Istriku Preman Pasar
Dia terus menahan tanganku, meskipun aku sudah menarik dengan sekuat tenaga.
Oke, terimalah persembahan dari menantumu, mama mertua. Aku membuka mulut dan langsung saja cairan isi perut ku yang hendak keluar dari tadi menyembur tepat kearah muka mama. Tidak hanya sekali tetapi sampai tiga kali semburan.
"Aihhh, apa-apaan kamu, Bel?" teriak mama dengan jijik. Wajah dan rambutnya lengket oleh muntahan ku. 'Karma dibayar tunai, mama mertua,' gumamku.