Beranda / Male Adult / Swing Partner / BAB 17 – HYPNOTHERAPHY

Share

BAB 17 – HYPNOTHERAPHY

Penulis: Ough See Usi
last update Tanggal publikasi: 2026-05-20 23:00:22

Ruangan hening. Proses hipnotis tengah berlangsung. Semua menatap Maharani Herlambang yang tengah terpejam dengan posisi setengah duduk yang nyaman di atas bed pasiennya. Dokter Sita memastikan alat perekamnya menyala sebelum masuk ke posisi tanya jawabnya.

Keluarga Herlambang dan Dokter Fano mengamati dari sofa yang berada di ruang tengah kamar rawat inap terbaik ini. Ishaak Pranata sudah menyuruh petugas resepsionis lantai ini untuk menahan siapapun yang hendak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Swing Partner   BAB 23 – FONT HURUF COURIER NEW

    Kak Ishaak langsung mengambil gawainya.“Halo, Yan. Cari tahu dengan siapa Delta Steel bekerja sama setelah kontrak kerjasamanya dengan Paragon Persada diputus. Cari juga profil perusahaannya ya.”“Ran, lanjutkan,” Om Tara memerintah.Dia mengangguk dan mengarahkan pointer lasernya ke daftar nama perusahaan yang mengajukan proposal kerjasama dengan Paragon Persada.“Dari tujuh perusahaan yang mengajukan proposal, setelah kematian Papa dan Mama, dua perusahaan mengundurkan diri tanpa alasan. Tiga perusahaan diterima proposalnya. Dua perusahaan ditolak proposalnya. Om Pram masih ingat?” ia menatap Om Pram.Om Pram mengangguk. “Aku ingat semuanya. Itu saat-saat aku memegang Paragon Persada. Perusahaan yang ditolak karena tidak sesuai dengan visi keluarga kita yang mengutamakan kerjasama yang adil dan membawa kebaikan bagi orang banyak bukan bagi segelintir orang saja. Yang satu lagi karena scoop perusahaannya terlalu kecil untuk bekerjasama dengan Paragon. Itu akan menjadi beban kerja d

  • Swing Partner   BAB 22 – SKEMA DALAM TABUNG GAMBAR

    Pagi ini dia sudah membuat janji dengan Kak Ishaak untuk mampir di Paragon Persada. Dia sudah pulih. Sudah bisa berjalan dengan normal tanpa harus terbungkuk menahan ngilu di perut bagian bawahnya. Sebelum ke perusahaan milik Papanya, dia berziarah ke makam janin yang belum sempat tumbuh besar di dalam perutnya diantar oleh Tante Laras. Nama Sweatpea Ruby sudah tertulis pada nisannya. Dia sudah mengikhlaskannya. Dia tidak menangis lagi karena tahu, anaknya sudah baik-baik saja di alamnya yang sekarang. Dia meletakkan buket bunga Baby Breath di atas makam kecil Sweetpea. Melafalkan alfatihah sebelum pergi. Tante Laras memayunginya di tengah gerimis halus pagi ini. “Tante mau ikut ke Paragon?” tanyanya saat supir mulai melajukan kendaraan. “Tidak. Tante harus mengecek salon. Kamu yakin tidak mau creambath atau hairspa dulu di tempat Tante?” Tante Laras balik bertanya. Ia menggel

  • Swing Partner   BAB 21 – SERUPA

    14.20Kantor Pusat Sawit Pertiwi CPO CoTubuh sintalnya dibungkus blus kuning berbahan ringan dengan model sabrina. Memamerkan leher jenjang dan sebagain besar bahunya yang putih. Totebag bundar putih dengan gambar Pikachu edisi terbatas menggantung di bahunya. Langkahnya pasti menuju ke lift khusus eksekutif sebelum dihentikan oleh petugas.“Ma’af, Ibu hendak kemana dan bertemu siapa?” tanya petugas dengan santun.Wanita itu mengangkat dagunya. Menatap remeh petugas di hadapannya.“Saya sudah ada janji dengan CEO perusahaan ini.”“Silahkan hubungi frontdesk untuk menulis di buku tamu, Bu.”“Tidak perlu. Saya sudah ditunggu oleh Tuan Ananta di ruangannya. Minggir.”Perempuan itu menarik tubuh petugas itu untuk menepi dari jalannya. Mendorongnya ke samping membuat petugas itu nyaris terjatuh. Tubuh perempuan itu lenyap saat pintu lift menutup.Menggunakan handy talkie-nya, petugas itu melapor kepada atasannya. Sekretaris CEO langsung berdiri begitu melihat perempuan itu keluar dari l

  • Swing Partner   BAB 20 – PESAN CHAT ANCAMAN

    Mertua laki-lakinya  membuat satu pesan chat untuknya. Lainnya adalah pesan chat dari Mama Ratna. Papa Ananta_Aku tidak akan melupakan penghinaan yang dilakukan oleh kedua tantemu itu kepada kami. Apalagi dengan menyebut anak kami laki-laki mokondo. Sepertinya kedua tentemu harus diberi paham siapa kami. Aldi terlahir kaya. Kami punya banyak harta. Kami punya banyak bisnis. Dan anak kami adalah anak yang bertanggung jawab kepada keluarganya. Dia bekerja mencari nafkah. Bukan bermalas-malasan di rumah.  Jangan kau lupakan itu, Rani. JANGAN JADI ISTRI YANG DURHAKA!_Mama Ratna_Jahat kamu Rani! Kau anggap apa kami? Kamu tidak berterus terang siapa dirimu. Kau bilang, Papamu Bagas adalah pegawai BUMN dan Mamamu Yumna adalah ibu rumah tangga! Kau palsukan identitas mereka untuk bisa masuk ke dalam keluarga kami! Menantu kurang ajar!_Mama Ratna_Cabut gugatanmu di pengadilan agama. Juga tarik kembali BAP Aldi di polda. Kami akan mema’afkanmu

  • Swing Partner   BAB 19 – MEREKA TERLIBAT

    Rekaman CCTV dimulai saat Kak Ishaak menyerang Aldi. Audionya terdengar jelas. Mereka menonton bersama. Minus Mbak Anggita yang pulang duluan. .  Semua yang diucapkan dirinya melalui hipnotis yang dilakukan oleh Dokter Sita benar adanya. Hal yang tidak pernah ia tahu, setelah dirinya tidak berada di ruang tunggu itu, Papa Ananta mengancam dua orang petugas yang mengawal Aldi. “Kalau sampai apa yang terjadi di sini sampai bocor keluar, maka aku akan tahu bahwa kalian lah pelakunya. Rahasiakan semua ucapan dan apa yang terjadi barusan!”“Atas dasar apa Bapak mengancam kami?” “Kalian tidak tahu dengan siapa kalian berurusan!” tangannya meraih dompet, mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan lalu menyodorkannya kepada petugas. Kedua orang petugas itu tampak gusar. Sama sekali tidak menyentuh uang yang disodorkan oleh Papa Ananta.  Mereka menarik tubuh Aldi untuk berdiri dengan kasar. Memasan

  • Swing Partner   BAB 18 – MENGUAK MASA LALU

    “Apa yang dikatakan Papa dan Mamamu saat kamu menanyakan siapa yang membunuh mereka?” tanya Om Pram.Dirinya menggeleng.“Kata Papa, urusan Papa dan Mama di dunia sudah selesai. Kita yang harus menyelesaikannya…” matanya menatap pada satu titik di tembok berwarna krem pucat di depan sana, “Lalu mereka pergi. Sweetpea Ruby dalam gendongan Mama.”Om Pram mengelus punggungnya. Kepalanya mengangguk.“Itu artinya, sekarang adalah tugas kita untuk menguak misteri kecelakaan beruntun itu…”“Om?” masih memandangi titik imajiner pada tembok.“Ya?”“Siapa saja yang duduk semeja dengan Papa dan Mama pada malam itu? Mereka sedang gala dinner untuk acara resmi kan?”Om Pram terperanjat. Om Tara yang sedang berbincang pelan dengan Tante Laras seketika menoleh kepadanya.“Kenapa kamu menanyakan hal itu?” Om Pram mengernyit.“Bisa jadi kan? Otak pembunuhnya duduk semeja dengan Papa dan Mama? Mer

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status