Pernikahan Kedua: Kupilih Paman Mantan Suamiku
Pada ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga, Jerico Thamnin menghadiahkan istrinya sebuah kalung berlian bernama "Cinta Rhea", seolah-olah ingin mengumumkan cintanya ke seluruh dunia. Publik pun terpukau.
Namun, di balik semua sorotan itu, Rhea duduk sendirian di rumah mereka yang kosong, menatap foto yang dikirim orang tak dikenal. Sekretaris baru suaminya, Stella, sedang berpelukan dengan Jerico sambil mengenakan kalung yang sama.
Selama tiga tahun, Rhea menjadi istri yang sempurna. Penurut, tidak banyak bicara, dan selalu mengalah. Sebagai balasannya, yang dia terima hanyalah pengkhianatan, hinaan dari ibu mertuanya, dan pembenaran menjijikkan dari Jerico yang bersikeras bahwa perselingkuhannya hanyalah "kebutuhan fisik", sementara dia tetap mencintai Rhea.
Jerico yakin Rhea tidak punya jalan keluar. Dia merasa Rhea terikat padanya karena tagihan biaya pengobatan ayahnya yang selangit. Dia pikir Rhea akan terus menelan semua penghinaan itu dan bahkan rela membesarkan anak hasil hubungan gelapnya.
Dia salah.
Rhea menjual rumah besar mereka, mengumpulkan bukti satu per satu, lalu menyerahkan fakta tak terbantahkan tentang perselingkuhan itu. Setelah semuanya selesai, dia pun pergi. Bukan lagi mengenakan celemek dapur, melainkan jas laboratorium putih. Dalam semalam, dia berubah menjadi peneliti farmasi papan atas yang mengejutkan industri.
Ketika Jerico akhirnya sadar dan datang dengan mata merah serta suara memohon agar dia kembali, pemandangan di depannya membuat darahnya membeku. Mantan istrinya yang dingin dan tak tersentuh itu sedang dipeluk lembut oleh pamannya sendiri, Arieson.
Pria yang selalu tampak angkuh itu melirik keponakannya dengan tatapan dingin. Suaranya rendah, tajam, dan berbahaya. "Siapa yang kamu panggil 'istri'? Panggil dia 'Bibi'."