Heavenly Rift
“Permukaan kasar, ada retakan seperti daun retak.”
Udara di depan mereka mengerut sehalus gelembung sabun. Lingkaran cahaya sebesar perisai terbentuk—berkedip rapuh—nyaris padam—lalu mantap; tepinya bergetar halus seperti kaca tipis yang baru keluar dari tungku. Di dalamnya, bukan hutan ini: tampak dinding batu lain yang lebih terang, ruang sempit menjorok seperti mulut gua.
“Begitu beradu senjata, mereka akan sibuk bertarung,” kata Celia pelan. “Waktu kita sedikit agar mereka teralihkan.”
Hot Chapters