Dari Budak Menjadi Bencana
Tua Bangka mengamati dari sudutnya, dan untuk pertama kalinya, kurasa melihat sedikit anggukan penghormatan.
"Kau bertahan," gumannya. "Bibitmu bisa belajar. Itu bagus. Itu berarti dia lebih dari sekadar parasit bodoh." Dia mendekat lagi, suaranya rendah. "Sekarang kau mengerti. Dunia ini penuh dengan energi, Wa Lang. Yang kasar dan yang halus. Yang jahat dan yang... netral. Kebanyakan cultivation hanya mencari yang murni dan kuat. Tapi di tempat kotor seperti ini, kemewahan seperti itu tidak ada. Kita harus bisa memakan semuanya. Tahu cara mencerna racun, dan tahu racun mana yang akan membuatmu kuat, bukan membunuhmu."
Dia memberiku jamur biru utuh itu. "Sembunyikan. Ini akan menjadi jatah