BUKAN MEMPELAI IMPIAN
"Ya sudah, jangan mikir aneh-aneh lagi. Aku nggak ke mana-mana walau ayah sama ibuku tak menyukai kamu, Najla. Kita akan berjuang sama-sama sampai mereka tahu hati kamu putih."
"Aku minta maaf," ucap Najla pelan. Langkahnya maju setengah, lalu kepalanya bersandar di dada Evan. Aroma laut dan angin malam menyapu lembut, membuat rambut ikalnya yang panjang sampai punggung bergoyang pelan.
Evan diam saja, hanya membiarkan lengannya memeluk pelan.
Dari teras resort Liam, Neina memperhatikan pemandangan itu. Ia berdiri bersama Bi Ira, Chandra, dan Hanafi yang ikut menoleh.
Hot Chapters