Gadis Kesayangan Tuan Adrian
Suara Kak Risa sudah semakin lemah, tetapi aku bisa mendengar nada paniknya.
Aku mulai mencari sesuatu di sekitarku, kembali menyapu ruangan dengan pandangan terbatas. Beberapa barang berukuran besar sudah jatuh dan pecah karena tersenggol kami tadi.
Namun kemudian, tidak jauh dari nakas di sebelah ranjang kami, aku melihat sebuah vas besar terbuat dari marmer. Terlihat berat, kokoh, dan keras untuk memecahkan kaca jendela.