LOGINAda yang menyatakan perasaannya kepadaku di laman web pengakuan kampus, tetapi pacar teman sekamarku malah mengomentari unggahan itu dengan pernyataan bahwa aku sudah pernah tidur dengan semua siswa di kampus. Saking marahnya, aku langsung lapor polisi. Teman sekamarku pun memohon kepadaku untuk memaafkan pacarnya. Dia bahkan bilang akan meminta pacarnya untuk mengunggah permintaan maaf di laman web kampus. Belum sempat permintaan maaf itu kuterima, sebuah video tidak senonoh keburu tersebar di kalangan siswa. Semua orang mengatakan bahwa akulah sosok perempuan dalam video itu. Aku pun diinterogasi pihak kampus dan akhirnya diminta untuk cuti. Saat aku pulang, orangtuaku menolak mengakuiku sebagai putri mereka. Kehilangan segalanya membuatku begitu putus asa dan depresi hingga akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri. Namun, saat mataku terbuka lagi, aku kembali pada hari di mana pengakuan perasaan itu terpajang di laman web.
View MoreMalam itu, video pendek Natalia dan Hadi tersebar di Internet.Anna dan aku menulis rangkuman singkat tentang keseluruhan kejadian dan menempelkannya di dinding pengakuan.Kami memasangnya tidak hanya di dinding kampus kami, tetapi juga di dinding pengakuan beberapa kampus sekitar.Anna punya akun sendiri, kami menghabiskan seluruh uang kami untuk mempromosikannya sehingga kejadian itu meledak di internet dalam sekejap.Aku juga berhasil menjadi terkenal.Banyak gadis yang memuji keberanianku dan mengatakan perilakuku adalah perilaku anti-pornografi sejati.Di saat bersamaan aku menjadi semakin terkenal, reputasi Natalia dan Hadi menjadi semakin buruk.Yang pertama adalah Natalia, dia putus kuliah setelah kejadian ini.Kudengar keluarganya adalah keluarga yang sangat sederhana, orangtuanya bangga dengan prestasi akademisnya sejak dia masih kecil.Ibu Natalia ingin menonjol dengan menumpang prestasi Natalia, sehingga dia bisa menonjolkan diri ke sekeliling.Ternyata setelah Natalia kuli
Masalah ini langsung tersebar luas.Hadi pun mendatangiku dan bertanya, "Apa-apaan ini, Vania? Bukannya kamu sudah setuju untuk tutup mulut?""Bukan saya yang bilang," sahutku sambil mengedikkan bahu."Terus, kok bisa semua orang tahu?" tanya Hadi dengan gelisah. "Waktu itu cuma ada kita, Natalia dan Jayden nggak mungkin bilang. Ini pasti ulahmu. Bapak 'kan sudah janji akan membereskan masalah ini, jadi kenapa kamu masih membocorkannya? Bapak ini masih dosenmu! Cepat unggah pernyataan kalau semua ini gosip palsu dan video itu hasil editan! Kalau nggak, lihat saja kamu nanti!""Sudah saya bilang saya nggak mengatakan apa-apa. Kalau Bapak nggak percaya, tanya saja ke polisi," sahutku menghadapi ancaman dosen satu ini.Setelah itu, aku langsung meninggalkan kantor Hadi.Keesokan harinya, aku bertemu orangtuaku.Begitu melihatku, ayahku langsung menamparku. "Dasar nggak tahu malu kamu, Vania! Katanya kamu main-main di kampus, hah!"Menatap dua orang yang mengintimidasi di hadapanku ini mem
"Mustahil …. Kok bisa …." Orang yang pertama kali angkat bicara adalah Anna. Dia menatap Natalia dengan kaget, lama sekali dia hanya terdiam.Ekspresi Natalia tampak begitu malu.Ekspresi Jayden juga berubah. Dia meminta petugas itu untuk memeriksa dengan lebih cepat. "Nggak, nggak mungkin dia. Coba cek lagi, jangan-jangan ada orang lain di belakangnya."Namun, tidak ada yang pergi ke hutan hari itu karena sedang libur. Itu sebabnya mereka berdua memilih tempat itu.Rekaman kamera pengawas selama empat jam itu diputar 16x lebih cepat dan tidak ada orang lain yang keluar masuk hutan.Polisi itu pun menoleh menatap Hadi dan bertanya, "Ini bukan video hasil editan, 'kan? Apa yang sebenarnya terjadi?"Karena semuanya sudah terungkap, Hadi akhirnya mengakui kejahatannya.Demi mendapatkan beasiswa, Natalia mengobrol dan menggoda Hadi setiap hari.Hadi yang tidak kuat dengan godaan itu pun akhirnya melakukannya dengan Natalia.Sayangnya, pihak pemberi beasiswa lebih waspada kali ini. Hadi tid
"Kamu saja nggak lihat wajah gadis itu, jadi gimana caranya kamu tahu kalau dia itu Vania?" Polisi itu kembali bertanya dan mengarahkan pembicaraan pada topik semula.Jayden mengatakan bahwa dia memang tidak melihat wajah si perempuan, tetapi dia melihat pakaiannya.Dia melihat pakaian itu lagi di balkon asrama kami. Saat dia bertanya kepada Natalia, pacarnya itu mengatakan bahwa pakaian itu milikku.Aku pun menangis lebih kencang lagi."Pak Polisi sudah dengar semua, 'kan? Aku yakin perempuan itu aku! Tolong cepat tangkap pelakunya, Pak Polisi!"Polisi itu pun akhirnya menuruti desakanku dan menghubungi Hadi Noma, dosenku.Hadi masih ada di lingkungan kampus, jadi 10 menit setelah menerima telepon dari polisi itu, dia pun tiba.Dia juga mengajak satpam ikut serta.Hadi pun mengisyaratkan satpam itu untuk mengusir para siswa yang mengerumuni kami.Tidak hanya siswa dari kampus kami, tetapi para siswa dari kampus tetangga ikut berkerumun untuk menyaksikan kehebohan ini. Mereka semua ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews