Darah dan Takdir
Garis-garisnya tajam, membentuk pola yang seolah menggambarkan sesuatu yang pernah ada, tetapi telah dihapus dari sejarah.
Lelaki tua itu berhenti di depan sebuah pilar batu yang terukir penuh dengan tulisan kuno. “Inilah,” katanya, suaranya penuh kesungguhan, “sejarah yang mereka coba lenyapkan.”
Saraswati mendekat, matanya menyapu setiap huruf yang terukir di sana. Ia tidak bisa membaca semuanya, tetapi beberapa kata yang masih bisa ia pahami membuat napasnya tercekatdi tenggorokan.
Bab Populer