Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Satria dan Fatih, dua orang pemuda yang sedang menjalani pendidikan di sebuah perguruan tinggi di luar kota itu begitu antusias kala liburan tiba. Rasa rindu pada kampung halaman yang membuncah membuat mereka tak sabar untuk pulang. Namun siapa sangka jika kepulangan mereka kali ini disambut dengan keanehan-keanehan pada kampung halaman mereka. "Ini bulan suro, Nak. Kamu ingat kan? Di kampung ini selalu saja ada lima orang pemuda yang meninggal tiap bulan suro." Sambutan tak menyenangkan langsung mereka terima, begitu pun dari keluarga. Mereka hanya takut anak lelaki mereka akan jadi tumbal selanjutnya. Lalu akankah Fatih dan Satria lebih memilih pergi dari kampung mereka? Atau malah bertekad untuk membantah mitos bulan suro yang telah membuat warga ketakutan itu?
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Di sebuah acara kumpul-kumpul kecil bersama teman-teman, suamiku, Charles Gunandi ditanya teman baiknya dengan bahasa Prancis, “Wanita simpananmu sedang hamil dua bulan, kamu mau gimana tangani?” Bibir Charles melengkung, sambil dengan penuh perhatian mengupas udang dan mengambil sayur untukku. Lalu dia menjawab dalam bahasa Prancis, “Jenny tidak suka anak-anak, aku akan menyuruh Shinta melahirkan anak itu dan membesarkannya di luar negeri, agar bisa punya ahli waris.” Aku sambil memakan udang, air mata mengalir di pipiku. Charles bertanya dengan panik, “Jenny, kamu kenapa?” Aku menghapus air mataku dan menjawab sambil tersenyum, “Saus udangnya terlalu pedas.” Tapi saus udang itu jelas-jelas hanya kecap asin, air mataku menetes karena aku mengerti bahasa Prancis.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Sudah delapan tahun aku menikah dengan Elvin Ginanjar, pemimpin mafia narkoba di Nasara. Namun pada hari ini, tepat pada hari peringatan pernikahan kami, aku menerima sebuah foto dirinya bersama sahabat terbaikku, Lina Malloni, merayakan seolah merekalah yang menikah. Dan dalam pelukannya adalah putraku, Owen Ginanjar. Aku menatap foto itu, lalu mengetik dua kata sebagai balasan. [Betapa sempurnanya] Setengah jam kemudian, Elvin menerobos pintu depan. Suaranya bergemuruh memenuhi lorong. “Kenapa kamu selalu begitu jahat pada Lina?” Owen, anak kandungku sendiri mendorong kakiku sambil menatapku dengan marah. “Ibu jahat,” katanya. “Aku harap Bu Lina jadi ibu asli aku.” Aku tidak terkejut. Aku hanya berjalan menuju lemari, mengeluarkan setumpuk dokumen yang telah kusiapkan sejak lama, lalu menjatuhkannya di meja dengan kepastian yang dingin. “Baiklah,” kataku dengan datar. “Semua salah aku. Sekarang, bolehkah aku pergi?”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Mustahil untuk Kembali Bersatu

Mustahil untuk Kembali Bersatu

Natasha tidak pernah membayangkan bahwa pria yang cinta mati padanya akan berselingkuh saat dia baru melahirkan. Ketika dia melihat bayinya membuka mata dan tersenyum, dia menggendong bayi itu dengan antusias, ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Abian. Tapi, saat tiba di ruang VIP itu dan tangannya memegang gagang pintu, bisikan-bisikan mesra terdengar dari dalam. "Kak Abian, enak nggak?" "Angkat pantatmu sedikit lagi."
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Pacar Bodohku Salah Memilih Korban

Pacar Bodohku Salah Memilih Korban

Pacarku, Marko, akhirnya mengundangku untuk makan malam Natal bersama keluarganya. Tapi aku pingsan dalam perjalanan ke sana. Dalam keadaan setengah sadar, aku mendengar dia berbisik, “Maaf, Erin. Para preman itu bilang kau tipe bos mereka. Kau terlalu cantik, Sayang. Salahkan saja itu, bukan aku.” “Jangan takut. Kalau kau membantuku melunasi utang … mungkin mereka akan mengizinkanku mendapatkanmu kembali. Aku akan menebus semuanya seumur hidupmu, aku sumpah.” Dia membawaku melewati pintu belakang sebuah kasino. Kasino milik keluargaku. Ternyata bos yang dia maksudkan … adalah kakakku sendiri. Sejak orang tua kami meninggal dalam baku tembak, kakakku telah mengambil tanggung jawab penuh atas diriku. Lebih dari sekadar kakak, dia telah menjadi sosok ayah dan pelindungku. Pacarku yang bodoh itu seharusnya takut. Dia tidak tahu betapa keras kakakku melindungiku, atau betapa kejam dia terhadap siapa pun yang berani menyakitiku.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Pada hari libur semester, unggahan di status WhatsApp yang paling viral adalah tentang diriku. Judulnya adalah, "Pak Bondan membawa putranya untuk merayakan ulang tahun cinta sejatinya. Apakah dia akhirnya berencana bercerai dengan Sofia Jayadi?" Aku diam-diam menyukai postingan itu. Saat ponselku berdering, aku sedang membongkar balon-balon yang telah disiapkan untuk hari jadi pernikahan. "Sayang," ujar suamiku dengan terburu-buru, ingin memberikan penjelasan. "Anak kita tiba-tiba merengek ingin pergi ke taman bermain, jadi aku ...." Di latar belakang, terdengar suara tawa anak kami. "Ayah, Bibi bilang kalau malam ini aku bisa tidur dengannya!" Aku menatap rumah yang berantakan ini. Balon-balon tampak terkulai lemas, sementara krim di atas kue sudah mengeras. "Kamu nggak perlu menjelaskan." Aku mendengar diriku berkata, "Aku memahami semuanya." Hanya saja, kali ini semuanya akan berbeda. Aku tidak menginginkan ayah dan anak ini lagi.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Gadis Bau Jelantah itu Kini Bosmu

Gadis Bau Jelantah itu Kini Bosmu

​Kematian mendadak sang ayah seharusnya menjadi duka terdalam bagi Rani yang baru berusia sepuluh tahun. Namun, air matanya tak sempat mengering ketika kebenaran yang jauh lebih kejam terungkap. Tante Riska, bibinya sendiri, merekayasa utang fiktif dan merampas paksa seluruh harta keluarganya, melempar Rani dan ibunya, Sinta, ke dasar jurang kemiskinan yang paling hina. ​Demi bertahan hidup, Sinta terpaksa berjualan gorengan menggunakan minyak jelantah sisa. Asap tengik itu menempel abadi di seragam sekolah Rani, menjadikannya sasaran empuk perundungan tanpa ampun. Dijuluki "Rani Jelantah", ia dihina, sepatunya dibuang ke selokan, uang sekolahnya dicuri, dan masa depannya nyaris dihancurkan oleh sepupunya yang licik dan arogan, Hilda. ​Namun, para penindas itu melupakan satu hal penting: kemiskinan mungkin bisa merampas rumah Rani, tapi tak akan pernah bisa menumpulkan kecerdasannya yang mengerikan. Di balik aroma tengik minyak jelantah dan telapak kakinya yang melepuh di atas aspal panas, sebuah sumpah dendam yang absolut telah lahir. Rani menolak untuk hancur. Ia akan menggunakan otak jeniusnya sebagai senjata mematikan untuk menguliti kesombongan keluarga Kusuma dari akar-akarnya. ​Gadis Bau Jelantah Itu Kini Bosmu Jilid adalah epik tentang pengorbanan darah seorang ibu, konspirasi keluarga yang keji, dan bangkitnya seorang anak dari dasar selokan. Karena balas dendam terbaik tidak butuh kepalan tangan; ia hanya butuh kecerdasan yang menolak untuk dikalahkan.
28 DibacaOngoing
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

reny rachma
Kisah dua manusia menempuh perjalanan dari nol, menghadang berbagai penderitaan dan cobaan. Rere dan Juna adalah pasangan sejati, setia bukan hanya dalam suka, tapi juga dalam duka, hingga keberhasilan menyapa. Perjuangan mereka adalah perjuangan kita semua
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin

Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin

Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Jamila ( hidup di perantauan)

Jamila ( hidup di perantauan)

Mardiana
Jamila atau Mila yang nekat kerja di luar kota bersama teman - teman nya. Mereka selalu bersama semenjak sekloah menengah pertama. Suka duka selalu mereka lalui bersama.Apakah mereka tetap akan melanjutakan rencana nya?. Dan apakah Mila mendapat ijin dari orang tua nya?
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai contoh sambutan keluarga duka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2728293031
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status