Biblioteca
Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Diuber Janda

Diuber Janda

Kring Kring Elok terlonjak kaget saat ponselnya berdering nyaring dari dalam kamar. Dengan setengah berlari ia melihat siapa yang meneleponnya. Nomornya tidak ada dalam kontaknya. Ia berharap, jika ini adalah Imron, maka ia akan benar-benar minta maaf pada lelaki itu. Ponsel masih dalam mode berdering, sedangkan Elok berusaha menarik napas panjang, lalu mengembuskannya pelan. Ia harus bisa mengusai dirinya sendiri. "Halo, assalamualaykum. Apa kabar Elok? Masih ingat saya'kan?"
10119.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 4.0K Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
MALLLLEEESSS kalo CEO NYA DOYAN CELUP SANA SINI MURAHAN SAMA SI JALANG DELANEY...!!! PERCUMA JD CEO GA BISA LINDUNGIN ISTRINYA...!!! HARUSNYA SI JALANG DELANEY DIHUKUM, BAWA MASUKIN PENJARA KE KANTOR POLISI...!!! PARAH BANGET KARAKTER UTAMA LAKI2 NYA DARIAN,, CEO GA BISA NGAPA²IN...!!!
Read All Reviews
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Ah ribet amat sih aturan di sini, pikir Zafira. "Ya sudah terserah kalian deh mau panggil apa. Tapi enggak usah sungkan denganku, aku hanya ingin berteman dengan kalian." "Baik, Nyonya." "Oiya, namaku Zafira." Zafira mengulurkan tangannya pada ketiga ART yang ada di depannya. Satu per satu mereka pun memperkenalkan dirinya. Zafira mengeryitkan keningnya ketika menyadari bahwa salah satu dari mereka sedari tadi hanya terdiam mematung dan tak berkedip memandanginya.
1060.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 1.7K Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

“Tuhan… aku mohon beri aku kesempatan untuk hidup kembali. aku janji tidak akan meminta apa-apa lagi selama hidupku.” Amara menarik nafas panjang untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar kehilangan nyawa. *** Amara terbangun di kamarnya dengan mata sembab. Seluruh tubuhnya meremang. Dia tidak percaya dengan apa yang dialaminya di dalam mimpi. “Mimpi mengerikan macam apa ini?” Amara terkekeh. Tapi air matanya mengalir semakin banyak. Jika orang lain melihatnya, mereka akan ketakutan dan mengira ada yang salah dengan kepala perempuan itu.
361 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 10 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
Dewa

Dewa

Tapi entah kepada siapa dia kesal. Teriakan Dewa membuat semua mata iba dan menoleh menatapnya. Mereka berjalan dengan lesu mendekatinya. Chika jongkok di sampingnya. Dendi menepuk bahunya. Sementara ke empat sahabatnya berdiri mematung di hadapannya. Langit cerah, seakan ingin menghina kepedihan hatinya. "Pasti tidak diterima kan?" terka Chika. Dewa mengangguk lesu. Airmatanya pecah. Merasa tidak berguna bagi anak jalanan.
9.97.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 198 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

“Saya baru lulus, Pak. Hanya mengerti logaritma dan gramar.” Dan Sia makin melongo. “Aku sudah tua, tidak mengerti apa yang kalian berdua katakan.” Deryn menghela napas melihat Sia yang sudah tertatih mencari tempat duduk. Padahal pagi tadi masih sehat saja. Membuatnya menggeleng. “Manometer ini gunanya mengukur tekanan udara, membutuhkan sekitar angka 8-9, di dalam ruangan tertutup.”
102.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 90 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
Dijodohin

Dijodohin

PoV Salsa Halo, Permisah. Ada kabar gembira nih. Kalau hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Gw mau honeymoon, Permisah. Gw seneng banget. Setelah melalui hari-hari yang melelahkan akhirnya itu semua berlalu gakk terasa dan gw mendapatkan nilai Uas yang cukup menyenangkan. "Hati-hati di sana, ya," pesan nyokap tercinta.
109.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 210 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
VERDINDA

VERDINDA

jawab Verdi bergeleng. "Emang apaan?" "Perbedaannya itu terletak pada ketinggian, ibarat gue tiang listrik yang tingginya dua puluh meter dan lo tiang bendera yang lebih pendek dari gue, cuma lima belas meter doang." tawa Verdi seketika pecah saat muka cemberut Dinda terlihat. "Lo nyindir gue ceritanya?" "Iya gue cuma nyindir badan lo."
103.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 85 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
Liara

Liara

Tergemap. Terlalu terkejut, perempuan itu sampai mengalami cegukan. "Aku pastikan mereka akan membayar untuk air mata ini." Pria itu, Hagan, mengusap air mata di pipi di istrinya. "Ha-gan?" Liara tak percaya dengan apa yang barusan ia suarakan. Perempuan itu memegangi wajah, kepala, lengan dan seluruh bagian tubuh si lelaki yang bisa dijangkau. Nyata. Orang itu nyata, tangisnya berderai lagi.
9.535.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.2K Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
DINAR

DINAR

tanya dinar tapi keterkejutannya tidak sampai disitu, dinar mendengarkan suara ombak dari sana, dari dalam kerang itu suara ombak, suara air yang mengalir, dinar penasaran dan mendekatkan kerang itu ketelinganya, dan benar suara itu dari dalam kerang, suaranya seperti harmoni, menenangkan dan membuat dinar tertegun sangat lama, dia menikmati alunan suara ombak dan air disana "rasanya aku berada ditepi pantai" ucap dinar," ini benda yang sangat misterius" dinar melihat lama pada kerang yang perlahan sinarnya mulai menghilang, tentu banyak pertanyaan dalam benaknya, "besok aku akan menanyakan ini pada kakek" ucap dinar sambil meletakkan kerang itu disamping tempat tidurnya dan terlelap sangat
105.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 204 Vezes como terdiam
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1234567
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status