang kendali?" Adriel tertawa, sama sekali tidak peduli. "Terus kenapa kalau dia marah? Karina dan aku sudah bersama selama enam tahun. Dia tidak akan pergi. Dia tidak mungkin pergi." Hampir seluruh tubuhku terasa membeku saat itu. Sebulan kemudian. Aku menikah dengan pria lain di hari yang sama ketika Adriel dan Isabel menikah. Rombongan pernikahan kami bertemu di pusat kota. Sesuai adat, kami bertukar buket bunga di antara dua mobil pengantin yang saling berpapasan, dan jendela kami turun bersamaan. Saat itulah Adriel melihatku. Aku mengenakan gaun pengantin putih dan bukan bersamanya, tapi di dalam pelukan pria lain. Setelah bertahun-tahun mengenal Adriel Mahendra, wajah tenangnya yang selalu sempurna akhirnya retak untuk pertama kalinya.
Short Story · Mafia
3.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Pengkhianatan Terbesar Suamiku

Pengkhianatan Terbesar Suamiku

Di tahun ketiga pernikahanku dengan Jovan, tiba-tiba adik angkatnya, Jenny, mengirimkan sebuah video kepadaku. Aku membukanya dan melihat Jovan mengikat adik angkatnya di kepala ranjang menggunakan dasi yang baru saja kuberikan padanya. Sementara adik angkatnya terbaring telanjang di bawahnya, tanpa henti memanggilnya sebagai suami. Setelah itu mereka berpelukan erat. Jenny melingkarkan lengannya di leher Jovan dan merengek, “Kakak, aku nggak suka cincin yang kamu berikan padaku itu. Ambil saja dan berikan pada Kakak Ipar, anggap saja itu hadiah ulang tahun dariku.” Keesokan harinya, aku duduk di restoran mewah. Menatap kursi kosong di seberangku dengan pikiran melayang. Tiba-tiba, wakilnya mendorong kue besar ke arahku. “Pak Jovan ada urusan mendadak, jadi dia meminta saya mengantarkan hadiah ulang tahun ini untuk Nyonya.” Kotak itu berisi cincin, persis seperti cincin yang tidak diinginkan adik angkatnya. Lalu, sebuah foto baru dikirimkan ke ponselku. Jovan sedang menemani adik angkatnya berobat di rumah sakit. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku dengan tenang menandatangani perjanjian perceraian. Lalu meminta seseorang menyiapkan sebuah pesta pernikahan. “Nyonya, siapa nama pengantin pria dan pengantin wanita yang harus ditulis?” “Jovan Gunawan dan Jenny Gunawan.” Tujuh hari kemudian, aku akan membiarkan seluruh dunia melihat betapa liarnya Ketua Mafia yang selalu serius itu, bermain-main secara pribadi dengan adik angkatnya.
Short Story · Mafia
42.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hari itu adalah hari ulang tahunku. Kupikir, Andre akan menemaniku ke pantai untuk menonton kembang api. Tapi, pacarku itu malah membawa wanita lain dan anak wanita itu. "Keisya repot bawa anak, tolong pengertian." "Dia nggak tahu jalan dan bawa barang banyak, jadi aku mau antar mereka ke hotel duluan." Dia mengatakannya dengan enteng, seolah sedang menjelaskan masalah sepele. Kelembutan itulah yang membuat kemarahanku tampak berlebihan dan tanpa alasan. Dia membantu mereka masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk anak itu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku, "Aku nggak lama pasti balik lagi, jangan mikir macam-macam." Aku berdiri di pinggir jalan, menyaksikan mereka pergi seakan-akan mereka satu keluarga sempurna. Malam tiba. Angin laut terasa sangat dingin hingga menusuk tulang. Aku masih menunggu, sampai aku melihat video di akun Keisya. Andre menggendong anak Keisya sambil menonton pertunjukan kembang api di pantai. Pertunjukan itu adalah kejutan yang aku rencanakan sendiri untuk ulang tahunku. Isi komentar di bawahnya senada. [Mereka pasangan yang serasi, keluarga kecil yang bahagia.] Seseorang bertanya padanya kenapa dia tidak menjemputku. Dia tersenyum dan berkata, "Viona pengertian. Dia nggak mungkin marah." Pada saat itu, kue ulang tahunku sudah meleleh seluruhnya. Ternyata, dia bukannya tidak punya hati. Dia hanya terlalu yakin bahwa aku akan terus menunggu selamanya. Tapi, hati yang terlalu lama diabaikan pasti akan menjadi dingin. Ombak menghantam pantai. Menghancurkan ilusi terakhirku. Kali ini, aku tidak akan menunggunya kembali.
Short Story · Romansa
3.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
Short Story · Romansa
15.5K viewsCompleted
Read
Add to library
The Man She Let Die

The Man She Let Die

I paid Curtis Robinett 200 thousand dollars a month to be a standby blood donor. My fiancée, Eden May, thought it was a waste of money. So she reassigned him to work part-time as her personal assistant instead. When Curtis accidentally submitted my marriage license appointment as a divorce filing for the 99th time, I kicked open Eden's office door. She didn't even look up. "We're in no rush to get married anyway," she said calmly. "Curtis is just careless. That's how he's always been." Later, in the emergency room, I called Eden while doctors rushed around me, my throat shredded from yelling. "Where's my emergency medical kit?" I rasped. "What did you do with it?" Curtis answered instead, his voice warm and smug. "You mean the expensive leather bag you kept in the cabinet? I swapped it out for a large party snack box. It holds everything just fine, and honestly, it looks a lot more cheerful. "Ms. May's brother and sister-in-law are both career soldiers. Your bag didn't really match that image, so I thought this would be more appropriate." My vision dimmed. My hands shook as I told Curtis to come donate blood. Eden laughed softly and cut in, "Stop pretending you're anemic just to get attention. If you're actually sick, deal with it. You're at the hospital; I think the doctors are fully capable of keeping you alive. Curtis is afraid of needles. He's not coming." Then, she hung up. She didn't appear until the surgical lights finally went dark. "Curtis had me bring you chocolate milk," she said. "It's good for recovery. It's not that he didn't want to help. He just faints at the sight of blood." She placed a settlement waiver on my bed. "I was the one who told him not to come. That 200-thousand-dollar monthly salary is his pay as my assistant. It has nothing to do with you. You didn't have to call the police for that. Sign this, and I'll go get the marriage license with you." I thought of what I had just seen in the operating room. Eden's brother, Harvey May, was bleeding out on the operating table, waiting for a lifesaving drug that never came. In the final moments of surgery, he could do nothing but lie there and die. I looked at her and said evenly, "You're the immediate family. It's not my place to sign that."
Read
Add to library
BARA CINTA TERLARANG

BARA CINTA TERLARANG

Aku, Jessika Widiantoro, mahasiswa semester lima pada fakultas Ekonomi sebuah universitas swasta yang terkenal, anak yatim, ayahku telah meninggal . Ibu tinggal di kota kecil bersama dua adikku yang masih sekolah. Sejak kecil Jeje, nama panggilanku ingin menjadi akuntan. Setiap jenjang sekolah aku mendapat beasiswa. Setelah tamat SMA , aku ingin masuk fakultas ekonomi , ibuku tidak merestui .Dengan memberanikan diri aku mengikuti jalur prestasi Universitas Negeri dan Universitas Swasta. Aku lolos. Masalahnya aku lolos dari jalur prestasi universitas swasta yang terkenal dengan biaya yang tinggi, meskipun hanya iseng-iseng karena tidak dipungut biaya pendaftaran. Aku mengacuhkan permintaan ibu agar membatalkan niatku Berbekal uang hasil jualan kue di kantin sekolah, sejak SD sampai SMA, aku dan Sari berangkat ke ibu kota. Kami tinggal di rumah oomnya Sari, pak Bima adalah dosen pada fakultas ekonomi di mana aku lolos seleksi jalur prestasi. Awalnya semua berjalan lurus-lurus saja, kemudian hidupku berbalik ketika oom Bima memintaku untuk membawa laporan audit untuk temannya. Sejak pertemuan pertama, aku sering ke di apartemen oom Bulus, diminta membuat laporan keuangan pribadinya . Aku menganggap oom Bulus sebagai ayahku, mungkin karena perbedaan usia kami sangat jauh, aku berusia 23 tahun dan dia berusia 45 tahun, sama dengan usia ibuku. Untuk mendapatkan uang bulanan setiap bulan ,Oom Bulus mengikatku dengan “Kontrak teman kencan “ selama tiga tahun. Aku menerimanya karena aku bingung membayar uang semester, membayar sekolah adik-adikku dan biaya kost. Aku mendapat imbalan gaji sebesar lima juta per bulan .Aku menerima kontrak yang diajukan oom Bulus karena item ke lima, yakni No s*ks di antara kita. Oom Bulus mengaku dia hanya staf yang dipercayakan oleh bosnya yang mempunyai perusahaan yang tinggal di luar negeri. Aku percaya saja, karena penampilan biasa-biasa saja, apartemennya juga biasa-biasa saja. Seringnya kami bersama-sama membuat ada getaran-getaran di tubuhku. Oom menawariku wine. Dalam keadaan mabuk aku terjatuh dalam bara cinta terlarang.
Romansa
94.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status