Ifat
Serupa dengan caraku, dia juga memeluk lutut dan memandang ke arah bulan.
Tak ada kata, tak ada tegur sapa, kami berdua saling diam untuk beberapa lama.
“Apa yang kamu pandangi, Mas?” Kassandra buka percakapan.
“Bulan.” Jawabku pendek.
“Apa yang kamu lihat di bulan itu?”
“Cinta.”
Kassandra tersenyum dengan sedikit mencibir. Mungkin lucu bagi dia, jawabanku yang malam ini sok berlagak macam pujangga. Namun jujur, aku tidak sedang berkata ngawur.
Capítulos Populares