تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Swing Partner

Swing Partner

Maharani Ruby Herlambang menjadi yatim piatu sejak usianya 10 tahun. Kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan tragis. Sepintas terlihat sebagai kecelakaan beruntun yang terjadi karena cuaca buruk. Tetapi sebenarnya adalah kecelakaan yang direncanakan dengan rapi dan telilti dengan memanfaatkan kondisi hujan deras yang terjadi pada malam itu. Itulah sebabnya, dia dituntut untuk tidak menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Herlambang kepada khalayak umum.   Dia pewaris tunggal dari Paragon Persada yang bergerak dalam industri logam manufaktur. Perusahaan yang merupakan salah satu dari jejaring perusahaan milik Keluarga Herlambang dengan induk perusahaannya rancang bangun. Dibesarkan bersama sepupunya dari pihak Mamanya tetapi tetap terhubung dengan Keluarga Herlambang, keluarga besar Papanya.   Passionnya bukan pada logam manufaktur. Melainkan pada logam mulia. Menjadikannya dia seorang desainer perhiasan dan mendirikan perusahaan sendiri, The Esthetic Jewelery tanpa privilege sebagai penyandang nama besar Herlambang di belakang namanya.   Belum pernah jatuh cinta. Namun begitu jatuh cinta, dia mencintainya secara ugal-ugalan. Perkenalan yang singkat dan langsung meminta ijin untuk menikah. Keluarganya marah besar. Menolak mentah-mentah permohonan ijinnya. Dia bersikeras menikah dengan Aldi Ananta, pria yang pernah ditinggalkan tunangannya disaat hampir menikah.   Konsekuensinya,  dia harus tetap menyembunyikan identitasnya sebagai anggota Keluarga Herlambang “yang itu”. Dia memutuskan hubungan dengan keluarganya. Tetapi keluarganya diam-diam tetap memantaunya dari jauh.   Aldi selingkuh dengan mantan tunangannya yang lari demi pria kaya berkewarganegaraan Yunani. Topeng Aldi sebagai seorang gold digger terkuak. Dia baru menyadari, tidak pernah ada cinta Aldi untuknya. Hingga malam kelam yang membuat dirinya kehilangan janin dalam kandungannya membuka identitasnya sebagai anggota Keluarga Herlambang. Keluarganya muncul untuk melindungi dirinya. Dia tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya.   Rencana balas dendam disusun. Kematian kedua orangtuanya mulai menemui titik terang. Satu nama muncul, Orion Petralis, pria Yunani yang menjadi pelarian mantan tunangan suaminya. Membantu balas dendamnya. Balas dendam yang menyakitkan bagi lawan namun terasa manis adalah bersama pasangan selingkuhannya dan hidup berbahagia dengannya.
207 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 5 مرة ضمن cerpen singkat sedih
قراءة
+مكتبة
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Litani
Adia dan Hanif memutuskan untuk menikah setelah menghabiskan 3 tahun masa pacaran. Satu tahun pertama masih terasa pasangan paling bahagia. Masih romantis. Masih perhatian. Saling mengabari. Masalah-masalah kecil seperti Hanif yang sering kelupaan naruh handuk di atas kasur, atau menarik baju sampai berantakan, bisa teratasi dengan mudah. Masalah kecil. Hingga suatu hari, kedunya dituntut sibuk oleh pekerjaan masing-masing. Yang membuat horor kali ini adalah ... pertanyaan kapan punya anak? Setiap Adia ikut acara keluarga, pertanyaan itu tidak berhenti dari mulut tante dan sepupu-sepupunya. Mereka bahkan menyaranan berbagai ramuan obat kuat. Memberikan wejangan macam-macam dan pertanyaan aneh-aneh seperti, "Adia jangan keseringan di atas, sesekali aja. Kasihan sperma Hanif muntah lagi ke bawah kalau posisinya kayak gitu terus. Emang sih, di atas enak. Tapi itu nantinya Hanif jadi malas gerak. Hanif juga harus aktif, Di." Adia menanggapi dengan memijit pelipis, pusing. Suatu hari kabar baik itu datang. Adia hamil. Hanif hanya tersenyum datar saat Adia menyodorkan tespek bergaris dua. Hanif menjadi lebih pendiam sejak saat itu, padahal semua keluarga begembira menyambut hadirnya si kecil. Pada suatu malam Adia mendengar sebuah tangisan pilu, ia memeriksa ruang demi ruang. Hanif, suaminya, sedang tersedu-sedu di atas sajadah. Bahunya bergetar. Tangisannya terdengar sedih sekali. Entah apa yang lelaki itu ceritakan pada Tuhan. Setelah tangis Hanif reda, Adia berinisiatif membawakan teh, mengelus bahunya dan mempertanyakan kenapa. Kejujuran Hanif membuat tercengang. Ternyata lelaki itu punya trauma mendalam di masa kecil, itu sebabnya ia tidak berkeinginan mempunyai anak. Namun, Tuhan berkehendak lain. Tuhan menitipkan ruh di rahim Adia. Adia shock. Ia menangis sejadi-jadinya. Adia bingung, apa yang harus dilakukan pada bayinya nanti? Adia tidak ingin anak ini lahir seperti tidak diinginkan. Hanif meminta Adia membantunya melupakan trauma itu. Pelan-pelan, perlahan. Hanif tidak merasakan sakit lagi saat mengingat ayah yang menyiksa ibu dan adiknya.
103.3K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 87 مرة ضمن cerpen singkat sedih
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
202122232425
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status