Arion Giovarskèè Alexius Vhrizt, seorang pangeran yang terlahir sempurna namun memiliki kekuatan terkutuk. Hingga kerajaannya dan klannya dihancurkan oleh kerajaan dan klan lainnya. Bahkan kedua orang tuanya tewas mengenaskan saat kejadian itu membuat dirinya harus tumbuh di dunia fana, dunia manusia. Dan tumbuh dengan semua keanehan yang seringkali membuatnya frustasi. Saat ia akhirnya bertemu dengan seorang pria bermanik sehitam jelaga, yang akhirnya memberikannya petunjuk. Saat ia tahu siapa dirinya sebenarnya, bukannya tenang, justru membuatnya kian gila. Saking gilanya hingga jiwa iblisnya berhasil keluar dan mengacaukan alam imortal, Valeoryea. Arion Vhrizt, seorang remaja laki-laki yang akhirnya menemukan jati dirinya. Seorang pangeran yang akhirnya kembali. Tujuannya hanya satu, balas dendam. Demi kematian orang tuanya, demi kerajaannya, demi klannya, demi bangsanya, demi rakyatnya. Dan yang lebih penting, demi diri dan harga dirinya sebagai putera mahkota bangsa iblis. Dia, dan sisi lain lain dirinya, adalah seorang psikopat gila dengan kesan yang berbeda. Arion yang tenang dan hangat namun manipulatif, Devian si penggoda yang suka bersenang-senang. Akankah mereka mampu menuntaskan hasrat dendam mereka lalu mengambil alih semuanya? Yeah, karena aku adalah raja para raja, The Real King!
Lihat lebih banyakValeoryea series 1
Prince Of Demonia Clan - The Birth Of King The Darkness27 tahun yang lalu***Semua makhluk di alam imortal geger. Mereka bagaikan orang idiot saat alam itu bergerak, bergoyang. Ya, kehidupan yang awalnya bahagia penuh harap kini seakan berantakan. Alam bawah sadar membawa dan memaksa mereka masuk ke suatu memori yang nyaris terlupakan berpuluh-puluh tahun yang lalu.Seorang bayi laki-laki. Kelahiran bayi tersebut yang membuat alam itu berguncang keras. Hingga mampu menghancurkan sebagian bangunan semua kastil kerajaan meski sudah dilindungi oleh sihir perisai. Kecuali satu kastil. Kastil Fhrax. Kerajaan bangsa demonia. Satu-satunya bangunan yang tetap berdiri tegak meski sekitarnya nyaris tak ada yang tersisa.Ya, bayi itu adalah pangeran pertama bangsa demonia. Otomatis dia telah memegang gelar sang putra mahkota atau calon kursi tahta Fhrax.Tangisannya terdengar hingga ke seluruh penjuru alam imortal. Langit malam yang saat itu nampak indah seketika tertutup oleh awan hitam yang entah sejak kapan telah berkumpul menjadi satu.Penglihatan buram, kabut hitam menutupi hampir setiap celah udara. Nafas mereka sesak, tercekat, hingga dada terasa begitu panas. Kabut itu seolah membawa asap hitam yang berasal dari api neraka. Hingga kekuatan maupun sihir yang mereka punya seakan terserap, tak bisa mereka keluarkan.Semua orang berteriak tanpa suara. Seolah-olah ada banyak tangan tak kasat mata yang memaksa mereka hanya diam. Semuanya berjalan tertatih, mereka menyeret tubuh mereka sendiri dengan air mata penuh ketakutan yang sedari tadi sudah membanjiri wajah mereka. Tanpa suara. Tanpa daya. Mereka tidak tahu mengapa pikiran mereka tak terkendali. Mereka hanya ditarik paksa menuju keluar dari tempat peristirahatan mereka. Hingga akhirnya, mereka sampai di tanah lapang. Tempat dimana upacara ritual biasa dilakukan.Saat semuanya sudah terkumpul, awan hitam penuh petir di atas sana terbelah, menyingkir dan memperlihatkan bulan penuh berwarna merah pekat. Semerah darah. Saat dimana sang bulan mengeluarkan cahaya merah pekat terangnya, semua makhluk yang tertunduk itu serentak menengadahkan wajah mereka. Menatap bulan diatas sana. Tak disangka semuanya berteriak pilu, seolah ada ratusan jarum tak kasat mata membabi-buta menusuk epidermis, dan api transparan yang menjilati setiap inci tubuh mereka secara perlahan namun ganas. Hingga akhirnya mereka dipaksa menunduk lagi. Tanpa bisa mengeluarkan suara ataupun menggerakkan raga.Beberapa mencoba mengeluarkan sihir, namun seketika itu pula mereka berteriak jauh lebih memilukan. Membuat makhluk lainnya merinding dan terus tertunduk kuat. Ketakutan.Jauh di lautan alam Valeoryea, bangsa duyung pun sama. Mereka dipaksa menurut keluar dari tempat mereka dengan ekor yang tidak berubah. Membuat semua klan mermaid, merman dan siren sangat tersiksa.Semuanya hanya bisa diam, pasrah, dan menurut. Kepala mereka mencium tanah. Seakan dipaksa tunduk dibawah aura penuh intimidasi yang menggerogoti relung batiniah mereka.Tangisan bayi yang perlahan mereda, membuat cahaya sang rembulan perlahan meredup. Tanpa mereka tahu, bulan itu menyisakan segenggam cahaya merahnya sebelum menghilang dan melayang menuju sebuah kastil dimana seorang bayi dengan ukiran mahkota kematian di keningnya berada. Cahaya itu masuk melalui kening bayi itu, membuat kedua mata sang bayi terbuka, semua orang di ruangan itu terkejut bukan main. Khususnya sang ratu. Sungguh, mata yang sangat aneh dan langka. Lebih tepatnya, mengerikan.Kekuatan gila yang menyiksa para makhluk imortal perlahan lenyap, membuat mereka bernapas lega dan kembali merasakan tangis bahagia. Penderitaan sekitar setengah jam yang lalu telah berakhir, dan mereka terkejut, menyadari berada dimana mereka saat ini. Terutama kaum bangsawan dan rakyat jelata. Tak ada kasta dan kedudukan. Semuanya sama. Membuat para kaum bangsawan merasa dijatuhkan.Tak ada waktu untuk protes, tetapi setidaknya mereka bisa kembali duduk sekarang. Namun sayang ternyata kekuatan dan sihir mereka belum kembali. Kalaupun ada sangat kecil yang bisa dikeluarkan. Membuat tubuh mereka lagi-lagi bergetar, raut ketakutan nampak sangat jelas. Mereka benar-benar bingung, apa yang sebenarnya telah terjadi.Seseorang ditengah mereka tiba-tiba bergumam, memecah kesunyian."Mungkinkah ...?""R-ra-ramalan itu nyata?"Mereka berusaha mengingat sesuatu. Sesuatu hal yang telah dilupakan ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.'Suatu hari nanti, akan ada seorang pangeran yang lahir dari salah satu kerajaan di alam Valeoryea ini. Pangeran yang sempurna, namun memiliki kekuatan yang terkutuk. Hanya dengan sorot matanya, dia mampu membuat semua makhluk tunduk dibawah kakinya. Hanya dengan tatapan matanya, dia mampu mengendalikan pikiran siapapun atas kehendaknya, tanpa terkecuali. Suatu hari nanti, dia yang akan menyatukan semua kerajaan dan memimpin segalanya. Raja diatas raja. Dialah, sang raja sekaligus raja kegelapan yang sesungguhnya. Seseorang yang dapat membuka dan menghubungkan langsung portal menuju alam kematian, bahkan ... neraka.'Kini mereka tahu, itu bukan hanya sekadar ramalan. Tetapi itu adalah sumpah dari seorang iblis yang menurut sejarah adalah Demonix, iblis yang pernah menjadi musuh utama semua klan bahkan klan demonia itu sendiri, yang berpuluh-puluh tahun mati dengan mengenaskan oleh para leluhur bangsa penyihir putih."Jadi, apakah kini dia bereinkarnasi dan kembali untuk menuntut balas dendamnya?"Hening, tak ada yang berbicara. Hingga seorang pria paruh baya mengatakan satu kalimat jelas yang disetujui oleh semua orang di sana."Hanya satu cara, kita lenyap kan bayi itu."Ruang bawah tanah tempat para tetua berkumpul saat rapat dadakan selalu terasa seperti kuburan. Dingin, sunyi, dan penuh bisik yang tak terdengar telinga biasa. Lilin-lilin hitam menyala tanpa api, menari oleh kekuatan sihir gelap dari era sebelum manusia mengenal cahaya.Kenio duduk di antara mereka, menyandarkan punggung pada kursi batu yang terlalu dingin. Di depannya, Raja Vampir, Kendrick Bathory masih berdiri membelakangi mereka, menatap dinding batu yang dipenuhi simbol kuno.“Kalian semua merasakannya, bukan?” Kendrick bertanya dengan tenang lalu berbalik, menatap semua anggota yang hadir dengan mata perak tajamnya. “Langit semalam seperti mengingat sesuatu yang tak ingin dikenang.”Para Tetua Gelisah.“Tanda-tandanya terlalu jelas. Ini seperti malam ketika anak terkutuk itu dilahirkan!” seru salah satu dari mereka. Diikuti yang lain dengan ekspresi penuh kebencian di wajah tuanya.“Kita sudah memastikan kematiannya!”“Betul. Kita semua sudah melihat kematiannya secara langsun
Arion berjalan tenang meninggalkan istana Fhrax yang menjulang megah tersebut. Portal besar telah terbuka di depannya. Menyisakkan Brook dan tujuh iblis leluhur yang akan menjaga istana selama Arion pergi untuk menjalankan tugasnya mencari batu mulia Red Gloire ditemani oleh Seon atau Berkshire."Jaga istana milik keluarga ku dengan baik, sampai aku kembali." titahnya dengan nada tegas dan berwibawa."Tanpa diduga tubuh kelabang raksasa itu bersinar dan perlahan berubah menjadi tubuh seorang lelaki dewasa yang sangat tampan. Memiliki rambut dan mata berwarna merah terang dengan kulit kecoklatan yang menawan.Sosok asli salah satu hewan pendamping Arion. Kini hanya Seon yang belum menunjukkan sosok manusianya, tapi Arion bahkan sudah mengetahuinya.Brook dan 7 iblis kuno itu serentak bersimpuh di depan Arion."Percayakan pada kami, Yang Mulia ..., kami akan disini menjaga Istana Fhrax dan tanah Klan Demonia sampai anda kembali. Kami bersedia dihukum berat jika kami atau salah satu dari
Langit klan yang telah mati itu kini berwarna semerah darah, begitupun seluruh langit klan imortal. Hawa panas penuh amarah dan dendam menguasai atmosfer. Para makhluk lainnya bersembunyi di dalam rumah. Saling berpelukan erat dalam ketakutan. Bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada langit diatas mereka. Angin bertiup sangat kencang, sesekali petir hitam menyambar apapun di bawahnya, membuat api berkobar nyaris di semua tempat. Begitupun tanah yang mereka pijak berguncang keras. Menciptakan trauma baru bagi mereka, khususnya wanita dan anak kecil.Para raja dan semua prajurit berusaha sebaik mungkin membuat barier pertahanan meski beberapa bagian dari istana mereka pun rusak hingga retak dan roboh. Api yang membumbung tinggi membuat mereka kian kalut atas situasi yang terjadi. Begitupun Kenio yang kini didampingi seluruh orang-orang kepercayaannya.Sedangkan di bawah langit Demonia remaja lelaki itu tengah menatap tajam rembulan. Kedua manik abu pekatnya berubah menjadi warna emas
Arion tersentak, manik abu pekat dan rambut sehitam arangnya telah kembali. Ia refleks melihat bulan semerah darah di atas sana, tiba-tiba ia menjerit kencang, cahaya merah bulan itu menyorot ke tubuhnya. Arion merasakan panas ditubuhnya berkali-kali meningkat. Jantungnya seolah akan meledak, dan tubuhnya seakan ditusuk ribuan belati tajam.Arion melihat ke sekeliling, Seon menghilang entah kemana. Naga itu menghilang bersamaan dengan Devian. Arion berlari ke arah lain, mencari tempat berlindung dari cahaya bulan merah tersebut. Namun sia-sia, semuanya telah rata. Dinding gerbang yang tersisa pun tak mampu menyembunyikan tubuhnya dari sinar rembulan.Arion lemas, kepalanya amat sakit dan pusing. Ia mengernyit dalam, melihat berbagai bayangan di sekelilingnya layaknya gambar tiga dimensi. Berbagai suara mengerikan menusuk indera pengdengarannya.Suara gesekan dan tebasan pedang dimana-mana, jeritan pilu, tangisan, kesedihan, ketakutan. Ia juga bisa melihat semua ekspresi itu dengan sa
Cengkeraman tangan Arion di surai Seon semakin kencang saja saat semua perasaan aneh yang menyerang hatinya. Perasaan takut, sedih, pasrah, dendam, benci. Semua perasaan itu seolah ingin menenggelamkan jiwanya ke palung neraka."Ayah ..., Ibu ...."Nafas Arion tercekat, setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya ia bisa melihat suatu gerbang besar dan tinggi di depan sana. Gerbang itu amat kokoh meski hampir semua bagiannya telah retak dan hancur.Tanpa sadar air mata mengalir di kedua pipinya. Gerbang itu memancarkan aura gelap yang nyata. Membuat siapapun yang ada di dekatnya akan terperosok ke dalam jurang kebencian jika tidak memiliki tekad yang kuat.Seon yang merasakan perasaan sedih sekaligus takut dari tuannya hanya ikut menatap sedih ke depan sana. Namun dia tidak tahu harus melakukan apa. Ia mengerti apa yang dirasakan Arion. Dengan tekad kuat, tubuh besar dan panjangnya meliuk jauh lebih cepat dari sebelumnya. Tinggal beberapa meter lagi mereka akan sampai di depan gerbang
Dingin, memprihatinkan dan horor, tiga kata yang paling tepat untuk menggambarkan situasi Klan Demonia saat ini.Tak ada satupun tanaman yang hidup dikarenakan kondisi tanah yang amat kering dan gersang, hanya pohon-pohon yang telah mati puluhan tahun lalu, begitupun udaranya yang begitu panas mencekam. Hampir seluruh wilayah Demonia telah ditutupi oleh asap dan kabut hitam.Langit dan awannya berwarna ungu gelap, sedangkan tanah beserta gunung-gunungnya berwarna hitam dan merah, berasal dari lahar yang amat panas. Sudah dipastikan tak ada satupun makhluk yang dapat hidup di wilayah ini. Ditambah lagi atmosfer nya yang terlalu suram dan dingin.Arion, entah sosok itu memang dirinya atau bukan, yang jelas dia memiliki aura dominasi yang sangat kuat. Bahkan jauh diatas Devian. Ia menatap tajam sekelilingnya, begitu banyak sepasang mata merah yang menatapnya, menyala dalam kegelapan. Semua mata itu serentak terpejam, menghormatinya. Beberapa dari mereka nampak sangat ketakutan."Tak akan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Komen