Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CHANGEMENT DE MA VIE

CHANGEMENT DE MA VIE

Bah voilà jme présente ! Moi, c'est Zaïna, orpheline, j'ai 15 ans, je suis Comorienne mais avant tous Musulmane. Malheureusement je ne sais pas pratiquer. J'y connais rien. On ne m'a jamais apprise. On m'a poser à mes 1 ans apparemment. Bref ma vie jvous la racontera après. Bref physiquement ? Jfais 1m60, un truck comme ça ! J'ai une couleur de peau matte. J'ai un corps normal et les formes la où il faut. J'ai les yeux marron claiiiir qui vire au marron foncé quand jsuis énervé. Les cheveux noir/marron, tous est en fonction du soleil. A l'ombre tu les verras noir et au soleil tu les verras marron. Bref ils sont long et y'a beaucoup de volume ! Mais personne sais. C'est chignon ou natte, jamais je les montre. Bref assez parler dmon physique. Jsuis une meuf genre qui parl pas, qui calcule personne mais quand il faut j'ai une grosse bouche et sa peut aller loin en deux quatre six. Dans cette orphelinat, jparle à dégun depuis le drame (A suivre...). On m'appelle même la "muette". Ok leur délire mais m'en bas les couilles je leur répond pas. J'ai un coeur en pierre, double portes blindé, double serrure et trois codes. Rien ne m'atteint à part mon passer mais personne la connait. Bref mes journées se passe comme ça: Réveille => école => boxe => chambre et je bouge plus de la journée. Ah oui oui depuis cette incident j'ai décidé de plus me laisser faire. Mes parents ? Même vu pas jparle. Ils m'ont abandonné dès ma naissance tsssss et voilà ou je suis maintenant DANS UN ORPHELINAT DE MERDE . A suivre...
Romance
6.0K viewsCompleted
Read
Add to library
L'AMOUR AVEC LE MILLIARDAIRE

L'AMOUR AVEC LE MILLIARDAIRE

Le dos de Lana heurta le mur alors que Lancelot s'avançait vers elle, les yeux remplis de frustration et d'autre chose. Quelque chose de plus dangereux . « Je ne t'appartiens pas », cracha-t-elle en levant le menton. Lance sourit, d'un sourire qui lui donna des frissons dans le dos. Ses mains s'abattirent contre le mur de chaque côté de sa tête, l'emprisonnant. « Ah bon ? » Sa voix était grave. « Alors pourquoi me regardes-tu comme si tu voulais que je te prenne ici même ? » Elle se retrouva soudain incapable de respirer et se maudit pour la façon dont son corps la trahissait. Son regard se posa sur ses lèvres et il se pencha juste assez pour qu'elle sente son souffle, sa chaleur. « Menteuse. » Elle appuya ses paumes contre son torse, avec l'intention de le repousser, mais dès qu'elle le toucha, ses doigts se recroquevillèrent, le rapprochant d'elle au contraire. « Tu vois ? Tu parles comme si tu me détestais, mais ton corps ? » Son genou se glissa entre ses cuisses, les écartant légèrement. « Ton corps raconte une toute autre histoire, ma chérie. » Lana retint son souffle, le cœur battant à tout rompre contre ses côtes. « Tu es un salaud arrogant. » « Et toi, murmura-t-il en effleurant ses lèvres contre sa mâchoire, la taquinant, la ruinant, tu trembles. « Je te déteste », murmura-t-elle, mais sa voix était essoufflée, faible. Il releva enfin la tête, sa bouche à quelques centimètres de la sienne. « Non, ce n'est pas vrai », dit-il avec assurance. « Tu me désires, Lana. Tu m'as toujours désiré. » Son pouls battait dans ses oreilles tandis que ses doigts descendaient le long de son bras, puis plus bas, effleurant à peine la courbe de sa taille.
Romance
925 viewsOngoing
Read
Add to library
Pig Slop? My One Move Crushed Them

Pig Slop? My One Move Crushed Them

A post accusing me of feeding my employees free lunches worse than pig feed goes viral online. However, none of them know that the daily free lunches are all catered from a five-star hotel at 100 dollars per head. The entire internet goes crazy, calling me names and accusing me of being an evil boss. Even my co-founder, Dustin Jager, texts me and says, "Maybe we should go with what the employees want and change it to a meal allowance plan instead." I harden my heart and send out a company-wide announcement. "In response to everyone's pursuit of healthy eating and the right to choose their own lunches, the company has decided to discontinue the free lunch program. "A meal reimbursement plan will be introduced instead, effective immediately, with a daily limit of 20 dollars per person per day. All reimbursements will be calculated at the end of the month with the presentation of valid receipts." As soon as the announcement is made, the company's chat groups immediately go berserk.
Read
Add to library
My Husband Lied About My Pregnancy to Adopt His Illegitimate Child

My Husband Lied About My Pregnancy to Adopt His Illegitimate Child

At three months pregnant, I was diagnosed with an ectopic pregnancy. My husband, a doctor, was overwhelmed with worry, pulling every string he could to arrange surgery and remove the baby. "As long as you're okay, it doesn’t matter if we don’t have our own child. We can always adopt. I can't lose you, Evelyn!" Heartbroken, I blamed myself for being useless, for failing to carry our child, and for disappointing my husband. But then, I accidentally saw his chat messages with another woman on the phone. "Don’t worry, I already told her she had an ectopic pregnancy." "I’ll have her sign the adoption papers soon, then find a way to bring you into our home." "Asher is my only son. I will make sure he inherits everything I have!" That was when I realized that the husband I loved so deeply had long since built another family behind my back.
Short Story · Romance
3.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

21++ warning!!! cerita ini mengandung cerita dewasa, bijaklah dalam memilih bacaan. “Turunkan aku!” jerit Milly meronta memukul punggung Axton ketika lelaki berjalan membawanya menuju kamar rahasia di ruangan kerjanya. “Ah,” ringis Milly ia terbanting di ranjang dan kepalanya terasa pening. Sementara ia mengumpulkan kesadarannya sejenak, Axton tiba-tiba menarik kakinya membuat ia meluncur ke bawah. “Apa yang kau lakukan?!” pekik Milly histeris. Apalagi saat Axton mulai merangkak ke atasnya, menangkap kedua tangannya, mengikatnya dengan dasi yang sebelumnya diambil di atas nakas. “Menurutmu?” Axton bertanya balik di sela giginya yang menarik kencang simpulan dasi itu, lalu mengaitkannya di ranjang. Milly menggeleng diliputi perasaan panik. “Tidak. Tidak!” Axton kemudian selesai memenjarakan tangannya. Ia mengurung Milly di bawahnya dan menyeringai. “Ibumu pasti begitu menjagamu hm? Ia bahkan menyebarkan berita palsu tentang kematian putrinya sendiri. Buktinya kau masih hidup dan bertahan hingga detik ini.” Milly menatap sengit Axton. Berusaha berani walau matanya hendak melesakkan air mata. “Apa maksudmu?” “Kau dan Ibumu telah bekerjasama menghancurkan keluargaku.” “Aku dan Ibuku bukan orang seperti itu!” “Kenyataannya Ibumu menyembunyikanmu dari seluruh dunia. Kau pun turut andil dengan menggunakan benda ini untuk mengelabui semua orang.” Axton melepas masker Milly kasar dan meremasnya kemudian. Tapi selama beberapa saat ia tercenung melihat keseluruhan wajah Milly. Bukan karena paras kecantikan gadis itu. Melainkan bola mata yang dimiliki oleh Milly. Terkesan mengingatkannya pada seseorang di masa lalunya yang begitu ia rindukan. Dan Axton baru memerhatikan hal itu sekarang. Tapi secepat kilat ia menepisnya. Menanamkan di benaknya bahwa gadis di hadapannya ini adalah putri seorang wanita jalang. “Kau tidak pantas memiliki bola mata yang indah,” bisik Axton dingin. “Apa?” Namun detik berikutnya Milly menjerit, “Hentikan!” Masalahnya Axton mengoyak paksa pakaiannya tanpa ampun. Hingga bunyi kain robek berkali-kali terdengar di ruangan kedap suara itu. Menyisakan tubuh Milly yang tertutup bra hitam dan dalaman dengan warna senada.
Romansa
1010.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
Romansa
1024.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Rising Above Scandal

Rising Above Scandal

I secured a big deal for the company and was promoted to manager. However, I overheard my boss' secretary gossiping in the pantry, saying that I was brainless and only got where I was by using my body. I was so angry that I wanted to report it to the police. Surprisingly, her husband stopped me and forced his wife to bow and apologize to me, begging for forgiveness. Things got worse on the next day. Someone shared my inappropriate photos in the company group chat along with records of me supposedly checking into a hotel with a man. My colleagues looked at me with contempt, as if they all knew what was happening but refused to speak up. Even my boss fired me, saying I had moral issues. My husband immediately divorced me when he found out, took our daughter away, and left me with nothing. Neighbors pointed fingers and whispered about me. I was so overwhelmed that I lost my senses and was killed by a car crash. When I opened my eyes, I returned to the day I was promoted.
Short Story · Rebirth
2.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Ang Pagbuko sa Impostor

Ang Pagbuko sa Impostor

Ikakasal na ang pinakapopular na babae sa amin noong high school. Inimbitahan niya ang lahat sa aming klase para sa kaniyang kasal. Gusto kong kumilos na parang hindi ko nakita ang message na ipinadala niya sa akin pero walang tigil niya akong tinag sa group chat. “Nagkunwari kang mayaman gaya ko noong high school, pero hindi kita masisisi sa ginawa mo. Sa totoo lang, iniimbitahan kita sa kasal ko bukas para makita mo kung paano maging isang tunay na mayaman.” Agad na nagsalita ang iba naming mga kaklase. “Napakabait mo talaga, Haley. Kaya hindi na ako magtataka kung paano mo nagawang pakasalan ang isang miyembro ng pamilya Baumer. Hindi ako makapaniwala na mapapatawad mo ang isang materialistic na kagaya ni Emma!” “Ano ba ang deserve ng isang kagaya ni Emma Larkin para makaattend sa kasal ni Haley? Masyado siyang mayabang.” Habang tumitindi ang mga pangiinsulto, umabante si Haley Stockwell para mapanatili ang kapayapaan sa chat. “Sige na, kalimutan na natin ang mga hindi maganda nating nakaraan. Hindi na ako naaapektuhan sa mga ito dahil masyado nang matagal mula noong mangyari ang mga iyon. Anyway, huwag na tayong maghinanakit kay Emma dahil masyado na itong mahirap at pangit.” Walang tigil na umulan ang mga papuri sa kaniya ng lahat sa group chat habang tinatawag siya ng ilan sa amin na mabait at inosente. Napasinghal ako sa aking nakita. Si Haley ang babaeng nagkukunwaring mayaman sa amin—ako ang tunay na tagapagmana ng isang mayamang pamilya pero pinalabas pa rin niya na sinungaling ako. Ginawa niya akong target ng mga pangiinsulto ng lahat. Tiningnan ko ang digital wedding invitation para makitang gaganapin sa aking villa ang kaniyang kasal. Mukha ring pamilyar ang kaniyang groom—hindi ba’t ito ang driver ng aking asawa? Ngumiti ako nang maisip ko ang mangyayari. Sumagot ako sa chat ng, “Sige! Kailangan kong umattend ng kasal mo!”
Short Story · Romance
796 viewsCompleted
Read
Add to library
Midnight In Manhattan

Midnight In Manhattan

Nara Evans Claudya, Marketing Director di sebuah perusahaan teknologi global di Manhattan, hidup dalam ritme cepat—presentasi besar, networking, wine di rooftop bar, dan rapat lintas zona waktu. Di mata semua orang, dia sukses. Tapi setiap malam, ia mematikan lampu dengan rasa sepi yang sama. Segalanya runtuh ketika Bara Damien Dane, mantan kekasih yang dulu pergi tanpa pamit ke London, tiba-tiba muncul sebagai konsultan strategi untuk proyek internasional. Kini, mereka harus bekerja sama dalam proyek miliaran dolar—berpura-pura tak punya masa lalu. Tiap kata yang mereka kirimkan di chat langsung dihapus. Tiap sentuhan terasa dosa. Tapi hati mereka terus mengkhianati logika. Di tengah kota yang tak pernah tidur, mereka saling menemukan lagi—tapi hanya sebagai rahasia. Karena cinta terlarang hanya bisa mampir sebentar, sebelum akhirnya harus pulang ...
Romansa
10319 viewsOngoing
Read
Add to library
La Dulzura de la Traición

La Dulzura de la Traición

La chica que Iván Herrera mantenía volvió a buscarme para hacer una escena. —De verdad amo demasiado a Iván… ¿no podrías dejar que se quede conmigo? Él, sentado a un lado, no dijo nada. Solo me envió un mensaje: «Dile que sí, solo hazle creer que tiene una oportunidad.» Le seguí la corriente. Y, en silencio, empecé a empacar mis cosas para dejar la casa que compartíamos. Al salir, escuché las burlas de sus amigos. —Vaya, sí que es obediente la «esposa». Entonces si le pides que pierda al bebé, ¿también lo haría? Iván alzó las cejas, con calma. —¿Apostamos? —Yo digo que en una semana estará llorando frente al hospital… pero lo hará. Yo no dije nada. Solo abrí otro chat, leí el último mensaje: «¿Quieres casarte conmigo?» Y respondí: «Sí.»
Short Story · Romance
2.6K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
1920212223
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status