Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

Ia justru mengeluarkan sebuah buku saku berjudul Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali—sebuah kitab rujukan utama di pesantrennya. Selama sepuluh menit, hanya ada suara kicauan burung dan gesekan kertas. Lily sempat melirik, terkejut melihat manajernya duduk di sana tanpa bicara, sibuk tenggelam dalam bacaan yang tampak sangat religius. "Buku yang bagus, Pak," ujar Lily akhirnya, tak tahan dengan keheningan itu. Rofiq mendongak, tersenyum tenang. "Ini tentang cara menata hati, Lily. Terkadang di dunia yang bising seperti PT Bhaskara, kita butuh jangkar agar tidak hanyut."
122 viewsOngoingIdinagdag sa Library 3 Beses bilang buku kunci ibadah
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Teh, Khair kan enggak bisa kasih apa-apa. Ya, anggaplah ini bekal buat pernikahah Teh Khaira.” Khaira menatap tumpukan buku di depannya. Yang teratas berjudul Fikih Munakahat. Sepertinya buku-buku itu bukan sekedar pernah dibaca Khair ketika membulatkan tekad untuk melamar Rumaysha, melainkan memang buku-buku referensi untuk sebagian mata kuliahnya di kampus dulu. “Walaupun Teteh sudah dewasa dan sudah siap lahir batin untuk menikah. Teteh juga tetap perlu ilmu untuk menjalani pernikahan dan hidup berumah tangga nantinya.”
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 456 Beses bilang buku kunci ibadah
Ipakita ang mga Review (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Basahin ang Lahat ng Review
I am The Real King

I am The Real King

Ken dapat melihatnya. Ken bangkit lalu berjalan ke meja kerjanya, membuka sebuah brangkas dan mengambil sebuah buku tebal berjilid usang. Tebalnya mungkin sekitar 500 halaman. "Ambillah, dan kamu harus membacanya. Jangan lupa." Erry mengambilnya dan membaca judul buku itu, entah kenapa dadanya seperti dipukul keras saat melihat dua kalimat berukuran besar disana, "Klan Demonia? Demon... Iblis??"
107.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 284 Beses bilang buku kunci ibadah
Read
+Library
Bukan Jendral Tapi Pangeran

Bukan Jendral Tapi Pangeran

sarannya. Ahana mengangguk dan mengernyit ketika Ibram mengulurkan beberapa kunci. “Kunci apa?” “Kamar, lemari penyimpanan, peti rahasia dan ruang rahasia. Itu milikmu dan yang mengetahui selain aku hanya Sabir dan Bibi Kaluna pengasuhku sejak kecil. Khusus Bibi Kaluna, dia akan pura-pura tidak tahu sampai aku atau kamu sendiri yang meminta membukanya dengan kunci itu. Kuncinya hanya ada dua dan semua kunci cadangan ada padamu,” jawab Ibram beranjak mencuci wajahnya di mangkuk khusus yang sudah disiapkan.
108.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 289 Beses bilang buku kunci ibadah
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status