Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Insafnya Sang Playgirl

Insafnya Sang Playgirl

Helaian rambutnya berterbangan menambah kesan indah. Tiba-tiba seseorang menguncir rambutnya, Bulan hendak berbalik namun ditahan orang itu. Saat telah selesai orang itu membalikkan Bulan, membuat Bulan menghela nafas. Cowok itu tak mengenal kata mundur, Farel Antariksa. "Lo kenapa sih?" tanya Bulan lelah. "Lo yang kenapa? Gue deketin mundur terus." "Bukannya ini yang lo mau?"
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Purnama

Purnama

Kalimat itu bagai mantra bagi Purnama. Purnama bangkit dari kasurnya, dibukanya lemari baju. Di dalamnya ada sebuah laci tenpat Purnama menyimpan barang-barang berharga. Ponsel Purnama langsung terlihat begitu laci itu dibuka. Semenjak melahirkan ponsel itu ia matikan dan kini ia ingin menyalakannya. Tombol power pun ia tekan. Hanya dalam hitungan detik ponselnya menyala. Ada foto dirinya dan Bintang sebagai walpaper. Melihat itu hatinya terasa perih kembali.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 78 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

“Aku Eugene Moon yang tahu segalanya.” “Kamu denger dari mana?” tanya Nyridia. Eugene tidak menjawab. Ia langsung menyerahkan surat dengan amplop putih yang disegel dengan lilin berwarna emas kepada Seth. Ada lambang matahari berwarna putih yang merupakan cap khas Alba.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 140 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

#Part_07 Azan Maghrib berkumandang. Suaranya begitu nyaring mengagungkan nama tuhan semesta alam. Rayi, Mbok Yati, dan Pak Kusno mendengarkan dengan khusuk sembari menjawab panggilan azan. Rayi meminta Mbok Yati tidak pergi kemanapun selama dirinya berjemaah. Ditemani Kusno, Rayi melangkah menuju musalla segera setelah terdengar iqomah.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 61 Beses bilang moon and back
Read
+Library
The Lunar

The Lunar

“Malam ini bulan purnama, Elle … tidakkah kau menyadarinya?” Seketika Selena mengingat sesuatu. Tanggal hari ini dan apa yang akan terjadi apabila bulan purnama muncul. Pantas saja dia merasa sensitive ketika Rain tanpa sengaja menyentuh pundaknya. Hasrat alaminya yang menginginkan manusia begitu besar. Matt masih tersenyum menyeringai. Sungguh menyeramkan. “Kenapa kau terdiam? Apa kau lupa bahwa malam ini kita akan kembali ke wujud asli kita?”
1051.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang moon and back
Read
+Library
Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Seperti sisi lain bulan yang tak pernah menghadap ke bumi. Duh, bila Rey sang pemuda kecil itu secara live menatapnya, sungguh berbeda sensasinya dengan yang ada dalam buku komik istimewa pemberian teman-teman-nya itu. Bentuk yang di gambar terlalu besar, tak wajar, sungguh di luar proporsi. Terlalu banyak distorsi.
106.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 124 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

Aku memejamkan mata sambil mengepalkan kedua telapak tanganku dan menggigit gigi-gigiku dengan keras, mencoba menahan rasa sakit di area punggungku karena hentakkan yang cukup keras saat terjatuh tadi. Perlahan, rasa sakit itu mulai menghilang. Aku meraba jalanan yang kasar dan berpasir itu, dan perlahan aku meraba ke area punggungku. Tiba-tiba, siku sebelah kananku menyentu sesuatu. Seperti tangan seseorang yang sedang berusaha menopang tubuhnya saat melakukan Push up. Merasa penasaran, aku pun membuka kedua mataku secara perlahan, dan, “Huwaaaaa!!!”
108.1K viewsOn holdIdinagdag sa Library 236 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Dive Back Into You

Dive Back Into You

"Iya Mbak, Mas Saka keluarin varian baru lagi." "Mm... Boleh deh coba itu. Eclair satu, macaron matcha satu, strawberry dua, sama classic vanilla satu. Oh iya, sama cream puff-nya dua ya," seru Nana senang. "Baik Mbak Na. Risa ulangi ya. Mocca latte, milkshake strawberry satu satu. Eclair satu, macaron matcha satu, yang strawberry dua, classic vanilla satu terakhir cream puff dua Mbak." Nana mengangkat jempolnya ke atas. "Sip, Ris." Seberes kepergian Risa, Shana tidak dapat menahan diri untuk bertanya. "Kamu beli Eclair terus cream puff juga?"
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Four Moons

Four Moons

Hani melihat pemandangan di depannya itu dengan tersenyum tipis, dan sedikit berharap bahwa masa kecilnya juga seperti itu. Langit telah berubah menjadi gelap, bulan mulai menyapa dan matahari mulai menghilang. Suasana di dalam vila masih terasa sangat ramai, karena sekarang semua anak sudah terbangun dan mulai bermain bersama. Di lain sisi, para orang tua dan Hani mulai mengistirahatkan punggungnya di kamar masing-masing, karena tadi habis membersihkan vila yang sedikit berdebu.
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang moon and back
Read
+Library
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 117 Beses bilang moon and back
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status