Antara Cinta dan Luka
Naya, Maya, Lara duduk bareng di bangku kayu.
“Main bareng,” kata Naya, suara lembut.
Nada di Tengah Hujan versi lambat.
Naya: Verse rendah, suara matang.
Maya: Chorus harmoni, suara lembut Bali.
Lara: Bridge tinggi, suara anak-anak jernih.
Tuts piano sumbang di beberapa nada, tapi harmoni mereka sempurna. Rian rekam pake ponsel, lampu pagi masuk dari jendela.