Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Boneka

Aku Bukan Boneka

Ibu kandungku mengatakan bahwa suamiku berselingkuh dan memintaku untuk bercerai secepatnya. Aku hanya ingin memverifikasinya terlebih dahulu baru menangani masalah ini. Jika memang benar, aku ingin melindungi hak-ku. Namun, dia langsung membuat keributan di pameran seni yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelenggarakannya. Dia mengataiku sebagai wanita matre di depan umum. "Kamu menggunakan uang pria itu untuk menyelenggarakan pameran, apa bedanya dirimu dengan seorang pelacur? Apa aku membesarkanmu untuk menjadi wanita matre? Kenapa kamu begitu menjijikkan?" Dia mengamuk, menghancurkan lukisanku yang bernilai puluhan miliaran dengan pisau, tetapi dia terus mengatakan itu demi kebaikanku, berharap aku menjadi mandiri dan kembali ke jalan yang benar. Aku memegang tanganku yang tergores dan berdarah sambil berkata kata demi kata, "Yang kamu sebut kembali ke jalan yang benar itu berarti aku harus bercerai dengan suamiku, lalu menikah dengan duda berusia 45 tahun yang memiliki seorang anak, berpenghasilan 5,6 juta sebulan, dan masih ingin aku yang memberinya mahar?"
Baca
Tambahkan
Sosok Teman Khayalan

Sosok Teman Khayalan

Belakangan ini, teman sebangkuku selalu menatapku dengan tatapan aneh. Setiap kali aku ke kantin atau ke lapangan, semuanya menghindariku. Aku akhirnya tidak tahan lagi dan bertanya kepada teman sebangkuku, "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kamu menjauhiku?" Dia ketakutan hingga mundur beberapa langkah, lalu menyahut tanpa berani menatapku, "Nggak ada kok. Ini bukan salahmu." Kemudian, dia memilih untuk pindah kelas, dari kelas plus menjadi kelas reguler. Aku lantas mencarinya untuk memperjelas semuanya. Aku datang ke kelasnya. Dia awalnya sedang mengobrol dengan teman barunya. Begitu melihatku, dia sontak berseru kaget, "Aku serius. Ini bukan salahmu. Tolong jangan mencariku lagi. Kumohon!"
Baca
Tambahkan
Upacara Kedewasaan Berdarah

Upacara Kedewasaan Berdarah

Di desa kami tidak ada laki-laki dewasa. Setiap gadis yang mencapai usia 18 tahun harus melakukan upacara kedewasaan bersama-sama di kuil leluhur. Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil. Saat mereka keluar, mereka semua menunjukkan ekspresi kesakitan sekaligus senang. Kakakku berusia 18 tahun, tapi Nenek tidak mengizinkan dia mengikuti upacara ini. Dia menyelinap ke kuil leluhur di malam hari dan berjalan dengan langkah tertatih-tatih saat keluar. Darah segar menetes di antara kedua kakinya.
Baca
Tambahkan
Primadona Disangka Murahan

Primadona Disangka Murahan

Ada yang menyatakan perasaannya kepadaku di laman web pengakuan kampus, tetapi pacar teman sekamarku malah mengomentari unggahan itu dengan pernyataan bahwa aku sudah pernah tidur dengan semua siswa di kampus. Saking marahnya, aku langsung lapor polisi. Teman sekamarku pun memohon kepadaku untuk memaafkan pacarnya. Dia bahkan bilang akan meminta pacarnya untuk mengunggah permintaan maaf di laman web kampus. Belum sempat permintaan maaf itu kuterima, sebuah video tidak senonoh keburu tersebar di kalangan siswa. Semua orang mengatakan bahwa akulah sosok perempuan dalam video itu. Aku pun diinterogasi pihak kampus dan akhirnya diminta untuk cuti. Saat aku pulang, orangtuaku menolak mengakuiku sebagai putri mereka. Kehilangan segalanya membuatku begitu putus asa dan depresi hingga akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri. Namun, saat mataku terbuka lagi, aku kembali pada hari di mana pengakuan perasaan itu terpajang di laman web.
Baca
Tambahkan
Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan

Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan

Suamiku hanya bertahan satu menit setiap kali berhubungan badan. Sebagai wanita dewasa berusia 30 tahun, aku selalu merasa ada yang kurang saat malam hening menjelang. Sampai suatu saat, aku bertemu dengan seorang montir yang bertubuh kekar. Melihat otot-otot di balik kausnya, hasratku langsung bangkit dalam hati. Sentuhan mesra dengannya membuatku tidak bisa menahan diri. Namun pada akhirnya, aku mendorongnya menjauh agar tidak melakukan kesalahan. Hanya saja tak kusangka, ternyata suamiku telah berselingkuh dengan wanita hamil di seberang rumahku. Kalau begitu, bagaimana kalau aku juga ....
Cerita Pendek · Gairah
4.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Di malam pengantin, istriku bersikeras agar aku mengenakan penutup mata, karena tubuhnya hanya untuk orang yang dia sebut cinta sejati. Hatiku langsung hancur seketika, aku pun bertanya dengan suara tajam, "Kamu ini istriku atau istrinya?!" Istriku membalas dengan suara lebih keras. "Aku memang menikahimu. Tapi apakah itu berarti aku harus memperlihatkan tubuhku padamu? Paksaan dalam pernikahan tetaplah paksaan. Aku hanya akan menunjukkan tubuhku pada Charli, karena kamu sama sekali nggak pantas." Setelah itu, saat dia berkata ingin menjadi istriku, aku malah merasa dia tidak pantas lagi.
Baca
Tambahkan
Queen of Revenge

Queen of Revenge

Selena Von Goyard, Anak haram Raja dengan seorang pembantu yang banyak mengalami intimidasi sejak kecil tumbuh menjadi bunga yang cantik dan siap dipetik. Karena Raja yang arogan dan terlampui serakah, dia bermaksud memanfaatkan kecantikan anaknya itu untuk kepentingan. Tapi nasib tragis menimpa Selena. Ibunya yang sakit sakitan itu diperlakukan dengan tidak layak hingga meninggal. Diliputi amarah, dia bersumpah akan membalas semua perlakuan yang dia alami selama ini
Fantasi
417 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Kesatria Agung Mikenai

Kesatria Agung Mikenai

Riza Hanazawa
Dua belas abad sebelum tahun kelahiran juru selamat (Masehi), tanah Yunani mengalami kekacauan. Negeri para Dewa menyambut era kejatuhan. Banyak kekacauan dan kesenjangan masyarakat terjadi di seantero negeri, para saudagar dan kaum aristokrat saling berebut tanah serta suara rakyat demi kekenyangan pribadi. Jeritan para korban dari rakyat jelata pun kian meronta-ronta, memohon kepada sang Dewa sejati, untuk sekali lagi menjadi hakim adil atas kebejatan manusia biadab yang telah bersikap semena-mena memutus tali kemanusiaan. Dalam hiruk pikuk kekacauan zaman, muncullah kesatria agung bak jelmaan Dewata sejati. Kesatria muda dengan membawa kedua senjata kembar, melambangkan gerakan keadilan. Para aparat pemerintahan di berbagai negara kota di Yunani kerap memusuhi karena menjadi ancaman yang dapat menggulingkan reputasi mereka, mereka menyebut kesatria itu sebagai perampok. Melalui berbagai rintangan, langkah kaki sang kesatria tetap berlanjut sampai negeri Yunani selangkah mengintip cahaya terang benderang, era baru kehidupan manusia. NB: Cerita ini hanya fiksi, penempatan sejarah hanyalah setting zaman belaka.
Pendekar
109.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Cinta Buta Pembawa Petaka

Cinta Buta Pembawa Petaka

Suatu hari, aku menerima telepon dari seorang pengembang properti. Orang itu dengan sopan menasihatiku bahwa meskipun aku sudah menikah, aku tidak perlu sampai membuat keributan sepanjang malam. Banyak tetangga yang mengeluh dan merekalah yang dipusingkan karena berada di antara kedua belah pihak. Aku menjawab dengan tenang. "Kalian pasti salah paham, aku saja nggak punya pacar, mana mungkin aku sudah menikah?" Melihatku masih tidak mau mengaku, pihak pengembang properti mengirimkan video pengawas lingkungan perumahan kepadaku. Dalam video tersebut, lorong bangunan dihiasi dengan lampu dan tamu datang tanpa henti. Beberapa orang mengiringi pengantin perempuan masuk ke dalam rumah baru. Pengantin laki-lakinya adalah mantan pacarku, yang sudah putus denganku dua setengah tahun yang lalu.
Baca
Tambahkan
Kembalinya Mantan Istri Suamiku

Kembalinya Mantan Istri Suamiku

Bos besar dunia bisnis bercerai dan membesarkan anak sendiri. Aku pun buru-buru menikah lagi dengannya. Selama lima tahun menikah, aku berhenti dari pekerjaanku dan sepenuhnya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang baik sekaligus istri yang setia. Sampai mantan istri Neil tiba-tiba bersiap untuk kembali ke negara ini. Malam itu juga, putra Neil yang berusia lima tahun, melempar semua barang-barangku dari kamar utama ke kamar tamu. "Kamu cuma ibu tiri! Kamu nggak boleh tidur sama ayahku! Aku nggak mau ibuku sedih! Kamu harus keluar dari rumah kami!" Para pembantu tertawa mengejek, sementara Neil hanya mengangkat alis dan menasihatiku dengan enteng. "Anak berpihak ke ibu kandungnya itu wajar. Jangan terlalu dipikirin. Sekarang yang jadi istriku 'kan kamu." Aku hanya mengangguk patuh dan mulai membereskan koperku yang berantakan dengan tenang. Tengah malam, Neil mencoba naik ke tempat tidurku. Aku menolaknya. "Perjanjian pernikahan kita tinggal dua hari lagi. Dua hari lagi, kita cerai."
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
34567
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status