DITOLAK OM-OM
"Kayaknya aku harus ancang-ancang buat resain, Van."
"What!" Vanya menghadang langkah ini, sepertinya kaget sekali dengan rencana dadakanku.
Adakah cara jitu membuang masa lalu secara instan selain berlari sejauh mungkin? Kalaupun ada, mungkin pilihannya hanya satu, yakni mati. Namun, aku masih seratus persen waras dan gak mungkin segila itu nekat mengakhiri hidup hanya karena patah hati menahun. Menghindar pelan-pelan kurasa cara ampuh untuk proses pemulihan dengan menghapus semua jejak-jejak luka.